Sabtu, 24 Okt 2026
Trending Tags

Kembali Terjadi ! Diduga Keracunan menu MBG, Puluhan Siswa di Mantingan Dilarikan ke Puskemas

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 259
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kiri : Siswa sekolah dan ponpes di Kab. Ngawi, yang mendapat perawatan medis setelah mengalami gejala keracunan makanan, Kanan : Menu MBG yang disantap, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Ngawi – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, puluhan siswa dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, harus mendapat perawatan medis setelah mengalami gejala keracunan makanan, Kamis (4/12/2025). Mereka diketahui menyantap hidangan MBG sehari sebelumnya, Rabu (03/12/2025).

Hingga pukul 12.00 WIB, lebih dari 40 anak dari tingkat TK hingga SMA telah dibawa ke Puskesmas Mantingan dan Puskesmas Tambakboyo. Laporan terbaru menyebutkan angka tersebut masih terus bertambah. Mayoritas siswa mengeluh mual, pusing, lemas, dan diare.

Mereka sebelumnya menikmati menu MBG yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan yakni nasi putih, telur tahu balado, abon, oseng buncis, serta satu buah pisang. Sebagian siswa mengalami kondisi lebih berat sehingga harus dirujuk ke RSUD Mantingan dan salah satu rumah sakit di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

“Sekitar jam 12 malam dia mengeluh sakit perut lalu bolak-balik ke kamar mandi. Waktu menjelang subuh badannya panas dan diare lagi, jadi langsung kami bawa ke puskesmas. Sampai sini ternyata sudah banyak anak lain yang datang,” Ardiansyah, salah satu orang tua siswa.

Ia menambahkan bahwa kedua anaknya sempat bercerita telah menyantap menu MBG sehari sebelumnya. “Keduanya sekarang dipasang infus. Ada yang bilang penyebabnya dari menu MBG, bahkan ada yang menduga telurnya. Tapi pastinya kami belum tahu,” tambahnya.

Bahaudin, salah satu siswa yang kini dirawat di RSUD Mantingan, juga mengalami gejala serupa. “Rasanya lemas sekali. Dari pagi saya beberapa kali diare lalu akhirnya dibawa ayah ke rumah sakit,” ucapnya. Kondisinya kini berangsur stabil.

Pihak puskesmas bersama dinas terkait masih melakukan observasi, pendataan, serta pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber keracunan. Sampel makanan dan data siswa sedang dianalisis untuk menemukan penyebab pasti insiden keracunan massal ini. (Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong”  photo_camera 4

    Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong” 

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Getaran yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB sempat membuat sebagian warga panik dan keluar rumah. Di Kabupaten Madiun, gempa dilaporkan berdampak pada sebuah menara masjid di Desa […]

    Bagikan
  • Penertiban Kabel Optik Dimulai, Provider Diminta Benahi Jalur Padat di Magetan

    Penertiban Kabel Optik Dimulai, Provider Diminta Benahi Jalur Padat di Magetan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan mulai menata kabel optik yang selama ini semrawut di sejumlah ruas kota. Penertiban melibatkan delapan provider dan difokuskan pada kawasan Alun-Alun serta beberapa titik utama lainnya. Kepala Diskominfo Magetan, Cahaya Wijaya, mengatakan langkah ini dipercepat agar kondisi kabel tidak semakin semrawut. “Penataan sudah dimulai. Delapan […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Tekankan Lurah dan Camat Wajib Pahami Prioritas Pembangunan Kota

    Plt Wali Kota Madiun Tekankan Lurah dan Camat Wajib Pahami Prioritas Pembangunan Kota

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menekankan pentingnya pemahaman aparatur wilayah terhadap arah pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Optimalisasi Produktivitas Kerja dan Bimbingan Teknis Aplikasi e-KAK dan m-SKP Tahun 2026 yang diikuti para lurah dan camat di wilayah Kecamatan Taman pada Kamis (05/03/2026) Menurut Bagus, perencanaan […]

    Bagikan
  • Ratusan Kera Ekor Panjang Turun ke Pasar Ngebel, Muncul Hampir Setiap Hari Cari Makanan

    Ratusan Kera Ekor Panjang Turun ke Pasar Ngebel, Muncul Hampir Setiap Hari Cari Makanan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan kera ekor panjang kembali terlihat turun ke kawasan Pasar Ngebel, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kawanan satwa liar tersebut datang dari kawasan hutan Pegunungan Wilis untuk mencari makanan di sekitar pasar. Kemunculan kera di kawasan Pasar Ngebel bukanlah hal baru. Warga menyebut […]

    Bagikan
  • Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kursi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Bahkan, sejumlah pejabat eselon II dalam waktu dekat telah menyelesaikan masa pengabdiannya alias pensiun. Menyikapi hal itu, Wali Kota Madiun, Maidi tidak menampik jika akan mutasi atau perombakan besar-besaran November dan […]

    Bagikan
  • Petani di Magetan Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Pompa Air Sawah

    Petani di Magetan Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Pompa Air Sawah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Seorang petani lanjut usia di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya di Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Sabtu (6/6/2026) pagi. Korban diduga meninggal akibat tersengat aliran listrik saat melakukan perbaikan pompa air yang digunakan untuk mengairi sawah. Korban diketahui bernama Subari (65), warga setempat yang ditemukan dalam […]

    Bagikan
expand_less