Berita Terkini
Trending Tags

Harga Bumbu Dapur Melejit, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 93
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional terus mengalami kenaikan signifikan. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, harga sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional terus mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, harga cabai rawit kini tembus hingga Rp100 ribu per kilogram.

Pantauan di Pasar Legi Songgolangit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026), menunjukkan hampir seluruh komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan harga. Mulai dari bawang merah, tomat, hingga cabai, naik setiap harinya.

Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp37 ribu per kilogram. Sementara itu, tomat mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat, dari harga awal sekitar Rp4 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, kini harganya melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.

Tingginya harga bumbu dapur ini memaksa para pembeli untuk memutar otak menyesuaikan anggaran belanja. Salah satunya dengan mengurangi jumlah pembelian. Anindya Sari, salah seorang pembeli, mengaku kenaikan harga cabai dan bawang merah sangat terasa.

“Sekarang rata-rata cabai sudah Rp90 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya beli setengah kilo, sekarang beli sedikit-sedikit karena mahal,” ujarnya.

Image Not Found
sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional terus mengalami kenaikan signifikan. Foto : Ega-Sinergia

Para pedagang menyebut, kenaikan harga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya cuaca yang tidak menentu sehingga banyak sayur dan cabai mudah membusuk, serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Pedagang bumbu dapur, Suprihatin, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sekitar sepuluh hari terakhir.

“Hampir semua melonjak, terutama cabai kecil. Sekarang satu ons bisa Rp10 ribu, artinya per kilonya tembus Rp100 ribu. Banyak yang rusak karena cuaca, ditambah mau Ramadan,” jelasnya.

Akibat tingginya harga kebutuhan pokok tersebut, kondisi pasar kini terlihat semakin sepi pembeli. Para pedagang juga memprediksi harga bumbu dapur masih berpotensi terus naik hingga memasuki awal bulan Ramadan.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Damkar Kota Madiun Evakuasi Sarang Tawon Vespa di Kantor KPU Kota Madiun 

    Damkar Kota Madiun Evakuasi Sarang Tawon Vespa di Kantor KPU Kota Madiun 

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Madiun berhasil mengevakuasi sarang tawon vespa dari lingkungan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun, Senin (28/07/2025). Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan dari pihak KPU terkait keberadaan tawon berukuran besar yang membahayakan lingkungan sekitar, termasuk sekolah-sekolah di dekatnya. Menurut Bambang Hariwahyudi, Penata Layanan Operasional Damkar […]

    Bagikan
  • Tangis Haru Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 52 Kota Madiun

    Tangis Haru Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 52 Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana haru menyelimuti kedatangan jemaah haji Kota Madiun yang tergabung dalam kloter 52. Sebanyak 152 jemaah haji akhirnya tiba di Asrama Haji Kota Madiun pada Jumat malam (27/06/2025) dengan selamat setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Kedatangan para jemaah ini disambut hangat oleh Wali Kota Madiun Maidi, Wakil […]

    Bagikan
  • Teror Anjing Liar di Gontor, Tiga Ternak Warga Mati Mengenaskan

    Teror Anjing Liar di Gontor, Tiga Ternak Warga Mati Mengenaskan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Warga Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, digemparkan oleh teror dua ekor anjing liar yang berulang kali menyerang ternak warga. Dalam tiga hari terakhir, tiga ekor kambing milik Pondok Modern Darussalam Gontor ditemukan mati dalam kondisi yang mengenaskan. Serangan pertama terjadi pada Minggu (27/04/2025) sekitar pukul 03.00 dini hari. Dua […]

    Bagikan
  • Pengadaan 45 Miliar Rupiah di Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Dinilai Berpotensi Jadi Temuan Audit

    Pengadaan 45 Miliar Rupiah di Dinkes Kabupaten Madiun Disorot, Dinilai Berpotensi Jadi Temuan Audit

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 senilai sekitar Rp45 miliar disorot. Pengadaan tersebut dinilai berpotensi menjadi temuan audit hingga berujung pada persoalan hukum jika ditemukan unsur pelanggaran. Sorotan itu berkaitan dengan dugaan perbedaan antara pencatatan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dan pelaksanaan […]

    Bagikan
  • TPS3R Diperbanyak, Pemkab Madiun Tekan Ancaman Gunung Sampah di TPA Kaliabu

    TPS3R Diperbanyak, Pemkab Madiun Tekan Ancaman Gunung Sampah di TPA Kaliabu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mempercepat pengurangan volume sampah rumah tangga yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu Kecamatan Mejayan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat desa. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian operasional TPS3R di […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Dorong Penurunan Kemiskinan Lewat Kolaborasi Pilar Sosial dan Data Tunggal Nasional

    Bupati Madiun Dorong Penurunan Kemiskinan Lewat Kolaborasi Pilar Sosial dan Data Tunggal Nasional

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan angka kemiskinan di wilayahnya turun di bawah rata-rata provinsi pada akhir 2025. Target itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam pertemuan bersama para pilar sosial, Selasa (28/10/2025), sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam memperkuat sistem perlindungan dan pemberdayaan sosial. “Kami berterima kasih karena pilar sosial menjadi […]

    Bagikan
expand_less