
Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun menggelar Seleksi Tahap I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter untuk musim haji 1447 H/2026. Kegiatan seleksi berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Madiun pada Kamis (04/12/2025).
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, menjelaskan bahwa mekanisme seleksi ini mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 22 Tahun 2025. Ia menuturkan bahwa kuota petugas untuk setiap kabupaten/kota telah ditetapkan oleh provinsi.
“Untuk wilayah Jawa Timur, Kota Madiun memperoleh alokasi dua petugas kloter, masing-masing satu ketua dan satu pembimbing. Peserta dengan nilai tertinggi, baik dari CAT maupun administrasi, akan ditetapkan sebagai perwakilan daerah,” ujarnya.
Seleksi dijalankan secara daring menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Setiap peserta harus menyelesaikan sekitar 100 soal dalam durasi 90 menit melalui aplikasi khusus yang dapat diakses menggunakan kode dari panitia. Mereka yang meraih skor tertinggi akan melaju ke tahap berikutnya, yaitu CAT lanjutan dan wawancara di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Tes wawancara dan CAT lanjutan akan dilaksanakan pada 11 Desember mendatang,” tambah Datik.
Ia mengungkapkan bahwa penilaian terdiri dari 60 persen hasil CAT dan 40 persen wawancara. Keputusan kelulusan peserta sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi provinsi. Pada seleksi tahap I di Kota Madiun, sebanyak 27 peserta dinyatakan lolos verifikasi. Rinciannya, 22 peserta mengikuti seleksi PPIH Arab Saudi—terdiri dari 10 bidang konsumsi, 8 bidang akomodasi, dan 4 transportasi. Sementara seleksi PPIH Kloter diikuti 3 calon ketua kloter dan 2 calon pembimbing ibadah.
“Kedua calon pembimbing kloter akan dikirim ke seleksi tingkat provinsi, dan yang memperoleh nilai tertinggi nantinya akan mendampingi jamaah haji tahun 2026,” jelasnya.
Datik menambahkan bahwa animo pendaftar PPIH Arab Saudi cenderung lebih besar lantaran persyaratannya relatif mudah dan masa tugasnya lebih lama, sehingga dinilai lebih menarik bagi peserta.
Ia berharap para peserta yang nantinya terpilih dapat bekerja dengan penuh integritas dan memberikan layanan terbaik kepada jamaah haji. “Mulai tahun ini, seluruh urusan haji berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih maksimal,” pungkasnya. (Sur/Krs).