
Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menorehkan prestasi di tingkat nasional. Magetan resmi meraih Penghargaan Kinerja Akselerasi Pelaksanaan Program Strategis Nasional sektor Pengendalian Inflasi pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah 2025 di Jakarta, Senin (01/12/2025).
Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri kepada Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, yang hadir mewakili daerah. “Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif pemerintah daerah, TPID, petani, pelaku usaha, dan masyarakat. Kami hanya memastikan program berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Wabup Suyatni.
Inflasi Terkendali, Magetan Masuk Daerah dengan Deviasi Terendah Nasional
Capaian ini tak lepas dari keberhasilan Magetan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pada Oktober 2025, inflasi daerah tercatat 4,16%, berada dalam target nasional 3%–5%, dengan deviasi inflasi 1,030—salah satu yang terendah di Indonesia.
Wabup Suyatni menegaskan stabilitas harga adalah prioritas utama Pemkab Magetan. “Stabilitas harga adalah kunci ketenangan masyarakat. Kami ingin Magetan tetap aman secara ekonomi dan tidak mudah terpengaruh gejolak pasar,” tegasnya.
Sejumlah intervensi strategis dilakukan TPID sepanjang tahun 2025, meliputi intervensi pasar dan distribusi, percepatan produksi pangan strategis hingga sidak harga bersama Satgas Pangan dan Bulog dan teguran kepada retail modern yang menjual beras di atas HET.
Pemkab Magetan Siap Hadapi Tantangan Ekonomi ke Depan
Wabup Suyatni menegaskan penghargaan ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih cepat. “Tantangan ke depan semakin kompleks. Kami akan terus memperkuat produksi pangan, memperbaiki distribusi, dan menjaga stabilitas harga.”
Pemkab Magetan juga mengapresiasi TPID, petani, peternak, pelaku usaha, serta masyarakat yang berkontribusi sepanjang 2025. Dengan capaian ini, Magetan kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan manajemen stabilitas ekonomi terbaik di Indonesia. (Nan/Krs).