Kamis, 29 Okt 2026
Trending Tags

Polres Magetan Buka Peluang Restorative Justive Dalam Kasus Penganiayaan Anak yang Viral

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polres Magetan Buka Peluang Restorative Justive Dalam Kasus Penganiayaan Anak, Foto : Nan/Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya penyelesaian melalui mekanisme Restorative Justice kembali dibuka Polres Magetan terkait kasus penganiayaan terhadap anak berinisial B, warga Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan. Dalam insiden yang terjadi pada 27 November lalu itu, B diduga dipergoki mencuri velg truk senilai sekitar Rp.120 ribu oleh Bambang Sutrisno (46), pemilik bengkel setempat. Emosi tak terkendali membuat pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap B.

Aksi tersebut bahkan terekam video amatir dan menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat tangan dan kaki B diikat, sementara ia mengalami kekerasan meski sudah memohon ampun. Akibat luka yang dialami, B harus mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Ponorogo. Pihak keluarga pun melaporkan kejadian ini ke Polres Magetan.

Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menjelaskan bahwa setelah pelaku ditangkap, muncul permohonan dari pihak keluarga korban yang mempertimbangkan penyelesaian damai. Menurutnya, pertimbangan tersebut muncul karena korban dan pelaku tinggal bertetangga.

“Keluarga korban menyampaikan keinginan untuk menempuh jalur damai. Hal ini akan tetap kami pelajari dan kami dalami dalam penanganan kasusnya,” ujar Kapolres, Selasa (30/12/2025).

Kapolres menegaskan bahwa meskipun ada usulan damai, proses menuju Restorative Justice tidak bisa langsung diputuskan. “Kalau seluruh pihak sudah menyepakati, baru kami masuk pada proses asesmen untuk melihat apakah kasus ini memenuhi syarat Restorative Justice,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak saat ini memang sudah mengikuti tahap awal proses tersebut. Meski mengakomodasi aspirasi damai, Polres Magetan memastikan penyelidikan tetap berjalan sesuai aturan. “Kami sudah melakukan gelar perkara. Keputusan akhirnya seperti apa, nanti akan kami sampaikan setelah seluruh prosedur terpenuhi,” tegas Kapolres.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Upaya Bipartit Deadlock, Tuntutan Eks Karyawan MUS Belum Menemukan Titik Temu

    Upaya Bipartit Deadlock, Tuntutan Eks Karyawan MUS Belum Menemukan Titik Temu

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Negosiasi antara Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) dan manajemen Madiun Umbul Square (MUS) kembali berakhir tanpa kesepakatan. Hingga Jumat (05/09/2025), persoalan tunggakan gaji dan pesangon bagi 14 mantan karyawan masih belum terselesaikan. Ketua SBMR, Aris Budiono, menegaskan pihaknya menuntut pembayaran hak normatif karyawan senilai Rp504 juta. Angka itu terdiri dari […]

    Bagikan
  • Diduga Kelebihan Muatan, Truk Mengangkut 10 Ton Merang Padi Terguling

    Diduga Kelebihan Muatan, Truk Mengangkut 10 Ton Merang Padi Terguling

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Selasa (13/1/2026) pagi. Sebuah truk bermuatan merang padi terguling saat melintasi tikungan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Truk Mitsubishi Colt Diesel warna kuning bernomor polisi AE 8440 […]

    Bagikan
  • Prabowo Resmikan Balai Pertemuan dan Fakultas Kedokteran Unida Gontor

    Prabowo Resmikan Balai Pertemuan dan Fakultas Kedokteran Unida Gontor

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) serta Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Peresmian dilakukan setelah Prabowo menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara tersebut. Dalam prosesi peresmian, Presiden Prabowo menyatakan secara resmi […]

    Bagikan
  • Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    Harga Cabai Naik, Pengusaha Kuliner dan Produsen Sambal Tercekik

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Harga cabai rawit di Ponorogo, Jawa Timur hingga kini masih tinggi. Bahkan sempat menyentuh angka Rp. 120 Ribu per kilogramnya. Meski kini turun di kisaran harga Rp. 85 Ribu per kilogram, namun itu masih jauh dari harga normal. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha kuliner dan produsen sambal […]

    Bagikan
  • Lonjakan Pemohon SKCK di Madiun, Didominasi Calon PPPK Paruh Waktu

    Lonjakan Pemohon SKCK di Madiun, Didominasi Calon PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Madiun dan sejumlah Polsek meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini terjadi karena SKCK menjadi syarat wajib dalam pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Kasat Intelkam Polres Madiun, AKP Nurkholis, mengatakan hingga […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Siapkan 23 M, Untuk Membangun Gedung SD dan SMP

    Bupati Madiun Siapkan 23 M, Untuk Membangun Gedung SD dan SMP

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto bersikap cepat melihat kondisi rusaknya sejumlah bangunan baik gedung SD maupun SMP. Tahun ini Pemkab Madiun sudah menyiapkan anggaran sebanyak 23 Milyar untuk membangun gedung SD dan SMP. Bupati mengatakan, rusaknya bangunan tidak disebabkan bencana alam. Gedung yang kurang layak ditempati artinya tidak ujug-ujug mengalami kerusakan. […]

    Bagikan
expand_less