Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

Kinerja Birokrasi Magetan Dinilai Stagnan, DPRD Desak Segera Mutasi Pejabat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 186
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sekretaris Komisi A DPRD Magetan, Didik Haryono, Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Dorongan agar Bupati Magetan segera merombak jajaran pejabat kembali mengemuka. DPRD Magetan menilai mesin birokrasi daerah berjalan tidak optimal. Salah satunya terkait banyaknya catatan dari Gubernur Jawa Timur terkait evaluasi Rancangan APBD (RAPBD) 2026.

Isu utama yang menjadi sorotan adalah lamanya sejumlah kepala dinas dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menduduki posisi yang sama. Bahkan, sebagian telah menduduki tujuh hingga delapan tahun. Kondisi ini dinilai membuat ruang kerja mereka cenderung stagnan.

Sekretaris Komisi A DPRD Magetan, Didik Haryono, menyebut temuan gubernur harus dijadikan alarm bagi Pemkab Magetan. Ia menilai banyaknya catatan dalam evaluasi RAPBD 2026 menunjukkan adanya persoalan serius pada kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun manajemen OPD.

“Catatan dari gubernur itu jumlahnya tidak sedikit. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas kerja TAPD dan pengelolaan pemerintahan masih berada di bawah standar yang diharapkan,” ungkap Didik, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Ia menilai Pemkab perlu bertindak tegas untuk menghentikan penurunan kualitas birokrasi. Didik menyebut mutasi pejabat menjadi langkah realistis untuk memulihkan kinerja lembaga daerah. Ia menekankan, mutasi bukan bentuk hukuman, melainkan penyegaran untuk menghilangkan kejenuhan dan mengembalikan etos kerja aparatur.

“Jika evaluasinya menunjukkan performa kurang baik, maka pergantian pejabat adalah langkah logis. Tujuannya agar organisasi kembali segar dan kinerjanya meningkat,” ujarnya.

Komisi A DPRD juga menyoroti dampak psikologis pejabat yang terlalu lama berada dalam posisi yang sama. Menurut Didik, situasi tersebut berpotensi menimbulkan rasa jenuh dan menurunkan motivasi. “Menempati jabatan yang sama bertahun-tahun bisa membuat pejabat kehilangan semangat. Dari sisi psikologi kerja, tentu itu mempengaruhi produktivitas,” tambahnya.

DPRD Magetan mendorong agar mutasi dilakukan dengan objektif, berbasis evaluasi kinerja, bukan rotasi sekadar formalitas. Didik menekankan bahwa pejabat dengan performa di bawah rata-rata perlu digeser melalui seleksi yang transparan.

“Bupati harus melihat persoalan ini dengan jernih. Pejabat yang tidak memenuhi target perlu dipindah agar ada dorongan untuk memperbaiki kinerja,” tegasnya.

Komisi A menilai akhir tahun merupakan waktu paling ideal untuk menggelar mutasi besar-besaran. Dengan begitu, pejabat baru bisa langsung bekerja efektif sejak awal tahun anggaran. “Kalau pergeseran dilakukan sekarang, maka pada awal tahun pejabat baru sudah siap mengeksekusi program APBD,” kata Didik.

Ia pun berharap Bupati Magetan tidak melewatkan momentum tersebut. “Harapan kami mutasi bisa dilakukan dalam waktu dekat, secepatnya dalam satu atau dua hari ke depan, agar awal tahun semua perangkat sudah siap bekerja maksimal,” tandasnya. Desakan DPRD ini sekaligus menjadi ujian kepemimpinan bagi Bupati Magetan, yang dikenal sebagai perempuan pertama yang memimpin daerah tersebut. Publik menantikan apakah ia berani melakukan penyegaran birokrasi yang dinilai terlalu lama berada di zona nyaman, atau justru membiarkan kinerja pemerintahan terus tertinggal dari harapan masyarakat.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Soal Beras Premium Oplosan, Pedagang di PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    Viral Soal Beras Premium Oplosan, Pedagang di PBM Keluhkan Sepi Pembeli

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ramainya informasi terkait beras premium yang diduga oplosan menjadi keresahan tersendiri bagi pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM). Mereka merasakan dampak turun minat pembeli terhadap beras kualitas premium. Bahkan, sepekan terakhir tidak konsumen yang membeli beras tersebut. “Sudah seminggu ini tidak ada yang beli. Memang jarang yang minat tetapi biasanya […]

    Bagikan
  • Mengejutkan! Rotasi Kilat Kajari Magetan, Tiga Nama Silih Berganti dalam Waktu Singkat

    Mengejutkan! Rotasi Kilat Kajari Magetan, Tiga Nama Silih Berganti dalam Waktu Singkat

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pergantian pucuk pimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan sepanjang tahun 2026 berlangsung cepat dan dinamis. Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan tercatat sudah berganti hingga tiga kali. Pergantian pertama terjadi pada Januari 2026. Saat itu, Kajari Magetan Dezi Septiapermana, yang sebelumnya menjabat di lingkungan […]

    Bagikan
  • Pembangunan Relokasi Pasar Hewan Pahingan Magetan Hampir Rampung

    Pembangunan Relokasi Pasar Hewan Pahingan Magetan Hampir Rampung

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pembangunan Pasar Hewan Maospati yang menjadi tempat relokasi dari Pasar Hewan Pahingan Maospati kini memasuki tahap akhir. Proyek yang berada di belakang Puskesmas Maospati tersebut telah mencapai progres sekitar 88 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2025 mendatang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, Sucipto, menjelaskan bahwa pemindahan […]

    Bagikan
  • Stok Ternak Melimpah, DKPP Madiun Waspadai Hewan Kurban Dari Luar Daerah

    Stok Ternak Melimpah, DKPP Madiun Waspadai Hewan Kurban Dari Luar Daerah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun memperketat pengawasan hewan kurban, terutama ternak yang masuk dari luar daerah. Petugas  melakukan penyemprotan disinfektan di area pasar hewan. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap fisik hewan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Targetkan 52 Dapur Pemenuhan Gizi hingga Akhir 2025

    Pemkab Madiun Targetkan 52 Dapur Pemenuhan Gizi hingga Akhir 2025

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan pendirian 52 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga akhir 2025. Target ini menyusul bertambahnya unit SPPG yang sudah mulai beroperasi di sejumlah wilayah. Salah satunya SPPG Polres Madiun di bawah naungan Yayasan Bhayangkari, yang telah menyalurkan 2.492 paket makanan bergizi gratis ke 24 sekolah di […]

    Bagikan
  • Puncak Arus Mudik Nataru, 900 Unit Bus Masuk di Terminal Purboyo Madiun

    Puncak Arus Mudik Nataru, 900 Unit Bus Masuk di Terminal Purboyo Madiun

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan penumpang turun dan berangkat dari Terminal Tipe A Purboyo Madiun dalam masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sesuai data, puncak kedatangan penumpang tercatat pada Kamis (25/12/2025) atau hari H Natal dengan jumlah armada bus masuk terminal sekitar 900 unit. Angka tersebut melonjak dibandingkan momentum Natal tahun […]

    Bagikan
expand_less