Berita Terkini
Trending Tags

Siswa SMP di Ngawi Nekat Bikin Mercon, Ibu Panggil Damkar untuk Beri Pembinaan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 248
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
petugas pemadam kebakaran memberikan pembinaan kepada siswa kelas SMP yang nekat meracik petasan di rumahnya. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Seorang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Paron di Kabupaten Ngawi menjadi perhatian publik setelah diketahui enggan berangkat sekolah dan justru sibuk meracik petasan di rumahnya. Aksi berbahaya itu membuat sang ibu panik dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk memberikan pembinaan pada Rabu (11/3/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terekam dalam video milik petugas Damkar. Dalam rekaman itu tampak petugas mendatangi rumah keluarga tersebut di Desa Jeblogan, Kecamatan Paron. Mereka memberikan edukasi kepada bocah berusia 13 tahun itu tentang risiko fatal dari meracik bahan peledak serta pentingnya mengikuti pendidikan formal.

Sang ibu, Darwati (48), mengaku sudah kewalahan menghadapi perilaku anaknya, Rehan Zaki Alrahmad. Ia mengatakan Rehan belakangan kerap membangkang dan menolak berangkat sekolah, bahkan lebih memilih membuat mercon di dalam rumah. Darwati menuturkan bahwa kekhawatirannya memuncak karena aktivitas tersebut sangat berbahaya.

“Awalnya saya kesal karena anak tidak mau sekolah dan malah bikin petasan. Karena takut terjadi sesuatu, saya panggil Damkar supaya anak saya dapat pengarahan dan sadar bahwa itu berbahaya,” ujarnya.

Petugas Damkar Kabupaten Ngawi memberikan nasihat dan berupaya membujuk Rehan agar berhenti membuat petasan. Bocah itu mengaku seluruh bahan dan gulungan kertas untuk mercon telah ia buang ke sumur pada pagi hari. Namun, ia tidak menjelaskan asal-usul bahan tersebut.

“Begitu mendapat laporan, kami datang untuk memberi nasihat soal bahaya mercon dan pentingnya sekolah. Bahan mercon yang sempat dibuat juga sudah dibuang oleh anak tersebut,” jelasnya.

Tak hanya Damkar, aparat dari Polsek Paron turut mendatangi rumah tersebut untuk memastikan tidak ada lagi bahan baku petasan dan memberikan pembinaan tambahan. Setelah mendapat pengarahan dari berbagai pihak, Rehan akhirnya berjanji akan kembali bersekolah dan tidak lagi membuat petasan. Petugas pun meninggalkan lokasi setelah memastikan situasi aman.

Kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat bahwa aktivitas membuat bahan peledak, seperti mercon, bukan hanya melanggar aturan tetapi juga sangat berisiko menyebabkan luka hingga kebakaran. Pendampingan dan komunikasi antara orang tua, sekolah, serta pihak berwenang menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    Harga Bahan Pokok Melonjak, Sambal Kacang Ikut “Pedas” Pedagang Kecil Tertekan

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga bahan baku kembali menghantam pelaku usaha mikro, khususnya penjual sambal pecel. Lonjakan harga komoditas seperti kacang tanah, cabai, hingga gula membuat biaya produksi meningkat tajam dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang. Berdasarkan pantauan, harga kacang tanah berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram, […]

    Bagikan
  • Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Nasib naas dialami Rifky Nur saat bermain dan mandi di DAM sungai Andong Desa Kecamatan Paron Ngawi bersama 2 rekannya Asyraf Khairul Azam (13), dan Dimas Subuh Pamungkas (11) pada Senin (12/05/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba arus semakin deres menyeret ketiga 3 remaja itu. 2 rekannya selamat namun tidak dengan […]

    Bagikan
  • Terjepit Harga Minyak Goreng, Pengrajin Lempeng Magetan Kurangi Isi dan Naikkan Harga Demi Bertahan

    Terjepit Harga Minyak Goreng, Pengrajin Lempeng Magetan Kurangi Isi dan Naikkan Harga Demi Bertahan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kenaikan harga minyak goreng curah kembali menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, para pengrajin kerupuk nasi atau lempeng mulai merasakan dampak signifikan akibat lonjakan biaya produksi yang terus meningkat. Harga minyak goreng curah yang sebelumnya berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per […]

    Bagikan
  • PWI Jatim dan PWI Magetan Gelar OKK, Perkuat Kompetensi Wartawan di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

    PWI Jatim dan PWI Magetan Gelar OKK, Perkuat Kompetensi Wartawan di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Magetan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) sebagai upaya memperkuat kompetensi, etika, dan profesionalisme wartawan di tengah perkembangan informasi digital yang semakin cepat. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Selasa (1/9/2026), tersebut diikuti 26 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti dari […]

    Bagikan
  • Satlantas Polres Ponorogo Belum Terapkan Tilang Sistem Poin, Masih Tunggu Arahan Polda Jatim

    Satlantas Polres Ponorogo Belum Terapkan Tilang Sistem Poin, Masih Tunggu Arahan Polda Jatim

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memberlakukan sistem tilang berbasis poin bagi pemegang Surat Izin Mengemudi (SIM) per Januari 2025. Setiap pemilik SIM akan mendapat jatah 12 poin, yang akan berkurang sesuai dengan jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Jika poin habis, SIM terancam dibekukan atau dicabut sementara. Namun, Kasatlantas […]

    Bagikan
  • Sabet Penghargaan Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Pemkot Madiun Terus Tingkatkan Inovasi

    Sabet Penghargaan Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Pemkot Madiun Terus Tingkatkan Inovasi

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pendidikan merupakan fondasi untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, terampil dan berdaya saing. Karenanya, Pemerintah Daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab penting dalam merencanakan, mengatur dan mengelola layanan pendidikan di wilayahnya. Hal itu bertujuan dalam mengembangkan kapasitas satuan pendidikan, literasi, numerasi, serta karakter peserta didik melalui sinergi program […]

    Bagikan
expand_less