Pemprov Jatim Salurkan 341 Alsintan, Magetan Dapat 9 Unit untuk Dorong Produktivitas Pertanian
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- visibility 82
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani, termasuk di Kabupaten Magetan. Bantuan ini diarahkan untuk mendukung efisiensi proses budidaya sekaligus menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Heru Suseno mengatakan, pada 2026 Pemprov Jatim mengalokasikan 341 unit alsintan untuk sejumlah kabupaten/kota. Bantuan tersebut terdiri atas 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.
Menurut Heru, mekanisasi pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam mempertahankan produksi pangan Jawa Timur. Terlebih, Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap produksi pangan nasional, khususnya beras.
“Dengan alat dan mesin pertanian inilah yang kemudian bisa mempertahankan produksi dan meningkatkan produktivitas,” kata Heru.
Khusus untuk Kabupaten Magetan, Pemprov Jawa Timur memberikan sembilan unit alsintan yang digunakan untuk mendukung tahapan produksi mulai dari prapanen hingga pascapanen. Bantuan tersebut terdiri atas satu unit hand tractor singkal, dua unit kultivator, dua unit combine harvester besar, dua unit power thresher multiguna, serta dua unit corn sheller.
Sembilan unit alat tersebut diserahkan kepada sejumlah kelompok tani dan gabungan kelompok tani di Magetan. Hand tractor diberikan kepada Poktan Margo Utomo, sedangkan dua kultivator masing-masing untuk Kelompok Tani Sarakarang dan Kelompok Tani Mapan.
Selanjutnya, dua power thresher diberikan kepada Kelompok Tani Kerang dan Kelompok Tani Waduk. Dua combine harvester besar disalurkan kepada Gapoktan Sumber Rejeki dan Kelompok Tani Rukun Makmur 1. Sementara dua corn sheller diberikan kepada Kelompok Tani Sri Agung dan Kelompok Tani Sri Dadi.
Heru menjelaskan, penyaluran alsintan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Jawa Timur. Berdasarkan perhitungan sementara BPS yang dirilis 1 Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diproyeksikan mencapai 10,2 juta ton gabah kering giling (GKG) hingga November, meningkat dibandingkan produksi 2025 yang sekitar 9,8 juta ton GKG.

“Kita sudah swasembada pangan. Support terbesar itu dari Jawa Timur. Kontribusi pangan kita, terutama beras, sekitar 17 persen dan merupakan yang terbesar. Jadi alat mesin pertanian ini bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempertahankan swasembada pangan,” ujar Heru.
Produktivitas jagung juga menunjukkan peningkatan. Meski luas panen mengalami penurunan, produksi jagung Jawa Timur diperkirakan naik sekitar 0,67 persen, dari sekitar 4,2 juta ton menjadi 4,276 juta ton. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produksi pertanian ketika luas lahan panen tidak bertambah.
“Jagung ini walaupun luas panennya turun, tetapi produksinya meningkat dari tahun 2025. Dari 4,2 juta ton menjadi 4,276 juta ton. Itu menunjukkan bahwa produktivitas jagung di Jawa Timur ada peningkatan,” jelasnya.
Di Kabupaten Magetan, optimalisasi mekanisasi pertanian juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi padi. Kabupaten ini memiliki lahan baku sawah seluas 26.455 hektare. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan menargetkan luas tanam mencapai 73 ribu hektare sepanjang tahun ini. Target tersebut ditempuh melalui peningkatan indeks pertanaman dan program TMAS.
Dengan optimalisasi lahan dan dukungan mekanisasi pertanian, produksi padi Magetan ditargetkan mencapai sekitar 387.544 ton gabah kering giling.
Penyaluran alsintan diharapkan tidak hanya membantu kelompok tani mempercepat proses pengolahan lahan dan panen, tetapi juga menekan kehilangan hasil serta meningkatkan efisiensi usaha tani. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krs/Diez





