
Sinergia | Ponorogo – Melimpahnya hasil budidaya ikan lele di Ponorogo, Jawa Timur, kerap tidak sepenuhnya terserap pasar. Terlebih untuk lele ukuran jumbo yang dianggap kurang diminati konsumen. Namun, kondisi ini justru menjadi peluang emas bagi Asri Ananda (40), warga Desa Siman, Kecamatan Siman, Ponorogo.
Sejak 2013, ibu tiga anak ini menyulap lele jumbo menjadi aneka makanan kekinian yang praktis, lezat, dan bergizi. Berkat ketelatenan serta dukungan sang suami, Wasis Subagio, kini ia sukses mengembangkan usaha olahan lele dengan omzet jutaan rupiah per bulan.
Di rumah produksinya, Asri bersama 12 karyawan mengolah lele jumbo menjadi berbagai produk. Prosesnya cukup sederhana, dimulai dari membersihkan lele, memisahkan daging melalui proses fillet, menggilingnya dengan bumbu rahasia, hingga mencampurkannya dengan sayuran segar. Adonan kemudian dibungkus dengan kulit lumpia dan dibentuk menjadi wonton, salah satu produk andalannya.
Selain wonton, ada pula dimsum, tahu bakso lele, hingga sate lilit yang menjadi favorit pelanggan. Produk-produk ini disukai banyak kalangan, termasuk anak-anak, meski di dalamnya terkandung sayuran. Harganya pun terjangkau, berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp24 ribu per bungkus, tergantung jenis dan isinya.
“Awalnya karena stok lele jumbo petani tidak terserap pasar, lalu saya mencoba mengolahnya. Ternyata banyak yang suka, bahkan kini pembelinya datang dari berbagai daerah, tidak hanya Ponorogo, tetapi juga Jawa dan Bali,” ungkap Asri.
Setiap minggu, usahanya mampu menghabiskan sedikitnya 80 kilogram lele jumbo. Tidak hanya memberikan nilai tambah bagi para petani, olahan lele ini juga membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar. Menariknya, usaha ini tidak hanya berhenti pada bahan baku lele. Asri juga memproduksi makanan berbahan dasar udang, ayam, hingga tuna.
Keberhasilan Asri Ananda menjadi bukti bahwa kreativitas mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Dari ikan lele yang kerap dipandang sebelah mata, kini lahir produk-produk modern yang mengangkat nama Ponorogo sekaligus menyejahterakan masyarakatnya.
Ega Patria – Sinergia