Strategi Pemkab Madiun Putar Roda Ekonomi Desa, Borong 1.000 Nasi Bungkus Warung Warga
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 89
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Ada pemandangan menarik dalam gelaran Bakti Harmoni Madiun Bersih Sehat dan Sejahtera (Bahana Bersahaja) 2026 di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Rabu (13/5/2026). Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.000 porsi nasi bungkus dibagikan gratis untuk warga yang mengikuti kerja bakti.
Menariknya, ribuan nasi bungkus tersebut bukan dipesan dari katering besar atau vendor ternama, melainkan diborong langsung dari warung-warung kecil milik warga setempat.
Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM) Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan perputaran uang tetap berada di lingkup desa lokasi acara.
“Kami sediakan 1.000 nasi bungkus gratis di setiap titik. Sengaja kami tidak pakai satu vendor besar, tapi kami pesan dari warung makan milik warga sekitar. Tujuannya jelas, agar ekonomi warga setempat ikut berputar,” ujar Indra saat ditemui di lokasi acara, Rabu (13/5/2026).

Penyediaan konsumsi massal ini menjadi satu dari enam layanan unggulan yang dibawa Disperdagkop UM dalam rangkaian program Bahana Bersahaja tahun 2026 yang rencananya akan menyisir 11 lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
Selain urusan logistik, Indra menjelaskan bahwa pihaknya membawa “kantor pelayanan” langsung ke tengah masyarakat melalui tiga bidang utama.
Selain nasi bungkus, terdapat Bazar UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan lokal. Produk yang dipajang pun bukan sembarangan, melainkan hasil kurasi dan pendampingan intensif selama dua bulan.
“Pendampingan meliputi aspek legalitas, kualitas pengemasan (packaging), hingga desain agar produk desa bisa bersaing di pasar luas,” tambah Indra.
Tak hanya itu, disediakan pula layanan Inkubasi Bisnis bagi pelaku usaha yang ingin berkonsultasi mengenai cara mengembangkan skala usaha atau “naik kelas”.
Guna menjaga daya beli masyarakat, Pemkab Madiun menggelar Operasi Pasar Murah. Warga bisa mendapatkan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang putih, hingga telur dengan subsidi harga dari Pemerintah Daerah hingga 30 persen.
Terdapat juga layanan Tera Ulang bagi pedagang pasar atau pemilik toko kelontong di desa. Layanan ini memastikan alat timbang dan takar (UTTP) milik pedagang tetap akurat sesuai standar.
Bagi perangkat desa atau warga yang ingin mendirikan koperasi, Disperdagkop UM membuka Klinik Bisnis Koperasi. Layanan ini memberikan edukasi teknis mengenai tata cara pembentukan hingga pengelolaan Koperasi Desa Mandiri (KDM).
Komitmen Berkelanjutan
Program Bahana Bersahaja 2026 ini diharapkan menjadi pemantik kemandirian ekonomi desa di Kabupaten Madiun. Dengan mengkombinasikan bantuan sosial, layanan birokrasi, dan pemberdayaan ekonomi. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





