Berita Terkini
Trending Tags

Kasus TBC Anak Meningkat, Dinkes Magetan Perkuat Pelacakan dan Deteksi Dini

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Puluhan anak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, saat ini harus menjalani pengobatan akibat tuberkulosis (TBC). Hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 89 anak terkonfirmasi positif TBC, dengan sebagian besar penderita masih berusia di bawah lima tahun (balita).

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes Yudi Purnomo, mengungkapkan bahwa pola penularan TBC pada anak umumnya berasal dari lingkungan terdekat, terutama anggota keluarga serumah. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya menekan penyebaran penyakit tersebut.

“Dari total 89 anak yang terkonfirmasi, 66 di antaranya merupakan balita. Mereka hampir tidak mungkin terpapar dari luar rumah, sehingga mayoritas penularan terjadi dari orang terdekat,” jelas Agoes.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Magetan kini mengintensifkan investigasi kontak atau pelacakan terhadap individu yang tinggal serumah dengan pasien TBC. Setiap orang yang memiliki kontak erat diwajibkan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan status kesehatannya, apakah sudah terjangkit TBC aktif atau masih dalam tahap infeksi laten.

Upaya percepatan deteksi juga didukung dengan pemanfaatan teknologi kesehatan yang lebih modern. Saat ini, fasilitas layanan kesehatan di setiap kecamatan telah dilengkapi dengan berbagai alat diagnostik, seperti tes swab berbasis point of care, perangkat PCR di puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah, serta layanan rontgen portable bantuan dari Kementerian Kesehatan.

“Pemeriksaan sekarang lebih mudah. Cukup dengan swab di lidah, hasil awal bisa diketahui. Jika masih ada kecurigaan meski hasil negatif, akan dilanjutkan dengan rontgen,” ujarnya.

Data tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kasus TBC anak di Magetan juga tergolong tinggi. Sepanjang 2025, tercatat 176 kasus TBC pada anak, dengan 121 di antaranya terjadi pada balita. Angka tersebut menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan TBC sejak dini.

Meski jumlah temuan kasus terus meningkat, Agoes menilai hal ini mencerminkan semakin optimalnya proses deteksi di lapangan. Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, maka peluang kesembuhan pasien juga semakin besar.

“Jika terlambat terdeteksi, pengobatan akan lebih sulit. TBC bisa bersifat laten, seseorang bisa terpapar sekarang namun gejalanya baru muncul beberapa tahun kemudian saat imunitas menurun,” paparnya.

Dari sisi penanganan, capaian pengobatan TBC di Kabupaten Magetan tergolong cukup baik. Tingkat keberhasilan terapi pasien dilaporkan telah melampaui 90 persen. Kendati demikian, penemuan kasus baru masih menjadi pekerjaan rumah karena belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah.

“Hingga saat ini, capaian penemuan kasus baru masih sekitar 19 persen dari target tahunan,” pungkasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Hanya Suap Jual Beli Jabatan, KPK Endus Dugaan Korupsi Lain di Ponorogo

    Tidak Hanya Suap Jual Beli Jabatan, KPK Endus Dugaan Korupsi Lain di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pekan lalu menggemparkan publik. Apalagi, dalam kasus itu, KPK menetapkan 4 tersangka selain Sugiri yakni Agus Pramono, Sekda Ponorogo, dr. Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr. Harjono serta Sucipto, kontraktor atau rekanan proyek. Rupanya, lembaga anti rasuah tersebut […]

    Bagikan
  • Disperindag Magetan Pastikan Beras Oplosan Tak Beredar, Harga Beras Kini Tetap Stabil

    Disperindag Magetan Pastikan Beras Oplosan Tak Beredar, Harga Beras Kini Tetap Stabil

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan menegaskan bahwa tidak ditemukan peredaran beras oplosan di wilayah setempat. Kepastian ini diperoleh setelah inspeksi mendadak (sidak) terakhir pada 31 Juli 2025 menunjukkan hasil bersih dari praktik pengoplosan. “Alhamdulillah, dari hasil sidak yang kami lakukan kemarin, tidak ada temuan beras oplosan di Magetan,” ujar […]

    Bagikan
  • Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    Petani Madiun Keluhkan Harga Tomat Anjlok, Pemkab Serap Hasil Panen

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah petani di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengeluhkan lambatnya penyerapan hasil panen tomat oleh pemerintah daerah. Akibatnya, sebagian hasil panen terancam tidak terserap dan berpotensi terbuang. Padahal, pada Jumat (26/09/2025) lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan Pemkab Madiun segera membeli tomat hasil panen petani dengan […]

    Bagikan
  • Koperasi Merah Putih di Magetan: Antara Harapan dan Ketidakpastian

    Koperasi Merah Putih di Magetan: Antara Harapan dan Ketidakpastian

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di atas kertas, Program Koperasi Merah Putih (KMP) digadang-gadang menjadi lokomotif ekonomi desa. Tapi di lapangan, program ini justru terhenti sebelum benar-benar berjalan. Di Kabupaten Magetan, hanya satu dari 235 koperasi yang aktif, dan itu pun berdiri tanpa sepeser pun bantuan dari pemerintah. Di tengah ambisi besar memberdayakan ekonomi rakyat melalui […]

    Bagikan
  • Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sugeng Riyanto (49), seorang pemulung asal Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, mengakhiri hidupnya dengan cara yang begitu menyentuh. Kamis (11/09/2025) pagi, ia ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertunduk, masih memeluk karung rosok yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. Suparman (65), tetangga yang pertama kali mendengar suara keras sekitar pukul 09.30 WIB, masih […]

    Bagikan
  • Pertamina Tambah 779.800 Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur Jelang Long Weekend Paskah 2026

    Pertamina Tambah 779.800 Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur Jelang Long Weekend Paskah 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya — Menjelang libur panjang (long weekend) perayaan Paskah pada 3–5 April 2026, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi di wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Perusahaan menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 kilogram sebanyak 779.800 tabung atau meningkat hingga 49 persen dari rata-rata penyaluran harian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi […]

    Bagikan
expand_less