Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Bayi Prematur Ditemukan di Kebun Belakang Rumah, Sang Ibu Berstatus Pelajar SMK

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 153
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi menyelidiki kasus bayi prematur yang ditemukan di kebun. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seorang bayi laki-laki yang baru dilahirkan ditemukan di sebuah kebun belakang rumah di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) pagi. Bayi tersebut diduga sengaja ditinggalkan setelah dilahirkan oleh ibunya yang masih berstatus pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK).

Bayi yang disebut lahir secara prematur itu ditemukan di bawah pohon randu di kebun yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah ibunya. Saat ditemukan, kondisi bayi relatif baik, tetapi membutuhkan penanganan medis intensif karena lahir prematur.

Kasi Humas Polres Magetan Iptu Indra Suprihatin mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah sang ibu mendatangi Puskesmas Sidorejo sekitar pukul 05.30 WIB dengan kondisi mengalami pendarahan pasca melahirkan. Ia datang dengan diantar kekasihnya.

Petugas medis yang mengetahui perempuan tersebut baru saja melahirkan kemudian menanyakan keberadaan bayinya. Dari keterangan sang ibu, bayi tersebut berada di kebun belakang rumah.

“Jadi bayi itu dilahirkan di tempat tidur rumahnya sendiri, lalu ditaruh ke kebun belakang rumah. Terus menghubungi pacarnya guna minta tolong diantar ke puskesmas karena mengalami pendarahan,” ujar Indra.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Petugas dari Polsubsektor Sidorejo bersama tenaga kesehatan desa mendatangi rumah ibu bayi untuk memastikan keberadaan bayi tersebut.

Petugas kemudian menemukan bayi di bawah pohon randu dan segera mengevakuasinya. Bayi dibawa ke Puskesmas Sidorejo untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan.

Kapolsubsektor Sidorejo Ipda Bakoh mengatakan, kondisi bayi ketika ditemukan dalam keadaan baik. Namun, karena lahir prematur, bayi tersebut harus mendapatkan pengawasan dan perawatan intensif.

“Alhamdulillah kondisi bayi baik. Namun karena memang lahir prematur sehingga membutuhkan penanganan intensif di RSUD dr. Sayidiman,” kata Bakoh.

Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan luka maupun cacat pada tubuh bayi. Sementara itu, sang ibu juga mendapatkan perawatan di RSUD dr. Sayidiman karena mengalami pendarahan dan kondisi medis setelah melahirkan.

Dalam penanganan kasus tersebut, Tim Inafis Polres Magetan bersama penyelidik Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan telah mendatangi lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi.

Indra mengatakan, sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut. Namun, penyidik belum dapat meminta keterangan langsung dari ibu bayi karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

“Sudah dimintai keterangan, tapi untuk ibu dari bayi itu belum bisa karena kadar darahnya rendah sekali, jadi masih perlu perawatan,” jelasnya.

Dari penyelidikan sementara, polisi menduga terdapat persoalan psikologis dan sosial yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Ibu bayi diduga merasa malu karena hamil di luar pernikahan sehingga setelah melahirkan memilih membawa bayinya ke kebun.

Meski demikian, polisi menegaskan dugaan motif tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Penyidik masih mendalami keterangan saksi, kondisi ibu dan bayi, serta rangkaian peristiwa sejak sebelum persalinan hingga bayi ditemukan.

“Motifnya diduga karena malu hamil di luar nikah, tapi hal itu masih kami dalami. Kondisi bayi maupun ibunya masih dalam perawatan di RSUD dr. Sayidiman,” ujar Indra.

Polisi juga belum menyampaikan kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Unit PPA Satreskrim Polres Magetan masih melakukan penyelidikan dengan memperhatikan kondisi ibu yang masih menjalani perawatan.

Bakoh menegaskan, prioritas aparat saat ini adalah memastikan keselamatan ibu dan bayi. Setelah kondisi keduanya memungkinkan, penyidik akan melanjutkan pemeriksaan untuk menentukan secara jelas kronologi, motif, serta status hukum perkara tersebut.

