Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Harga Bumbu Dapur Melejit, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 313
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional terus mengalami kenaikan signifikan. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, harga sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional terus mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, harga cabai rawit kini tembus hingga Rp100 ribu per kilogram.

Pantauan di Pasar Legi Songgolangit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026), menunjukkan hampir seluruh komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan harga. Mulai dari bawang merah, tomat, hingga cabai, naik setiap harinya.

Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp37 ribu per kilogram. Sementara itu, tomat mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat, dari harga awal sekitar Rp4 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai rawit. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, kini harganya melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.

Tingginya harga bumbu dapur ini memaksa para pembeli untuk memutar otak menyesuaikan anggaran belanja. Salah satunya dengan mengurangi jumlah pembelian. Anindya Sari, salah seorang pembeli, mengaku kenaikan harga cabai dan bawang merah sangat terasa.

“Sekarang rata-rata cabai sudah Rp90 ribu sampai Rp100 ribu. Biasanya beli setengah kilo, sekarang beli sedikit-sedikit karena mahal,” ujarnya.

Image Not Found
sejumlah bumbu dapur di pasar tradisional terus mengalami kenaikan signifikan. Foto : Ega-Sinergia

Para pedagang menyebut, kenaikan harga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya cuaca yang tidak menentu sehingga banyak sayur dan cabai mudah membusuk, serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan. Pedagang bumbu dapur, Suprihatin, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sekitar sepuluh hari terakhir.

“Hampir semua melonjak, terutama cabai kecil. Sekarang satu ons bisa Rp10 ribu, artinya per kilonya tembus Rp100 ribu. Banyak yang rusak karena cuaca, ditambah mau Ramadan,” jelasnya.

Akibat tingginya harga kebutuhan pokok tersebut, kondisi pasar kini terlihat semakin sepi pembeli. Para pedagang juga memprediksi harga bumbu dapur masih berpotensi terus naik hingga memasuki awal bulan Ramadan.(ega).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Tak Layak Huni Dibedah, Suwito Akhirnya Bisa Tinggal Nyaman

    Rumah Tak Layak Huni Dibedah, Suwito Akhirnya Bisa Tinggal Nyaman

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kegiatan Bakti Sosial Teritorial Prima kembali digelar di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Rabu (10/09/2025). Kali ini, jajaran Kodim 0804/Magetan bersama Koramil Sukomoro, Polsek Sukomoro, Pemkab Magetan, serta warga setempat bahu-membahu memperbaiki rumah milik Suwito (55), warga RT 01/RW 02 Desa Sukomoro. Rumah Suwito yang sudah lama tidak layak huni kini menjadi […]

    Bagikan
  • Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 628
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tampak menurun. Kondisi cuaca yang tak stabil serta padatnya aktivitas pendaki dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama. Data Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan menunjukkan penurunan tersebut. Asisten Perhutani (Asper) […]

    Bagikan
  • Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    Perempuan Paruh Baya Diduga Hanyut Saat Buang Hajat di Sungai

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Desa Cantel, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, digemparkan dengan hilangnya seorang perempuan bernama Sri Wahyuni (53) pada Rabu (22/10/2025) sore. Ia dilaporkan tak kembali ke rumah setelah pamit buang hajat ke sungai yang berjarak sekitar 80 meter dari tempat tinggalnya. Hingga malam hari, keberadaan Sri Wahyuni belum juga diketahui. […]

    Bagikan
  • Krisis Air Bersih di Dusun Dungus Ponorogo, Polisi Salurkan 16 Ribu Liter untuk 180 KK

    Krisis Air Bersih di Dusun Dungus Ponorogo, Polisi Salurkan 16 Ribu Liter untuk 180 KK

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Krisis air bersih yang dialami warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendapat respons dari jajaran Polsek Pulung. Pada Rabu (12/8/2026), Polsek Pulung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Sebanyak dua tangki truk atau sekitar 16.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah titik di […]

    Bagikan
  • Musrenbang RKPD Kota Madiun 2027, Fokus Utama Penguatan SDM Menuju Kota Maju Mendunia bersama Masyarakat

    Musrenbang RKPD Kota Madiun 2027, Fokus Utama Penguatan SDM Menuju Kota Maju Mendunia bersama Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Hotel Mercure Madiun, Selasa (17/3/2026). Tema RKPD 2027 kali ini yakni Penguatan Transformasi Ekonomi, Sosial, dan Tata Kelola yang Inklusif dan Berkelanjutan Bersama Masyarakat Membangun Kota Mendunia.  Kegiatan yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) […]

    Bagikan
  • Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

    Tari Keling, warisan budaya unik yang hanya bertahan di Dusun Mojo Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di balik popularitas Reog Ponorogo, terdapat satu kesenian tradisi yang hingga kini masih bertahan dan hanya dapat ditemui di Dusun Mojo, Desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Kesenian tersebut adalah Tari Keling, sebuah pertunjukan rakyat yang memadukan unsur ritual, sejarah, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun. Sebelum pertunjukan dimulai, seorang tokoh desa […]

    Bagikan
expand_less