Atlet Muda Berlatih Ski Air di Sarangan, Wisatawan Dapat Tontonan Baru
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kini memiliki daya tarik baru. Tak hanya menawarkan wisata perahu dan panorama alam pegunungan, telaga andalan Magetan ini mulai diramaikan aktivitas olahraga ski air yang menjadi bagian dari persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 di Ngawi.
Di tengah udara sejuk dan hamparan air telaga, sejumlah pelajar tampak berlatih menjaga keseimbangan di atas papan ski yang ditarik perahu motor. Beberapa kali terjatuh ke air tak menyurutkan semangat mereka untuk kembali mencoba. Bagi sebagian atlet, ski air bahkan menjadi pengalaman olahraga baru yang menantang sekaligus membuka peluang meraih prestasi.
Pengurus Cabang Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Magetan, Imam Subeki, mengatakan latihan tersebut difokuskan untuk mempersiapkan atlet menghadapi Popda 2026. Dalam jangka panjang, pembinaan juga diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.
“Untuk jangka pendek, kami mempersiapkan anak-anak agar bisa bertanding di Popda 2026 di Ngawi. Jangka panjangnya, nanti menuju Porprov 2027 di Surabaya,” ujar Imam.
Menurut dia, Telaga Sarangan dipilih karena memiliki kondisi perairan yang mendukung untuk latihan ski air. Dukungan komunitas perahu serta keberadaan sejumlah atlet yang pernah mengikuti kejuaraan juga menjadi modal penting dalam mengembangkan olahraga tersebut di Magetan.
Selain menjadi tempat pembinaan, pelatihan ini diharapkan dapat memperkenalkan ski air kepada masyarakat sekaligus menambah pilihan atraksi wisata di Telaga Sarangan.
Imam mengungkapkan, kehadiran para atlet saat berlatih mulai menarik perhatian pengunjung. Wisatawan yang biasanya menikmati telaga dengan berkeliling menggunakan perahu kini memiliki tontonan baru berupa aksi atlet yang berusaha meluncur di atas air.
“Wisatawan penasaran karena ternyata Magetan juga punya olahraga ski air. Jadi, selain untuk latihan, kegiatan ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Sarangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari paguyuban perahu di Telaga Sarangan. Dukungan itu diharapkan dapat menunjang kelancaran latihan sekaligus menciptakan ruang bagi pengembangan olahraga air di kawasan wisata tersebut.

PSAWI Magetan menyiapkan sembilan atlet dari sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK. Para pelajar tersebut memiliki latar belakang kemampuan yang berbeda. Sebagian sudah pernah mengikuti kejuaraan tingkat provinsi, sementara lainnya baru mengenal ski air.
Perbedaan pengalaman itu menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembinaan. Para atlet harus beradaptasi dengan teknik meluncur, menjaga keseimbangan tubuh, mengendalikan posisi tangan, serta mempertahankan kestabilan saat ditarik perahu.
Dalam persiapan kompetisi, pelatih juga akan mengarahkan atlet sesuai nomor yang dipertandingkan, antara lain slalom, trick, dan wakeboard, termasuk nomor overall serta kategori individu maupun beregu sesuai ketentuan lomba.
Imam mengatakan, pemetaan kemampuan dilakukan agar setiap atlet mendapatkan latihan yang sesuai dengan potensinya. Dengan begitu, peluang untuk bersaing dalam kejuaraan diharapkan semakin terbuka.
Bagi para pelajar yang baru mencoba, tantangan terbesar bukan sekadar keberanian masuk ke air. Mereka juga harus mengatasi rasa takut, menjaga keseimbangan, dan membangun kekuatan tangan agar mampu bertahan di atas papan ski.
Kanaya Widi Aprila, Virial Aqila Nawa Kanzafani, dan Ata Calya Aderatna, para atlet pelajar yang mengikuti latihan, mengaku tertarik mencoba ski air karena ingin merasakan pengalaman olahraga yang berbeda.
Mereka tak menampik sempat merasa takut, terutama khawatir tenggelam atau kesulitan mengendalikan tubuh ketika ditarik perahu. Namun, pengalaman terjatuh berkali-kali justru menjadi bagian dari proses belajar yang ingin mereka lalui.
“Kesulitannya menjaga keseimbangan dan kekuatan tangan. Awalnya takut tenggelam, tetapi tidak kapok. Ingin terus mencoba,” ungkap mereka.
Latihan dilakukan melalui dua tahapan, yakni latihan kering untuk meningkatkan kondisi fisik dan latihan basah langsung di telaga. Pada tahap awal, atlet belajar dari posisi jongkok sebelum berusaha berdiri dengan stabil di atas papan.
Meski masih dalam tahap adaptasi, para atlet mulai melihat ski air sebagai peluang untuk mengukir prestasi. Mereka berharap dapat menguasai teknik dasar dan tampil maksimal saat mengikuti Popda 2026.
Kehadiran latihan ski air juga mendapat sambutan positif dari wisatawan. Rini Gunawati, salah seorang pengunjung Telaga Sarangan, menilai aktivitas tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kunjungan sebelumnya.
Menurut Rini, selama ini wisatawan lebih banyak menikmati pemandangan telaga atau berkeliling menggunakan perahu. Kehadiran atlet ski air menghadirkan tontonan baru yang membuat suasana wisata semakin menarik.
“Biasanya saya ke sini tidak ada tontonan seperti ini. Sekarang ada olahraga ski air, jadi lebih menarik. Saya senang melihat anak-anak berlatih karena olahraga seperti ini jarang saya lihat di Magetan,” tutur Rini.
Ia bahkan mengaku tertarik mencoba olahraga tersebut, meski menyadari ski air membutuhkan keberanian dan kemampuan khusus.
Pengembangan ski air di Telaga Sarangan pun membuka peluang untuk mempertemukan dua potensi sekaligus, yakni pembinaan atlet pelajar dan penguatan daya tarik wisata. Namun, keberlanjutan latihan, peningkatan kemampuan atlet, serta pengelolaan keselamatan di kawasan perairan menjadi faktor penting agar kegiatan ini dapat berkembang.
Dengan persiapan menuju Popda 2026 dan target jangka panjang ke Porprov Jawa Timur 2027, Telaga Sarangan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai salah satu ruang tumbuhnya prestasi olahraga air di Magetan. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krs/Diez





