Berita Terkini
Trending Tags

Alumni IPNU Madiun Desak Kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa Diusut Transparan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wahyudi meminta pengungkapan kematian Farisa secara transparan. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan sikap tegas tentang kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) asal Magetan yang diduga meninggal secara tidak wajar. Mereka mendesak proses penyelidikan dan penegakan hukum dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan.

Sikap tersebut disampaikan Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun Wahyudi, pihaknya menegaskan bahwa pengungkapan kasus harus dilakukan secara menyeluruh tanpa ada upaya menutup-nutupi fakta maupun menghilangkan bukti.

Selain itu, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan atau penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Majelis IPPNU menilai kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terlebih jika terjadi dalam lingkungan pendidikan, pembinaan, kedinasan, maupun institusi yang semestinya menjunjung tinggi disiplin, kehormatan, dan nilai kemanusiaan.

“Kami tidak bermaksud mendahului proses hukum ataupun memberikan vonis kepada pihak mana pun. Namun, kami berkepentingan agar kebenaran terungkap, keadilan ditegakkan, dan keluarga almarhum memperoleh kepastian serta rasa keadilan,” ucap Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun, Wahyudi Sabtu ( 12/9/2026).

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa. Ayahanda almarhum diketahui merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun.

Karena itu, organisasi tersebut menyebut musibah yang menimpa keluarga almarhum menjadi duka dan keprihatinan bagi keluarga besar IPNU-IPPNU Madiun.

Selain memberikan dukungan moral kepada keluarga, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menegaskan bahwa sikap tersebut tidak hanya didasarkan pada kedekatan keluarga almarhum dengan organisasi.

Mereka juga menyatakan bahwa nilai kemanusiaan dan keadilan harus menjadi perhatian bersama dalam setiap kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

“Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan solidaritas dan dukungan moral kepada keluarga almarhum, khususnya kepada ayahanda almarhum yang merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun,” tambahnya.

Serda Ahmad Muzammul Farisa Diduga Dianiaya Senior

Sebelumnya, keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa meminta proses hukum atas kematian prajurit berusia 22 tahun tersebut dilakukan secara tegas.

Serda Ahmad Muzammul Farisa diketahui berdinas di Dinas Psikologi TNI AU (Dispsiau) Mabesau. Ia diduga meninggal setelah mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya di dalam kamar mess di lingkungan Mabes AU, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keluarga menyebut terdapat sejumlah luka pada tubuh korban sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), serta jajaran terkait mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Kami mohon kepada Pak Presiden Prabowo, Pak Kasau, juga Kadis Psikologi yang menjadi induk kantor anak saya, agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut sesuai hukum,” kata Toni saat ditemui di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Toni, keluarga sempat menerima informasi yang simpang siur mengenai penyebab kematian anaknya. Namun, berdasarkan informasi yang diterima keluarga setelah pemeriksaan medis dan keterangan saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi di mess.

Toni juga menyebut dugaan penganiayaan terjadi dalam dua waktu berbeda, yakni sekitar pukul 23.00 WIB dan berlanjut sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, terdapat empat orang yang diduga terlibat dan telah ditahan di Pomau.

Selain mendesak pengusutan kasus secara transparan, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan senioritas.

IPNU – IPPNU menilai tradisi disiplin tidak boleh bergeser menjadi tindakan kekerasan. Sistem pembinaan harus tetap menempatkan keselamatan, martabat, dan kemanusiaan sebagai prinsip utama.

“Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun percaya bahwa kebenaran harus ditegakkan, keadilan harus diperjuangkan, dan kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala kepentingan.” tutup Wahyudi. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebun Tebu di Brahu Ponorogo Terbakar, Puluhan Hektare Dilalap Api

    Kebun Tebu di Brahu Ponorogo Terbakar, Puluhan Hektare Dilalap Api

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda lahan tebu di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026) malam. Api dengan cepat membesar dan menjalar di tengah tanaman tebu yang kering. Kondisi angin yang berhembus turut membuat kobaran api meluas. Berdasarkan keterangan petugas di lokasi, lahan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Nonaktifkan Sementara Kabag Keuangan DPRD Usai Jadi Tersangka Korupsi 

    Pemkab Ponorogo Nonaktifkan Sementara Kabag Keuangan DPRD Usai Jadi Tersangka Korupsi 

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan memberhentikan sementara Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Ponorogo, Fuad Safrowi (FS). Hal itu pasca yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan (TP) pimpinan dan anggota DPRD Ponorogo tahun anggaran 2023–2026 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, mengatakan […]

    Bagikan
  • Sopir Mengantuk, Truk Hino Hantam 3 Motor di Tugu Pendekar Madiun, 1 Tewas Seketika

    Sopir Mengantuk, Truk Hino Hantam 3 Motor di Tugu Pendekar Madiun, 1 Tewas Seketika

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Simpang 5 Tugu Pendekar, tepatnya di Jalan S. Parman, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 05.15 WIB. Insiden ini melibatkan satu unit truk boks muatan air mineral dan tiga sepeda motor. Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia serta dua lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan data kepolisian, korban […]

    Bagikan
  • Absen 162 Hari, Bintara Polres Ponorogo Dipecat Tidak Hormat

    Absen 162 Hari, Bintara Polres Ponorogo Dipecat Tidak Hormat

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Seorang anggota Polres Ponorogo, BT, resmi diberhentikan secara tidak hormat dari institusi kepolisian setelah terbukti melakukan pelanggaran berat berupa desersi atau meninggalkan tugas dinas tanpa izin selama lebih dari lima bulan. Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap bintara berpangkat Brigadir Polisi itu digelar di halaman Mapolres Ponorogo, Kamis (15/5/2025). […]

    Bagikan
  • Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dijalankan di Madiun, Dua Dapur Siap Produksi

    Program Makan Bergizi Gratis Mulai Dijalankan di Madiun, Dua Dapur Siap Produksi

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto mulai direalisasikan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dua dapur MBG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, siap beroperasi dan mulai memproduksi makanan pada Mei ini. Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa […]

    Bagikan
  • Heboh Teror “Pocong Begal” di Ngawi, Polisi Pastikan Hoaks Tapi Minta Warga Tetap Waspada

    Heboh Teror “Pocong Begal” di Ngawi, Polisi Pastikan Hoaks Tapi Minta Warga Tetap Waspada

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Warga Kabupaten Ngawi sempat dibuat resah oleh beredarnya foto dan pesan berantai di media sosial maupun grup percakapan WhatsApp yang menyebut adanya aksi teror “pocong jadi-jadian” bersenjata tajam yang berkeliaran pada malam hingga dini hari. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya warga di wilayah Kecamatan Geneng, Gerih, […]

    Bagikan
expand_less