Berita Terkini
Trending Tags

Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 40
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Gebyog Resah, Distribusi Pupuk Subsidi Tersendat Akibat Tunggakan. Foto : Kusnanto

Sinergia | Magetan – Puluhan petani di Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, mendatangi kantor desa setempat. Mereka meminta kejelasan distribusi pupuk subsidi untuk musim tanam (MT) kedua yang hingga kini belum tersalurkan. Keterlambatan distribusi membuat para petani cemas. Pasalnya, pemupukan yang tidak tepat waktu dikhawatirkan berimbas pada menurunnya hasil panen, bahkan berpotensi gagal.

Permasalahan muncul setelah kios pupuk enggan menyalurkan jatah bagi petani Gebyog. Alasannya, masih ada tunggakan sekitar Rp. 2 juta dari pengambilan pupuk musim sebelumnya. “Kesulitan ini muncul ketika petani sudah harus melakukan pemupukan. Namun, pupuk tak bisa dicairkan karena ada tunggakan dari musim lalu. Padahal petani sudah merasa membayar sesuai dengan jatahnya,” ujar Giyanto, salah satu perwakilan petani.

Ia menjelaskan, tunggakan tersebut berasal dari sistem pengambilan pupuk sebelumnya. Namun hingga kini belum ada kejelasan apakah dana itu menjadi tanggung jawab kios atau bagian dari mekanisme kelompok tani (poktan).

Agar pemupukan tidak semakin tertunda, petani bersama kios dan pihak desa akhirnya menyepakati solusi sementara. Tunggakan Rp. 2 juta itu ditutup menggunakan dana operasional kelompok tani yang bersumber dari iuran Rp. 10 ribu per kuintal gabah.

“Harusnya tunggakan ditanggung secara pribadi. Tapi agar kios tidak mengalami kerugian dan petani tetap bisa pupuk tepat waktu, dana operasional kelompok terpaksa digunakan,” tambah Giyanto.

Selain soal tunggakan, petani juga mengeluhkan dugaan praktik penjualan pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan alasan tambahan kas poktan. “Kami terbebani karena kios menjual di atas HET. Alasannya untuk kas kelompok, tapi jelas memberatkan,” kata seorang petani yang enggan disebutkan namanya.

Kepala Desa Gebyog, Suyanto, membenarkan adanya kebijakan darurat itu. Menurutnya, tunggakan tetap akan dilunasi secara bertahap oleh pengurus poktan. “Kami berkomitmen menyelesaikan tunggakan kepada kios. Selain itu, akan kami kumpulkan pengurus poktan lama bersama pihak kios agar jelas bagaimana pembagian pupuk sebelumnya dilakukan,” tegasnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madiun Belum Boyongan Ke Muda Graha, Kabag Umum : Mencari Hari Baik

    Bupati Madiun Belum Boyongan Ke Muda Graha, Kabag Umum : Mencari Hari Baik

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ada yang cukup aneh atau janggal terkait hingga hari ini Bupati Madiun Hari Wuryanto ternyata belum juga boyongan ke pendopo Muda Graha. Informasi yang beredar kabarnya belum ready untuk di tempati Bupati berserta keluarga. Kepala Prokopim Pemkab Madiun Toni Eko Prasetyo membenarkan jika Bupati belum stay di Muda Graha. Toni […]

    Bagikan
  • Puluhan Peserta Kaderisasi PSM Korem 081/DSJ Resmi Sandang Sabuk Kuning

    Puluhan Peserta Kaderisasi PSM Korem 081/DSJ Resmi Sandang Sabuk Kuning

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Usai melalui rangkaian Uji Kenaikan Tingkat (UKT), puluhan peserta kaderisasi Pencak Silat Militer (PSM) di jajaran Korem 081/DSJ akhirnya dinyatakan lulus dan berhak menyandang sabuk kuning. Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat atas usaha dan kerja keras dari para peserta selama mengikuti latihan hingga tahapan […]

    Bagikan
  • Lahan Sekolah Rakyat di Magetan Telah Siap, Target Dibangun Akhir 2026

    Lahan Sekolah Rakyat di Magetan Telah Siap, Target Dibangun Akhir 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mulai menunjukkan titik terang. Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi, mengungkapkan bahwa lahan yang diusulkan di wilayah Kecamatan Karangrejo telah memenuhi persyaratan hasil survei dari Kementerian PUPR. “Dari hasil survei, luasan lahan sudah sesuai syarat minimal, yakni sekitar enam hektare lebih. Kami sudah mengusulkan […]

    Bagikan
  • Jelang Penutupan SPMB 2025, Dikbud Siapkan Strategi Distribusi Siswa atau Merger Sekolah

    Jelang Penutupan SPMB 2025, Dikbud Siapkan Strategi Distribusi Siswa atau Merger Sekolah

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang berakhirnya masa pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun terus memantau perkembangan daya tampung sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar. Sejumlah sekolah tercatat masih belum memenuhi pagu siswa. Hal itu mendorong Dikbud Madiun menyiapkan langkah antisipatif untuk pemerataan distribusi peserta didik. Kepala Dikbud […]

    Bagikan
  • Ini Isi Tuntutan Aksi Demo di DPRD Kota Madiun, Armaya : Pasti Saya Sampaikan ke DPR RI

    Ini Isi Tuntutan Aksi Demo di DPRD Kota Madiun, Armaya : Pasti Saya Sampaikan ke DPR RI

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi unjuk rasa digelar sejumlah elemen masyarakat baik mahasiswa, ojol hingga organisasi masyarakat lainnya di Kantor DPRD Kota Madiun pada Sabtu (30/08/2025). Dalam aksi ini sempat diwarnai kericuhan dengan pelemparan batu hingga botol air ke arah polisi yang berjaga. Situasi kembali kondusif saat Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya beserta Kapolres […]

    Bagikan
  • Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    Dispendikbud Madiun Akui Ada Kelalaian Sistem Perihal Siswa Tak Terdaftar Meski Ikut MPLS di SMPN 2 Dagangan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik seorang siswa yang sempat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Dagangan, namun belakangan dinyatakan tidak terdaftar secara resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Insiden ini memicu kegaduhan publik, mengingat siswa tersebut telah mengikuti seluruh […]

    Bagikan
expand_less