Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Bayi Prematur Ditemukan di Kebun Belakang Rumah, Sang Ibu Berstatus Pelajar SMK

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 143
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Polisi menyelidiki kasus bayi prematur yang ditemukan di kebun. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Seorang bayi laki-laki yang baru dilahirkan ditemukan di sebuah kebun belakang rumah di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) pagi. Bayi tersebut diduga sengaja ditinggalkan setelah dilahirkan oleh ibunya yang masih berstatus pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK).

Bayi yang disebut lahir secara prematur itu ditemukan di bawah pohon randu di kebun yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah ibunya. Saat ditemukan, kondisi bayi relatif baik, tetapi membutuhkan penanganan medis intensif karena lahir prematur.

Kasi Humas Polres Magetan Iptu Indra Suprihatin mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah sang ibu mendatangi Puskesmas Sidorejo sekitar pukul 05.30 WIB dengan kondisi mengalami pendarahan pasca melahirkan. Ia datang dengan diantar kekasihnya.

Petugas medis yang mengetahui perempuan tersebut baru saja melahirkan kemudian menanyakan keberadaan bayinya. Dari keterangan sang ibu, bayi tersebut berada di kebun belakang rumah.

“Jadi bayi itu dilahirkan di tempat tidur rumahnya sendiri, lalu ditaruh ke kebun belakang rumah. Terus menghubungi pacarnya guna minta tolong diantar ke puskesmas karena mengalami pendarahan,” ujar Indra.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Petugas dari Polsubsektor Sidorejo bersama tenaga kesehatan desa mendatangi rumah ibu bayi untuk memastikan keberadaan bayi tersebut.

Petugas kemudian menemukan bayi di bawah pohon randu dan segera mengevakuasinya. Bayi dibawa ke Puskesmas Sidorejo untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan.

Kapolsubsektor Sidorejo Ipda Bakoh mengatakan, kondisi bayi ketika ditemukan dalam keadaan baik. Namun, karena lahir prematur, bayi tersebut harus mendapatkan pengawasan dan perawatan intensif.

“Alhamdulillah kondisi bayi baik. Namun karena memang lahir prematur sehingga membutuhkan penanganan intensif di RSUD dr. Sayidiman,” kata Bakoh.

Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan luka maupun cacat pada tubuh bayi. Sementara itu, sang ibu juga mendapatkan perawatan di RSUD dr. Sayidiman karena mengalami pendarahan dan kondisi medis setelah melahirkan.

Dalam penanganan kasus tersebut, Tim Inafis Polres Magetan bersama penyelidik Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan telah mendatangi lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi.

Indra mengatakan, sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut. Namun, penyidik belum dapat meminta keterangan langsung dari ibu bayi karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

“Sudah dimintai keterangan, tapi untuk ibu dari bayi itu belum bisa karena kadar darahnya rendah sekali, jadi masih perlu perawatan,” jelasnya.

Dari penyelidikan sementara, polisi menduga terdapat persoalan psikologis dan sosial yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Ibu bayi diduga merasa malu karena hamil di luar pernikahan sehingga setelah melahirkan memilih membawa bayinya ke kebun.

Meski demikian, polisi menegaskan dugaan motif tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Penyidik masih mendalami keterangan saksi, kondisi ibu dan bayi, serta rangkaian peristiwa sejak sebelum persalinan hingga bayi ditemukan.

“Motifnya diduga karena malu hamil di luar nikah, tapi hal itu masih kami dalami. Kondisi bayi maupun ibunya masih dalam perawatan di RSUD dr. Sayidiman,” ujar Indra.

Polisi juga belum menyampaikan kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Unit PPA Satreskrim Polres Magetan masih melakukan penyelidikan dengan memperhatikan kondisi ibu yang masih menjalani perawatan.

Bakoh menegaskan, prioritas aparat saat ini adalah memastikan keselamatan ibu dan bayi. Setelah kondisi keduanya memungkinkan, penyidik akan melanjutkan pemeriksaan untuk menentukan secara jelas kronologi, motif, serta status hukum perkara tersebut.

