Berita Terkini
Trending Tags

Kinerja Birokrasi Magetan Dinilai Stagnan, DPRD Desak Segera Mutasi Pejabat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 153
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sekretaris Komisi A DPRD Magetan, Didik Haryono, Foto : Jepretan Layar

Sinergia | Magetan – Dorongan agar Bupati Magetan segera merombak jajaran pejabat kembali mengemuka. DPRD Magetan menilai mesin birokrasi daerah berjalan tidak optimal. Salah satunya terkait banyaknya catatan dari Gubernur Jawa Timur terkait evaluasi Rancangan APBD (RAPBD) 2026.

Isu utama yang menjadi sorotan adalah lamanya sejumlah kepala dinas dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menduduki posisi yang sama. Bahkan, sebagian telah menduduki tujuh hingga delapan tahun. Kondisi ini dinilai membuat ruang kerja mereka cenderung stagnan.

Sekretaris Komisi A DPRD Magetan, Didik Haryono, menyebut temuan gubernur harus dijadikan alarm bagi Pemkab Magetan. Ia menilai banyaknya catatan dalam evaluasi RAPBD 2026 menunjukkan adanya persoalan serius pada kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun manajemen OPD.

“Catatan dari gubernur itu jumlahnya tidak sedikit. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas kerja TAPD dan pengelolaan pemerintahan masih berada di bawah standar yang diharapkan,” ungkap Didik, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dianggap remeh. Ia menilai Pemkab perlu bertindak tegas untuk menghentikan penurunan kualitas birokrasi. Didik menyebut mutasi pejabat menjadi langkah realistis untuk memulihkan kinerja lembaga daerah. Ia menekankan, mutasi bukan bentuk hukuman, melainkan penyegaran untuk menghilangkan kejenuhan dan mengembalikan etos kerja aparatur.

“Jika evaluasinya menunjukkan performa kurang baik, maka pergantian pejabat adalah langkah logis. Tujuannya agar organisasi kembali segar dan kinerjanya meningkat,” ujarnya.

Komisi A DPRD juga menyoroti dampak psikologis pejabat yang terlalu lama berada dalam posisi yang sama. Menurut Didik, situasi tersebut berpotensi menimbulkan rasa jenuh dan menurunkan motivasi. “Menempati jabatan yang sama bertahun-tahun bisa membuat pejabat kehilangan semangat. Dari sisi psikologi kerja, tentu itu mempengaruhi produktivitas,” tambahnya.

DPRD Magetan mendorong agar mutasi dilakukan dengan objektif, berbasis evaluasi kinerja, bukan rotasi sekadar formalitas. Didik menekankan bahwa pejabat dengan performa di bawah rata-rata perlu digeser melalui seleksi yang transparan.

“Bupati harus melihat persoalan ini dengan jernih. Pejabat yang tidak memenuhi target perlu dipindah agar ada dorongan untuk memperbaiki kinerja,” tegasnya.

Komisi A menilai akhir tahun merupakan waktu paling ideal untuk menggelar mutasi besar-besaran. Dengan begitu, pejabat baru bisa langsung bekerja efektif sejak awal tahun anggaran. “Kalau pergeseran dilakukan sekarang, maka pada awal tahun pejabat baru sudah siap mengeksekusi program APBD,” kata Didik.

Ia pun berharap Bupati Magetan tidak melewatkan momentum tersebut. “Harapan kami mutasi bisa dilakukan dalam waktu dekat, secepatnya dalam satu atau dua hari ke depan, agar awal tahun semua perangkat sudah siap bekerja maksimal,” tandasnya. Desakan DPRD ini sekaligus menjadi ujian kepemimpinan bagi Bupati Magetan, yang dikenal sebagai perempuan pertama yang memimpin daerah tersebut. Publik menantikan apakah ia berani melakukan penyegaran birokrasi yang dinilai terlalu lama berada di zona nyaman, atau justru membiarkan kinerja pemerintahan terus tertinggal dari harapan masyarakat.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debit Sungai Piring Naik, Air Meluap Hingga Ke Jalan Alternatif ke Caruban

    Debit Sungai Piring Naik, Air Meluap Hingga Ke Jalan Alternatif ke Caruban

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras mengguyur wilayah Kota Madiun dan sekitarnya pada Kamis (25/12/2025). Dampaknya, debit Sungai Piring di wilayah Kelurahan Pilangbango Kecamatan Kartoharjo mengalami peningkatan. Bahkan, air meluap hingga ke jalan raya yang menyebabkan arus tersendat. Personil BPBD Kota Madiun bersama DPUPR, DLH serta Dishub melakukan penanganan cepat. Luapan air sungai ke […]

    Bagikan
  • Gerakan Pangan Murah Digelar di 9 Kelurahan Kota Madiun, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

    Gerakan Pangan Murah Digelar di 9 Kelurahan Kota Madiun, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan di pasaran. Seperti yang terpantau di Lapangan Kelurahan Mojorejo Kecamatan Taman pada Rabu (10/6/2026). Sriyani, warga […]

    Bagikan
  • SiLPA APBD 2025 Capai Rp96 Miliar, DPRD Ponorogo Soroti Perencanaan Pembangunan

    SiLPA APBD 2025 Capai Rp96 Miliar, DPRD Ponorogo Soroti Perencanaan Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar Rp96 miliar. DPRD Ponorogo menilai besarnya SiLPA tersebut menjadi indikator bahwa tata kelola pelaksanaan anggaran, khususnya pada sektor pembangunan infrastruktur, masih perlu ditingkatkan. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan besarnya SiLPA dipengaruhi sejumlah faktor. Selain […]

    Bagikan
  • Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perubahan status Gunung Lawu menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) bukan hanya membawa implikasi ekologis, tetapi juga memunculkan perhatian dari sektor pariwisata. Sebagian kawasan wisata alam yang selama ini dikelola Perhutani berada dalam area yang masuk rekomendasi Tahura. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa kegiatan wisata tidak akan terganggu, bahkan […]

    Bagikan
  • Libur Panjang Idul Adha, Polres Magetan Perketat Pengamanan Kawasan Wisata Sarangan

    Libur Panjang Idul Adha, Polres Magetan Perketat Pengamanan Kawasan Wisata Sarangan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Mengantisipasi lonjakan wisatawan selama libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026, Polres Magetan meningkatkan pengamanan dan patroli di sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah Kabupaten Magetan. Fokus utama pengamanan diarahkan ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan signifikan selama masa libur. Peningkatan kesiapsiagaan dilakukan personel Satuan Samapta bersama […]

    Bagikan
  • Upacara Hari Santri di Pesantren, PCNU Magetan Serukan Solidaritas dan Persatuan

    Upacara Hari Santri di Pesantren, PCNU Magetan Serukan Solidaritas dan Persatuan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dalam rangka Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magetan menggelar upacara di Pondok Pesantren Raudlatul Huda. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus NU, santri, serta berbagai elemen masyarakat pada Selasa (22/10/2025). Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Magetan, Susanto Khairul Fatwa, menyampaikan bahwa tahun […]

    Bagikan
expand_less