Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Magetan Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi 2025, Wakil Bupati: Bukti Kerja Kolektif

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wakil Bupati Magetan menerima Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi 2025 di Jakarta, Foto: Diskominfo

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menorehkan prestasi di tingkat nasional. Magetan resmi meraih Penghargaan Kinerja Akselerasi Pelaksanaan Program Strategis Nasional sektor Pengendalian Inflasi pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah 2025 di Jakarta, Senin (01/12/2025).

Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri kepada Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, yang hadir mewakili daerah. “Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif pemerintah daerah, TPID, petani, pelaku usaha, dan masyarakat. Kami hanya memastikan program berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Wabup Suyatni.

Inflasi Terkendali, Magetan Masuk Daerah dengan Deviasi Terendah Nasional

Capaian ini tak lepas dari keberhasilan Magetan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pada Oktober 2025, inflasi daerah tercatat 4,16%, berada dalam target nasional 3%–5%, dengan deviasi inflasi 1,030—salah satu yang terendah di Indonesia.

Wabup Suyatni menegaskan stabilitas harga adalah prioritas utama Pemkab Magetan. “Stabilitas harga adalah kunci ketenangan masyarakat. Kami ingin Magetan tetap aman secara ekonomi dan tidak mudah terpengaruh gejolak pasar,” tegasnya.

Sejumlah intervensi strategis dilakukan TPID sepanjang tahun 2025, meliputi intervensi pasar dan distribusi, percepatan produksi pangan strategis hingga sidak harga bersama Satgas Pangan dan Bulog dan teguran kepada retail modern yang menjual beras di atas HET.

Pemkab Magetan Siap Hadapi Tantangan Ekonomi ke Depan

Wabup Suyatni menegaskan penghargaan ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih cepat. “Tantangan ke depan semakin kompleks. Kami akan terus memperkuat produksi pangan, memperbaiki distribusi, dan menjaga stabilitas harga.”

Pemkab Magetan juga mengapresiasi TPID, petani, peternak, pelaku usaha, serta masyarakat yang berkontribusi sepanjang 2025. Dengan capaian ini, Magetan kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan manajemen stabilitas ekonomi terbaik di Indonesia. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah Menumpuk di Pantai Pancer Door Pacitan, Ancaman Serius bagi Pariwisata

    Sampah Menumpuk di Pantai Pancer Door Pacitan, Ancaman Serius bagi Pariwisata

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Sinergia | Pacitan – Keindahan Pantai Pancer Door di Pacitan tercoreng oleh menumpuknya sampah yang berserakan di sepanjang bibir pantai. Fenomena ini makin parah saat musim hujan, ketika volume sampah meningkat drastis. Tak hanya berasal dari aktivitas pengunjung dan warga sekitar, sebagian besar sampah diduga merupakan kiriman dari daerah lain yang terbawa aliran sungai dan […]

    Bagikan
  • Warga Kota Madiun Serbu Penukaran Uang Layak Edar dari Bank Indonesia

    Warga Kota Madiun Serbu Penukaran Uang Layak Edar dari Bank Indonesia

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bank Indonesia (BI) Kediri menyiapkan uang layak edar untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang pada momen Ramadhan dan Idul Fitri 2025. Seperti yang terpantau di Pasar Sleko Kota Madiun yang diserbu warga Kota Madiun, Rabu (12/2/2025). Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Pasar Besar Ngawi.  Salah satu warga Kota Madiun, Purnomo […]

    Bagikan
  • Diduga Hendak Ambil Ayam, Warga Sobontoro Magetan Tewas Terjebur Sumur Sedalam 20 Meter

    Diduga Hendak Ambil Ayam, Warga Sobontoro Magetan Tewas Terjebur Sumur Sedalam 20 Meter

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Sobontoro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, digegerkan dengan insiden seorang warga yang terjebur ke dalam sumur miliknya sendiri, Kamis (10/9/2026). Korban diketahui bernama Miran, 71 tahun, warga Dukuh Donggedang, Desa Sobontoro. Miran ditemukan berada di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter. Korban akhirnya berhasil dievakuasi setelah tim […]

    Bagikan
  • Komisi B DPRD Magetan Sidak Lokasi Pasar Hewan Pahingan, Warga Terancam Tergusur

    Komisi B DPRD Magetan Sidak Lokasi Pasar Hewan Pahingan, Warga Terancam Tergusur

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Pasar Hewan Pahingan Maospati, Selasa (27/05/2025), menyusul aduan warga terkait rencana relokasi pasar ke lahan baru di belakang Puskesmas Maospati. Sidak ini mengungkap sederet persoalan, mulai penolakan sebagian warga, hingga potensi dampak lingkungan di area fasilitas publik. Langkah relokasi […]

    Bagikan
  • Cuaca Ekstrem Terjang Telaga Sarangan, Pohon Kersen Besar Roboh Timpa Jaringan Telekomunikasi

    Cuaca Ekstrem Terjang Telaga Sarangan, Pohon Kersen Besar Roboh Timpa Jaringan Telekomunikasi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah dataran tinggi Magetan. Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan wisata Telaga Sarangan, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, pada Rabu pagi (14/1/2026). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sejumlah wisatawan mengaku kaget dan panik saat cuaca buruk terjadi. Dampaknya, sebuah pohon kersen berdiameter sekitar 70 sentimeter roboh. Pohon […]

    Bagikan
  • Tak Cukup Jual Bahan Mentah, Khofifah Minta Petani Hutan Garap Hilirisasi Produk

    Tak Cukup Jual Bahan Mentah, Khofifah Minta Petani Hutan Garap Hilirisasi Produk

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan hilirisasi produk perhutanan sosial untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan yang dikelola masyarakat. Menurutnya, produk perhutanan sosial tidak cukup hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus diolah agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi. Pesan itu disampaikan Khofifah saat […]

    Bagikan
expand_less