Berita Terkini
Trending Tags

Pemkab Madiun Ajukan Perubahan APBD 2026, DPRD Dorong Anggaran Perbaikan Jalan Ditingkatkan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Madiun bahas Perubahan APBD 2026 bersama Pemkab. (24/8/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar rapat paripurna Senin (24/8/2026). Dalam rapat tersebut Pemkab Madiun mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pendapatan daerah turun Rp51,83 miliar. Penurunan itu terutama dipicu berkurangnya pendapatan transfer dari pemerintah pusat hingga Rp97,18 miliar.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan, pendapatan daerah dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 berubah dari semula Rp1,859 triliun menjadi Rp1,807 triliun.

“Pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan sebesar Rp 51,831 miliar,” kata Hari saat menyampaikan nota keuangan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun.

Di tengah turunnya pendapatan, total belanja daerah juga mengalami koreksi sebesar Rp8,17 miliar, dari sebelumnya Rp2,022 triliun menjadi Rp2,014 triliun.

Meski demikian, struktur belanja mengalami pergeseran cukup besar. Belanja operasi justru naik Rp73,11 miliar menjadi Rp1,523 triliun. Belanja modal juga bertambah Rp33,48 miliar menjadi Rp222,05 miliar.

Sebaliknya, belanja transfer mengalami pemangkasan paling besar, yakni Rp110,49 miliar. Anggarannya turun dari Rp 372,86 miliar menjadi Rp262,36 miliar.

Belanja tidak terduga (BTT) juga berkurang Rp4,28 miliar, dari Rp10 miliar menjadi Rp5,71 miliar.

Dalam perubahan anggaran tersebut, Pemkab Madiun juga memberi perhatian besar pada pembangunan infrastruktur, khususnya jalan.

“Ini karena yang prioritas sudah, tinggal khususnya infrastruktur ya. Ini yang kita arahkan khususnya untuk di jalan,” ujar Hari.

Penambahan anggaran belanja modal antara lain terjadi pada pembangunan jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp16,40 miliar menjadi Rp 99,69 miliar.

Belanja modal peralatan dan mesin naik Rp13,90 miliar menjadi Rp67,66 miliar. Sementara belanja modal tanah meningkat Rp5,02 miliar menjadi Rp5,03 miliar.

Anggaran belanja modal gedung dan bangunan juga bertambah Rp2,72 miliar menjadi Rp47,51 miliar.

Menanggapi kenaikan belanja modal, Bupati Madiun menyebut bahwa salah satu penyebab kebutuhan anggaran meningkat adalah harga material pekerjaan jalan.

“Siap. Karena aspal harganya larang (mahal),” ucapnya.

Dengan pendapatan daerah sebesar Rp1,807 triliun dan belanja daerah Rp2,014 triliun, Rancangan Perubahan APBD 2026 mengalami defisit sebesar Rp206,49 miliar.

Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto dengan nilai yang sama.

Perubahan anggaran dilakukan untuk mengalihkan anggaran yang dinilai masih tersisa ke sektor yang lebih dibutuhkan masyarakat.

“Karena kita ingin memberikan layanan kepada masyarakat yang terbaik, hal-hal yang dibutuhkan masyarakat yang anggarannya kurang kita ubah untuk ditambahi. Kemudian yang anggarannya sisa, ya kita kurangi,” ujarnya kepada awak media.

Penurunan terbesar terjadi pada pendapatan transfer dari pemerintah pusat. Semula, pendapatan transfer dianggarkan Rp1,364 triliun. Dalam rancangan perubahan, nilainya menjadi Rp1,267 triliun atau berkurang Rp97,18 miliar.

Namun, pendapatan transfer antar daerah justru mengalami kenaikan Rp44,22 miliar, dari Rp61,17 miliar menjadi Rp105,40 miliar.

Di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), sejumlah komponen juga mengalami penyesuaian. Pendapatan pajak daerah naik Rp565 juta menjadi Rp181,06 miliar. Retribusi daerah bertambah Rp966,13 juta menjadi Rp236,68 miliar.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Mudjono mengatakan perubahan APBD merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menyesuaikan kegiatan dan anggaran dengan kondisi pada sisa tahun anggaran.

