
Sinergia | Kab. Madiun – Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) hingga kini masih menarik untuk dikulik. Sebagai komponen pendulang pendapatan asli desa, hadirnya Bumdes tidak harus dikomando orang pintar. Justru sosok pengurus berjiwa bisnis tinggi yang cukup pas menahkodai Bumdes.
Pernyataan ini muncul dari seorang tenaga ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Madiun, Deyisnil Fariadi saat hadir sebagai narasumber pada Peningkatan Kompetensi Pengurus Bumdes di Kecamatan Dagangan.
“Saya melihatnya Bumdes itu dibutuhkan hadirnya sosok yang berjiwa bisnis. Bukan orang yang pintar saja,” katanya, Selasa (04/11/2025).
Dia menilai jika saat ini belum masif, bukan karena kurang greget. Persoalan Bumdes sebagai lembaga ekonomi desa diakui tidak sama dengan perangkat desa. Dibutuhkan dorongan yang konsisten.
“Mungkin diawal mindset yang kurang pas ketika pemilihan pengurus ya. Namanya saja lembaga ekonomi desa, harusnya berjiwa bisnis. Nah ini terkadang pilihanya kurang mumpuni,” tegas Deyisnil.
Kendati demikian, Bumdes tetap menjadi daya tarik. Dia yakin setelah menjelma kedepan bakal tetap jadi rebutan. “Kalau sekarang masih berjuang ya wajar. Kedepan jadi rebutan,” ujarnya sangat yakin.
Menurutnya, hanya dua solusi yang bisa dijalankan. Yakni pemahaman administrasi dan piawai berbisnis. Dengan potensi yang sangat melimpah di kecamatan Dagangan tentu memudahkan pundi pundi rupiah.

Dia mencontohkan ketika di pinggiran kota saja Bumdes menjadi magnet. Padahal sulit mencari lahan dan potensi. ” Ini bisa lho kota pinggiran Bumdes jalan, apalagi Dagangan dengan lahan luas tentu potensinya bisa maksimal,” katanya.
Dia berharap seringnya membuka ruang dialog antara pengurus Bumdes dengan pihak pemerintah desa. Keterbukaan itu akan memudahkan pemecahan persoalan. “Misalnya saat ini ada SPPG. Tentu Bumdes bisa saja menyuplai produk yang dibutuhkan untuk program MBG,” terangnya.
Selain Deyisnil, acara turut dihadiri oleh 17 pengurus Bumdes se Kec Dagangan, Dedi Anggoro, Sekretaris Kecamatan Dagangan, Hanif Rifai, Kasi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan (PMP) serta Karon Suprapto, Kabid pemberdayaan usaha ekonomi desa Dinas PMD Kab Madiun. (Tov/Krs)