Bayi Prematur Ditemukan di Kebun Belakang Rumah, Sang Ibu Berstatus Pelajar SMK
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Seorang bayi laki-laki yang baru dilahirkan ditemukan di sebuah kebun belakang rumah di Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026) pagi. Bayi tersebut diduga sengaja ditinggalkan setelah dilahirkan oleh ibunya yang masih berstatus pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK).
Bayi yang disebut lahir secara prematur itu ditemukan di bawah pohon randu di kebun yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah ibunya. Saat ditemukan, kondisi bayi relatif baik, tetapi membutuhkan penanganan medis intensif karena lahir prematur.
Kasi Humas Polres Magetan Iptu Indra Suprihatin mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah sang ibu mendatangi Puskesmas Sidorejo sekitar pukul 05.30 WIB dengan kondisi mengalami pendarahan pasca melahirkan. Ia datang dengan diantar kekasihnya.
Petugas medis yang mengetahui perempuan tersebut baru saja melahirkan kemudian menanyakan keberadaan bayinya. Dari keterangan sang ibu, bayi tersebut berada di kebun belakang rumah.
“Jadi bayi itu dilahirkan di tempat tidur rumahnya sendiri, lalu ditaruh ke kebun belakang rumah. Terus menghubungi pacarnya guna minta tolong diantar ke puskesmas karena mengalami pendarahan,” ujar Indra.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian. Petugas dari Polsubsektor Sidorejo bersama tenaga kesehatan desa mendatangi rumah ibu bayi untuk memastikan keberadaan bayi tersebut.
Petugas kemudian menemukan bayi di bawah pohon randu dan segera mengevakuasinya. Bayi dibawa ke Puskesmas Sidorejo untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD dr. Sayidiman Magetan.
Kapolsubsektor Sidorejo Ipda Bakoh mengatakan, kondisi bayi ketika ditemukan dalam keadaan baik. Namun, karena lahir prematur, bayi tersebut harus mendapatkan pengawasan dan perawatan intensif.
“Alhamdulillah kondisi bayi baik. Namun karena memang lahir prematur sehingga membutuhkan penanganan intensif di RSUD dr. Sayidiman,” kata Bakoh.
Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan luka maupun cacat pada tubuh bayi. Sementara itu, sang ibu juga mendapatkan perawatan di RSUD dr. Sayidiman karena mengalami pendarahan dan kondisi medis setelah melahirkan.
Dalam penanganan kasus tersebut, Tim Inafis Polres Magetan bersama penyelidik Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan telah mendatangi lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan saksi.
Indra mengatakan, sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut. Namun, penyidik belum dapat meminta keterangan langsung dari ibu bayi karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.
“Sudah dimintai keterangan, tapi untuk ibu dari bayi itu belum bisa karena kadar darahnya rendah sekali, jadi masih perlu perawatan,” jelasnya.
Dari penyelidikan sementara, polisi menduga terdapat persoalan psikologis dan sosial yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Ibu bayi diduga merasa malu karena hamil di luar pernikahan sehingga setelah melahirkan memilih membawa bayinya ke kebun.
Meski demikian, polisi menegaskan dugaan motif tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Penyidik masih mendalami keterangan saksi, kondisi ibu dan bayi, serta rangkaian peristiwa sejak sebelum persalinan hingga bayi ditemukan.
“Motifnya diduga karena malu hamil di luar nikah, tapi hal itu masih kami dalami. Kondisi bayi maupun ibunya masih dalam perawatan di RSUD dr. Sayidiman,” ujar Indra.
Polisi juga belum menyampaikan kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Unit PPA Satreskrim Polres Magetan masih melakukan penyelidikan dengan memperhatikan kondisi ibu yang masih menjalani perawatan.
Bakoh menegaskan, prioritas aparat saat ini adalah memastikan keselamatan ibu dan bayi. Setelah kondisi keduanya memungkinkan, penyidik akan melanjutkan pemeriksaan untuk menentukan secara jelas kronologi, motif, serta status hukum perkara tersebut.
“Untuk sementara tugas kami mengamankan dan memberikan penanganan terlebih dahulu terhadap bayi dan ibu supaya kondisinya tertangani. Nanti hasil penyelidikan akan kami informasikan lebih lanjut,” tandasnya.
Polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai kasus tersebut hingga proses penyelidikan selesai dan terdapat keterangan resmi dari penyidik. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