“Untuk sementara tugas kami mengamankan dan memberikan penanganan terlebih dahulu terhadap bayi dan ibu supaya kondisinya tertangani. Nanti hasil penyelidikan akan kami informasikan lebih lanjut,” tandasnya.

Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai kasus tersebut hingga proses penyelidikan selesai dan terdapat keterangan resmi dari penyidik. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Motor Konsumen Raib di Depan Toko Bayi Madiun, Aksi Pelaku Terekam CCTV

    Motor Konsumen Raib di Depan Toko Bayi Madiun, Aksi Pelaku Terekam CCTV

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sebuah sepeda motor milik pelanggan toko perlengkapan bayi raib digondol maling saat diparkir di depan toko di Jalan Madiun-Surabaya, Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, pada Senin (14/07/2025) sore. Aksi pencurian terekam kamera pengawas (CCTV) dan dilakukan oleh seorang pria mengenakan jaket hitam. Salah satu karyawan toko, Fitri Nuryani, mengatakan […]

    Bagikan
  • Kisah Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Masjid di Ponorogo, Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

    Kisah Mbah Pamujo Tukang Servis Bedug Masjid di Ponorogo, Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana masjid dan musala biasanya semakin semarak dengan tabuhan bedug yang mengiringi lantunan takbir. Agar suaranya tetap nyaring saat malam takbiran, banyak pengurus tempat ibadah memperbaiki bedug mereka jauh-jauh hari sebelum Lebaran. Di Kabupaten Ponorogo, ada sosok lansia yang justru kebanjiran pesanan servis bedug setiap memasuki […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Ungkap Kasus Sabu, 11 Tersangka Diamankan

    Polres Magetan Ungkap Kasus Sabu, 11 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satresnarkoba Polres Magetan mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebanyak 11 tersangka diamankan dalam pengungkapan tersebut dengan barang bukti diduga sabu mencapai 1,63 gram bruto. Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan Satresnarkoba terhadap aktivitas […]

    Bagikan
  • Viral Kasus Daycare Yogyakarta, Dinsos PP-PA dan Dindik Kota Madiun Sidak dan Lakukan Pembinaan Daycare

    Viral Kasus Daycare Yogyakarta, Dinsos PP-PA dan Dindik Kota Madiun Sidak dan Lakukan Pembinaan Daycare

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyusul viralnya kasus dugaan permasalahan di Daycare di Yogyakarta, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP-PA) bersama Dinas Pendidikan Kota Madiun melakukan pemantauan langsung ke sejumlah tempat penitipan anak atau Daycare, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kasus serupa tidak terjadi di Kota Madiun. Selain pemantauan, petugas […]

    Bagikan
  • Temukan Kasus DBD, Dinkes Kota Madiun Gencarkan Fogging dan PSN

    Temukan Kasus DBD, Dinkes Kota Madiun Gencarkan Fogging dan PSN

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya mengendalikan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan Pemerintah Kota Madiun. BPBD bersama Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun melakukan fogging di lingkungan SDN 01 Kartoharjo serta kawasan Jalan Jayengan, Kartoharjo pada Kamis (27/11/2025). Langkah ini dilakukan setelah dua siswa SDN 01 Kartoharjo dan dua warga Jalan Jayengan dinyatakan positif […]

    Bagikan
  • Wagub Jatim Beri Atensi TPA Kaliabu Agar Jadi Prioritas Penanganan Era Pemerintahan Harmonis

    Wagub Jatim Beri Atensi TPA Kaliabu Agar Jadi Prioritas Penanganan Era Pemerintahan Harmonis

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Kaliabu, Kecamatan Mejayan menyita perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berharap pada Pemkab Madiun yang dinahkodai Bupati Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mampu mengatasi permasalahan gunung sampah di TPA Kaliabu yang kapasitasnya hampir overload.  Hal itu […]

    Bagikan
expand_less