“Untuk sementara tugas kami mengamankan dan memberikan penanganan terlebih dahulu terhadap bayi dan ibu supaya kondisinya tertangani. Nanti hasil penyelidikan akan kami informasikan lebih lanjut,” tandasnya.

Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai kasus tersebut hingga proses penyelidikan selesai dan terdapat keterangan resmi dari penyidik. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Curanmor di Kota Madiun Terekam CCTV, 4 Orang Pelaku Terekam

    Aksi Curanmor di Kota Madiun Terekam CCTV, 4 Orang Pelaku Terekam

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Aksi curanmor yang terjadi di Kota Madiun pada Minggu dini hari, tepatnya pukul 00:18 WIB (26/1/2025) tersebar luas di media sosial. Kejadian ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di salah satu rumah warga. Nampak dalam rekaman terdapat 4 orang pelaku yang melancarkan aksinya. Pemilik Motor, Reny Andikasari […]

    Bagikan
  • Warga Perumahan Emerald Ponorogo Diresakan Anakan Ular Cobra di Pemukiman

    Warga Perumahan Emerald Ponorogo Diresakan Anakan Ular Cobra di Pemukiman

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Warga Perumahan Emerald, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, dibuat resah dengan keberadaan kawanan anak ular kobra jawa yang masuk ke area permukiman. Selama sepekan terakhir, warga telah menemukan sedikitnya enam ekor ular kobra di lingkungan perumahan tersebut. Dari jumlah tersebut, empat ekor anak kobra ditemukan dalam kondisi mati akibat dibunuh […]

    Bagikan
  • Lebih Senyap dan Modern, Ini Wajah Baru KA Bangunkarta dan Singasari yang Mulai Beroperasi

    Lebih Senyap dan Modern, Ini Wajah Baru KA Bangunkarta dan Singasari yang Mulai Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mulai pertengahan April 2026, pengalaman perjalanan kereta api dari wilayah Jawa Timur menuju Jakarta akan terasa berbeda. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menghadirkan rangkaian kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) pada dua layanan andalannya, yakni KA Bangunkarta dan KA Singasari. Perubahan ini efektif berlaku mulai 15 […]

    Bagikan
  • Bencana di Ponorogo Turun Drastis, BPBD Catat Penurunan Hampir 45 Persen

    Bencana di Ponorogo Turun Drastis, BPBD Catat Penurunan Hampir 45 Persen

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mencatat jumlah kejadian bencana sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun dikonfirmasi pada Kamis (8/1/2026), menyebutkan berdasarkan hasil kaji cepat, total bencana yang tercatat mencapai 186 kasus. “Dari jumlah itu, 100 kasus merupakan tanah longsor, 47 banjir, […]

    Bagikan
  • Kepala Daerah Terpilih bakal dilantik Presiden Prabowo pada 6 Februari

    Kepala Daerah Terpilih bakal dilantik Presiden Prabowo pada 6 Februari

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Mendagri Tito Karnavian bersama KPU, Bawaslu, DKPP dan Komisi II DPR RI telah menyetujui jadwal pelantikan kepala daerah tanpa sengketa Mahkamah Konstitusi (MK). DPR dan pemerintah sepakat pelantikan digelar pada 6 Februari. Termasuk pelantikan Bupati-Wakil Bupati Madiun terpilih dan Walikota-Wakil Walikota Madiun terpilih bakal dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal itu […]

    Bagikan
  • Enam Dapur Program MBG di Magetan Disuspend, Belum Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi

    Enam Dapur Program MBG di Magetan Disuspend, Belum Miliki Sertifikat Higiene Sanitasi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Magetan kembali menjadi sorotan. Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa dihentikan sementara operasionalnya setelah Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ketua Satgas MBG Magetan, Welly Kristanto, menyampaikan bahwa dari total sekitar 60 SPPG yang berjalan, enam […]

    Bagikan
expand_less