Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 323
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menetapkan puluhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh sebagai dasar penanganan terpadu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tertanggal 14 Januari 2026, lebih dari 18.000 warga tercatat tinggal di kawasan kumuh dengan total luas mencapai 282,48 hektare dari keseluruhan wilayah Magetan seluas 688,85 km².

Data tersebut menunjukkan, kawasan kumuh tersebar di 26 lokasi utama yang mencakup 133 titik RT/RW di 25 desa/kelurahan dan 11 kecamatan. Sebaran wilayah meliputi Kecamatan Barat, Karangrejo, Karas, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, hingga Takeran.

Dalam dokumen resmi tersebut, klasifikasi kekumuhan dibagi menjadi tiga kategori, yakni kumuh ringan (nilai 16–37), kumuh sedang (38–59), dan kumuh berat (60–80). Namun, seluruh kawasan yang terdata di Magetan saat ini masih berada pada kategori kumuh ringan dan sedang, tanpa ditemukan kawasan dengan status kumuh berat.

Sebaran lokasi menunjukkan variasi luas yang cukup signifikan, mulai dari hanya 0,01 hektare hingga lebih dari 5 hektare per titik. Bahkan, beberapa kawasan memiliki luasan jauh lebih besar, seperti Baluk di Kecamatan Karangrejo yang mencapai lebih dari 21 hektare, serta kawasan Kampung Madinah di Kecamatan Karas yang juga memiliki cakupan luas dan jumlah penduduk cukup tinggi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Magetan, Eko Muryanto, menjelaskan penilaian tingkat kekumuhan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama, di antaranya kondisi bangunan gedung, kualitas jalan lingkungan, akses air minum, sistem drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, hingga proteksi kebakaran.

“Masih pada tingkat kumuh ringan dan sedang. Jangan sampai ada kumuh berat di Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Hasil kajian dalam dokumen juga mengungkap persoalan mendasar yang masih mendominasi di kawasan kumuh. Di antaranya adalah buruknya pengelolaan persampahan, keterbatasan akses air bersih, serta minimnya sarana proteksi kebakaran. Bahkan di sejumlah lokasi, seluruh rumah tangga tercatat belum memiliki sistem pengelolaan sampah sesuai standar teknis.

Selain itu, permasalahan drainase dan sanitasi juga menjadi faktor utama penyebab kekumuhan. Banyak kawasan mengalami genangan akibat sistem drainase yang tidak memadai, serta rendahnya kualitas pengelolaan air limbah domestik yang berdampak pada kesehatan lingkungan.

Adapun 26 kawasan kumuh yang telah ditetapkan meliputi Tebon (Barat), Baluk (Karangrejo), Kampung Madinah At Taqwim, Al Fatah, dan Al Mutaqin (Karas), Kawedanan, Rejosari, Sampung (Kawedanan), Kedungpanji, Lembeyan Kulon dan Wetan (Lembeyan), Jenang Candi Mageti, Kali Bebek, Jurangmangu, Sukowinangun (Magetan), Gulun, Kraton, Pesu, Sugihwaras (Maospati), Ngariboyo, Panekan, Ngancar, Plaosan, Sarangan, Sumberagung, serta Gerbang Tenggara di Kecamatan Takeran.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan penetapan kawasan kumuh ini menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan penanganan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Ini wujud komitmen kami untuk mengidentifikasi dan menangani kawasan kumuh secara terencana, terarah, terukur, terpadu, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui penetapan ini, Pemkab Magetan diharapkan dapat memprioritaskan peningkatan kualitas permukiman, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan layanan air bersih dan sanitasi, hingga penguatan sistem pengelolaan lingkungan demi menciptakan kawasan hunian yang layak dan sehat bagi masyarakat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Dies

Rekomendasi Untuk Anda

  • Debit Air Bendungan Sangiran Surut, Petani Manfaatkan Untuk Tanam Padi dan Jagung

    Debit Air Bendungan Sangiran Surut, Petani Manfaatkan Untuk Tanam Padi dan Jagung

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kemarau panjang tak hanya membuat lahan pertanian di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kekurangan air. Surutnya Bendungan Sangiran di Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, justru dimanfaatkan sejumlah petani untuk menanam padi dan jagung di area yang biasanya terendam air. Seperti yang terpantau pada Kamis (10/9/2026). Sebagian besar area bendungan telah berubah menjadi hamparan […]

    Bagikan
  • Museum Transit di Ponorogo, Pamerkan Artefak Cagar Budaya

    Museum Transit di Ponorogo, Pamerkan Artefak Cagar Budaya

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ponorogo sangat kental akan sejarah dan kebudayaan. Jadi tidak heran jika banyak ditemukan benda-benda atau artefak peninggalan sejarah di Kota Reog ini. Seperti artefak-artefak yang tersimpan di balai penyelamatan yang berada di bekas Gedung SDN Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Ponorogo. Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sekitar 50 artefak yang telah dikumpulkan. […]

    Bagikan
  • Ibu dan Balita Jadi Korban, Tabrakan 2 Motor di Ponorogo Bikin Warga Panik

    Ibu dan Balita Jadi Korban, Tabrakan 2 Motor di Ponorogo Bikin Warga Panik

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Insinyur Juanda, Kelurahan Tonatan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang ibu muda, Yuni Melawati (28), warga Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, mengalami luka setelah motor yang dikendarainya bertabrakan dengan pengendara lain. Peristiwa tersebut juga melibatkan anak […]

    Bagikan
  • Kuda-Kuda Atap 3 Ruang Kelas SMPN 1 Ngariboyo Roboh, Diduga Kayu Rapuh

    Kuda-Kuda Atap 3 Ruang Kelas SMPN 1 Ngariboyo Roboh, Diduga Kayu Rapuh

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Magetan perlu dilakukan pengecekan. Pasalnya, banyak ditemukan gedung sekolah mengalami kerusakan hingga tidak layak di gunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 1 Ngariboyo yang berada di Jalan Karas – Ngariboyo Kabupaten Magetan. Tidak ada angin tidak ada hujan, kuda-kuda di […]

    Bagikan
  • DKPP Madiun Lakukan Pemeriksaan Hewan, Fokus Pada Organ Dalam Hewan Kurban

    DKPP Madiun Lakukan Pemeriksaan Hewan, Fokus Pada Organ Dalam Hewan Kurban

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriyah, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun intensif melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah titik pemotongan dan penjualan hewan. Salah satu lokasi yang disambangi tim adalah tempat pemotongan hewan milik warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, pada Jumat (06/06/2025). Tim Dokter dari DKPP […]

    Bagikan
  • Langkah Hukum PSHT Pusat Madiun Menguat, Soroti Munas IPSI hingga Legitimasi Sepihak

    Langkah Hukum PSHT Pusat Madiun Menguat, Soroti Munas IPSI hingga Legitimasi Sepihak

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menegaskan akan menempuh langkah hukum tegas dalam menghadapi polemik sengketa kepengurusan yang masih berlangsung. Upaya ini mencakup pelaporan pidana hingga gugatan di pengadilan, menyusul berbagai klaim sepihak dan gangguan terhadap aktivitas organisasi di lapangan. Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun, Maryano, menyatakan […]

    Bagikan
expand_less