“PAK itu dilaksanakan atas perubahan-perubahan atau penyesuaian daripada kegiatan di sisa waktu tahun anggaran. Ada penyesuaian dari kegiatan maupun anggarannya. Perubahan itu hal yang lazim karena perlu penyesuaian,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah penyampaian nota keuangan, rancangan perubahan APBD akan dibahas oleh masing-masing fraksi DPRD. Hasil pembahasan itu nantinya disampaikan melalui pandangan umum fraksi.

Mudjono menilai penambahan anggaran untuk infrastruktur jalan masih memungkinkan direalisasikan meski waktu pelaksanaan hanya tersisa sekitar empat bulan.

Menurut dia, percepatan pekerjaan diperlukan karena kondisi jalan rusak tidak bisa terus ditunda.

“Karena jalan itu prioritas. Dan kalau tidak diselesaikan tahun ini, kalau ditunda, semakin parah. Jadi saya malah mendorong bagaimana jalan yang rusak di Kabupaten Madiun secepatnya segera ada tindakan nyata untuk memperbaiki,” katanya.

Sebelumnya, Pemkab Madiun dan DPRD Kabupaten Madiun telah menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026 pada 20 Agustus 2026. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Dolopo Antusias Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Kradinan

    Warga Dolopo Antusias Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Kradinan

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kecamatan Dolopo menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Desa Kradinan, Kabupaten Madiun, Minggu (17/08/2025). Upacara berlangsung khidmat dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat. Camat Dolopo, Hery Fajar Nugroho, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia memimpin jalannya upacara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, […]

    Bagikan
  • Hendak Menyalip Truk Pertamina,  Pengendara Sepeda Motor Tertabrak, 1 Korban MD

    Hendak Menyalip Truk Pertamina,  Pengendara Sepeda Motor Tertabrak, 1 Korban MD

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan nasional Madiun – Surabaya Selasa petang (28/1/2025),tepatnya di Kelurahan Nglames Kecamatan/Kabupaten Madiun. Pengendara sepeda motor beserta tiga anak yang dibonceng tertabrak Truk Pertamina. Akibatnya 3 korban luka luka dan 1 orang meninggal dunia di lokasi kejadian.  Kecelakaan bermula saat Sepeda Motor Honda Beat bernopol […]

    Bagikan
  • Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    Kolaborasi Pemkot Madiun dan ITS, TPA Winongo Bakal Jadi Ikon Wisata Edukasi Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk merevitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo. Langkah ini menjadi bagian dari upaya transformasi TPA menjadi kawasan wisata edukasi lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan bahwa proyek ini mendapat pendampingan langsung dari para ahli lingkungan dan […]

    Bagikan
  • Usai Retreat di Lemhanas, Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Pokir

    Usai Retreat di Lemhanas, Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Pokir

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aktivitas terakhir Ketua DPRD Kabupaten Magetan periode 2024–2029, Suratno, sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi mulai terungkap. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut diketahui sempat mengikuti kegiatan retret yang digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Kegiatan retret tersebut berlangsung di Akademi Militer Magelang selama empat hari, mulai 15 hingga 19 […]

    Bagikan
  • Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

    Sepi Pembeli, Penjualan Gerabah Tradisional di Magetan Merosot Saat Bulan Suro

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Bulan Suro yang selama ini identik dengan berbagai tradisi adat dan ritual masyarakat Jawa ternyata belum mampu mendongkrak penjualan gerabah tradisional di Kabupaten Magetan. Para pedagang gerabah di kawasan Pasar Sayur Magetan mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pantauan di sejumlah lapak gerabah menunjukkan berbagai produk tradisional […]

    Bagikan
  • Waduh ! Material Bongkaran Bangunan SDN Tiron 01 Dijual, Inspektorat Bakal Turun Tangan photo_camera 4

    Waduh ! Material Bongkaran Bangunan SDN Tiron 01 Dijual, Inspektorat Bakal Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menegaskan penjualan material bongkaran bangunan SD Negeri Tiron 01 oleh pemerintah desa tidak dibenarkan, meskipun aset tersebut telah dihibahkan ke desa.  Praktik tersebut dinilai melanggar ketentuan pengelolaan barang milik daerah dan berpotensi dikenai sanksi administratif hingga hukum. Bangunan SDN Tiron 01 yang berlokasi di Desa Tiron, Kecamatan […]

    Bagikan
expand_less