Terra Farm Hadirkan Wisata Petik Melon di Ponorogo, Tawarkan Tiga Varietas dengan Harga Rp30 Ribu per Kilogram
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kalau sedang cuaca panas seperti saat ini, paling cocok menikmati buah melon yang manis dan segar. Nah, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, kini hadir wisata petik melon yang menawarkan pengalaman memetik buah langsung dari kebun.
Wisata tersebut berada di Terra Farm, Jalan Seloaji, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Ponorogo. Mulai dibuka pada Sabtu (10/10/2026), tempat ini menawarkan konsep open farm yang memadukan rekreasi dengan edukasi pertanian.
Di dalam area budidaya, pengunjung dapat melihat langsung tanaman melon yang tumbuh di lahan berukuran 16 x 48 meter. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 2.020 batang melon yang dibudidayakan di lokasi tersebut.
Menariknya, Terra Farm menanam tiga varietas melon, yakni Luna, Milk Chamoe, dan Hwangmi. Ketiga varietas ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal beragam jenis melon sekaligus menikmati sensasi memetik buah langsung dari tanaman.
Salah satu pengunjung, Sri Wahyuningsih, menilai wisata petik melon tersebut sangat bagus dan inspiratif. Menurutnya, konsep ini tidak hanya menjadi pilihan rekreasi, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, terutama untuk mengenalkan dunia pertanian kepada masyarakat.
Ia mengaku tertarik mencoba varietas melon yang belum pernah dicicipinya, khususnya Milk Chamoe, yang menurutnya memiliki cita rasa manis dan segar.
“Ini sangat bagus untuk edukasi dan sangat inspiratif. Saya ingin mencoba varian baru dari melon, terutama Milk Chamoe, karena rasanya enak, manis, dan segar,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Terra Farm, Alim Nor Faizi, mengatakan wisata petik melon tersebut merupakan pengalaman pertama yang dikembangkannya. Untuk sementara, ia memilih membuka kebunnya bagi masyarakat melalui konsep open farm.
Inisiatif tersebut berangkat dari keinginannya untuk menambah pilihan destinasi wisata di Ponorogo. Menurutnya, potensi wisata daerah tidak hanya bertumpu pada kekayaan seni dan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan melalui sektor pertanian dan perkebunan.
“Ini baru pertama kali. Untuk penjualan sementara menggunakan konsep open farm. Saya berinisiatif agar Ponorogo mempunyai kekayaan wisata yang tidak hanya budaya, tetapi juga perkebunan,” kata Alim.
Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang melon hasil petikan, Terra Farm mematok harga Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut berlaku untuk ketiga varietas melon yang tersedia.
Kehadiran Terra Farm diharapkan dapat menjadi alternatif wisata baru di Ponorogo, sekaligus memperkenalkan potensi pertanian lokal kepada masyarakat. Selain menikmati buah segar, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman berbeda dengan melihat langsung budidaya melon di lingkungan perkebunan.
Dengan konsep rekreasi dan edukasi, wisata petik melon ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu bersama keluarga sambil mengenal lebih dekat dunia pertanian. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krs/Diez





