Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Alumni IPNU Madiun Desak Kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa Diusut Transparan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 338
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wahyudi meminta pengungkapan kematian Farisa secara transparan. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan sikap tegas tentang kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) asal Magetan yang diduga meninggal secara tidak wajar. Mereka mendesak proses penyelidikan dan penegakan hukum dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan.

Sikap tersebut disampaikan Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun Wahyudi, pihaknya menegaskan bahwa pengungkapan kasus harus dilakukan secara menyeluruh tanpa ada upaya menutup-nutupi fakta maupun menghilangkan bukti.

Selain itu, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan atau penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Majelis IPPNU menilai kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terlebih jika terjadi dalam lingkungan pendidikan, pembinaan, kedinasan, maupun institusi yang semestinya menjunjung tinggi disiplin, kehormatan, dan nilai kemanusiaan.

“Kami tidak bermaksud mendahului proses hukum ataupun memberikan vonis kepada pihak mana pun. Namun, kami berkepentingan agar kebenaran terungkap, keadilan ditegakkan, dan keluarga almarhum memperoleh kepastian serta rasa keadilan,” ucap Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun, Wahyudi Sabtu ( 12/9/2026).

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa. Ayahanda almarhum diketahui merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun.

Karena itu, organisasi tersebut menyebut musibah yang menimpa keluarga almarhum menjadi duka dan keprihatinan bagi keluarga besar IPNU-IPPNU Madiun.

Selain memberikan dukungan moral kepada keluarga, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menegaskan bahwa sikap tersebut tidak hanya didasarkan pada kedekatan keluarga almarhum dengan organisasi.

Mereka juga menyatakan bahwa nilai kemanusiaan dan keadilan harus menjadi perhatian bersama dalam setiap kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

“Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan solidaritas dan dukungan moral kepada keluarga almarhum, khususnya kepada ayahanda almarhum yang merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun,” tambahnya.

Serda Ahmad Muzammul Farisa Diduga Dianiaya Senior

Sebelumnya, keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa meminta proses hukum atas kematian prajurit berusia 22 tahun tersebut dilakukan secara tegas.

Serda Ahmad Muzammul Farisa diketahui berdinas di Dinas Psikologi TNI AU (Dispsiau) Mabesau. Ia diduga meninggal setelah mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya di dalam kamar mess di lingkungan Mabes AU, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keluarga menyebut terdapat sejumlah luka pada tubuh korban sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), serta jajaran terkait mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Kami mohon kepada Pak Presiden Prabowo, Pak Kasau, juga Kadis Psikologi yang menjadi induk kantor anak saya, agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut sesuai hukum,” kata Toni saat ditemui di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Toni, keluarga sempat menerima informasi yang simpang siur mengenai penyebab kematian anaknya. Namun, berdasarkan informasi yang diterima keluarga setelah pemeriksaan medis dan keterangan saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi di mess.

Toni juga menyebut dugaan penganiayaan terjadi dalam dua waktu berbeda, yakni sekitar pukul 23.00 WIB dan berlanjut sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, terdapat empat orang yang diduga terlibat dan telah ditahan di Pomau.

Selain mendesak pengusutan kasus secara transparan, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan senioritas.

IPNU – IPPNU menilai tradisi disiplin tidak boleh bergeser menjadi tindakan kekerasan. Sistem pembinaan harus tetap menempatkan keselamatan, martabat, dan kemanusiaan sebagai prinsip utama.

“Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun percaya bahwa kebenaran harus ditegakkan, keadilan harus diperjuangkan, dan kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala kepentingan.” tutup Wahyudi. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madiun periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Minggu (15/3/2026). Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kyai Haji Hasan Abdullah Sahal, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun. Acara ini […]

    Bagikan
  • Siapa Pejabat Eselon II yang Bakal Masuk Gerbong Mutasi Wali Kota Maidi ?

    Siapa Pejabat Eselon II yang Bakal Masuk Gerbong Mutasi Wali Kota Maidi ?

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tepat enam bulan setelah dilantik pada 20 Februari lalu, Wali Kota Madiun, Maidi, kini memiliki kewenangan penuh untuk melakukan mutasi pejabat di lingkup Pemkot Madiun. Per 21 Agustus 2025, dirinya tak lagi perlu menunggu persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Maidi menegaskan, rencana perombakan pejabat eselon […]

    Bagikan
  • Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    Alih Status Gunung Lawu Tak Ganggu Wisata, Pengelola Janjikan Kesepakatan Baru yang Adil

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perubahan status Gunung Lawu menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) bukan hanya membawa implikasi ekologis, tetapi juga memunculkan perhatian dari sektor pariwisata. Sebagian kawasan wisata alam yang selama ini dikelola Perhutani berada dalam area yang masuk rekomendasi Tahura. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa kegiatan wisata tidak akan terganggu, bahkan […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, Besek Bambu dari Magetan Makin Dicari

    Menjelang Idul Adha, Besek Bambu dari Magetan Makin Dicari

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, semangat dan aktivitas warga di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meningkat tajam. Desa ini tak sekadar bersiap menyambut hari besar keagamaan, namun juga menunjukkan denyut ekonomi yang hidup lewat sentra UMKM kerajinan anyaman bambunya. Desa Durenan dikenal sebagai penghasil besek, wadah tradisional dari bambu […]

    Bagikan
  • Jebakan Tikus Listrik Mematikan, Dua Petani di Magetan Jadi Korban

    Jebakan Tikus Listrik Mematikan, Dua Petani di Magetan Jadi Korban

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suyadi (53), buruh tani warga Desa Rejomulyo Kecamatan Barat Kabupaten Magetan meninggal dunia seketika setelah tersengat listrik dari jebakan tikus rakitan. Sementara Suprapto (44), pemilik sawah, mengalami luka bakar serius ketika berusaha menolong rekannya. Insiden itu terjadi pada Senin sore (02/06/2025). Berdasarkan keterangan Kapolsek Barat, Iptu Munif Setiyono, kedua pria […]

    Bagikan
  • Terjaring OTT, Ruang Kerja Bupati Hingga Sekda Ponorogo Disegel KPK

    Terjaring OTT, Ruang Kerja Bupati Hingga Sekda Ponorogo Disegel KPK

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel tiga ruangan di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono. Pantauan Sinergia di lapangan, penyegelan dilakukan di Gedung Pemerintahan lantai 8 Graha Krida Praja, yang merupakan salah satu pusat aktivitas […]

    Bagikan
expand_less