Harga Bumbu Dapur Melejit, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kilogram
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, harga sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional terus mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, harga cabai rawit kini tembus hingga Rp100 ribu per kilogram.
Pantauan di Pasar Legi Songgolangit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026), menunjukkan hampir seluruh komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan harga. Mulai dari bawang merah, tomat, hingga cabai, naik setiap harinya.
Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp37 ribu per kilogram. Sementara itu, tomat mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat, dari harga awal sekitar Rp4 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, kini harganya melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.
Tingginya harga bumbu dapur ini memaksa para pembeli untuk memutar otak menyesuaikan anggaran belanja. Salah satunya dengan mengurangi jumlah pembelian. Anindya Sari, salah seorang pembeli, mengaku kenaikan harga cabai dan bawang merah sangat terasa.
“Sekarang rata-rata cabai sudah Rp90 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya beli setengah kilo, sekarang beli sedikit-sedikit karena mahal,” ujarnya.

Para pedagang menyebut, kenaikan harga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya cuaca yang tidak menentu sehingga banyak sayur dan cabai mudah membusuk, serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Pedagang bumbu dapur, Suprihatin, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sekitar sepuluh hari terakhir.
“Hampir semua melonjak, terutama cabai kecil. Sekarang satu ons bisa Rp10 ribu, artinya per kilonya tembus Rp100 ribu. Banyak yang rusak karena cuaca, ditambah mau Ramadan,” jelasnya.
Akibat tingginya harga kebutuhan pokok tersebut, kondisi pasar kini terlihat semakin sepi pembeli. Para pedagang juga memprediksi harga bumbu dapur masih berpotensi terus naik hingga memasuki awal bulan Ramadan.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris

