Berita Terkini
Trending Tags

18 Ribu Warga Magetan Tinggal di Kawasan Kumuh, Pemkab Tetapkan 26 Lokasi Prioritas Penanganan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 225
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menetapkan puluhan kawasan perumahan dan permukiman kumuh sebagai dasar penanganan terpadu. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Magetan Nomor 100.3.4.2/6/Kept./403.013/2026 tertanggal 14 Januari 2026, lebih dari 18.000 warga tercatat tinggal di kawasan kumuh dengan total luas mencapai 282,48 hektare dari keseluruhan wilayah Magetan seluas 688,85 km².

Data tersebut menunjukkan, kawasan kumuh tersebar di 26 lokasi utama yang mencakup 133 titik RT/RW di 25 desa/kelurahan dan 11 kecamatan. Sebaran wilayah meliputi Kecamatan Barat, Karangrejo, Karas, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Maospati, Ngariboyo, Panekan, Plaosan, hingga Takeran.

Dalam dokumen resmi tersebut, klasifikasi kekumuhan dibagi menjadi tiga kategori, yakni kumuh ringan (nilai 16–37), kumuh sedang (38–59), dan kumuh berat (60–80). Namun, seluruh kawasan yang terdata di Magetan saat ini masih berada pada kategori kumuh ringan dan sedang, tanpa ditemukan kawasan dengan status kumuh berat.

Sebaran lokasi menunjukkan variasi luas yang cukup signifikan, mulai dari hanya 0,01 hektare hingga lebih dari 5 hektare per titik. Bahkan, beberapa kawasan memiliki luasan jauh lebih besar, seperti Baluk di Kecamatan Karangrejo yang mencapai lebih dari 21 hektare, serta kawasan Kampung Madinah di Kecamatan Karas yang juga memiliki cakupan luas dan jumlah penduduk cukup tinggi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Magetan, Eko Muryanto, menjelaskan penilaian tingkat kekumuhan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama, di antaranya kondisi bangunan gedung, kualitas jalan lingkungan, akses air minum, sistem drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, hingga proteksi kebakaran.

“Masih pada tingkat kumuh ringan dan sedang. Jangan sampai ada kumuh berat di Kabupaten Magetan,” ujarnya.

Hasil kajian dalam dokumen juga mengungkap persoalan mendasar yang masih mendominasi di kawasan kumuh. Di antaranya adalah buruknya pengelolaan persampahan, keterbatasan akses air bersih, serta minimnya sarana proteksi kebakaran. Bahkan di sejumlah lokasi, seluruh rumah tangga tercatat belum memiliki sistem pengelolaan sampah sesuai standar teknis.

Selain itu, permasalahan drainase dan sanitasi juga menjadi faktor utama penyebab kekumuhan. Banyak kawasan mengalami genangan akibat sistem drainase yang tidak memadai, serta rendahnya kualitas pengelolaan air limbah domestik yang berdampak pada kesehatan lingkungan.

Adapun 26 kawasan kumuh yang telah ditetapkan meliputi Tebon (Barat), Baluk (Karangrejo), Kampung Madinah At Taqwim, Al Fatah, dan Al Mutaqin (Karas), Kawedanan, Rejosari, Sampung (Kawedanan), Kedungpanji, Lembeyan Kulon dan Wetan (Lembeyan), Jenang Candi Mageti, Kali Bebek, Jurangmangu, Sukowinangun (Magetan), Gulun, Kraton, Pesu, Sugihwaras (Maospati), Ngariboyo, Panekan, Ngancar, Plaosan, Sarangan, Sumberagung, serta Gerbang Tenggara di Kecamatan Takeran.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan penetapan kawasan kumuh ini menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan penanganan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Ini wujud komitmen kami untuk mengidentifikasi dan menangani kawasan kumuh secara terencana, terarah, terukur, terpadu, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui penetapan ini, Pemkab Magetan diharapkan dapat memprioritaskan peningkatan kualitas permukiman, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan layanan air bersih dan sanitasi, hingga penguatan sistem pengelolaan lingkungan demi menciptakan kawasan hunian yang layak dan sehat bagi masyarakat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Dies

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berebut Uang Koin di Grebeg Maulid, Tradisi Warga Kedondong Madiun yang Bertahan Lintas Generasi

    Berebut Uang Koin di Grebeg Maulid, Tradisi Warga Kedondong Madiun yang Bertahan Lintas Generasi

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Ratusan warga memadati halaman rumah sesepuh Dusun Sukorejo, Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Selasa (25/8/2026). Mereka antusias mengikuti tradisi Grebeg Maulid dengan berebut uang koin yang disebar serta gunungan jajan. Tradisi tahunan ini digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga dari berbagai kalangan bahkan rela datang dari desa-desa sekitar […]

    Bagikan
  • Usai Lantik 138 Pejabat, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT KPK

    Usai Lantik 138 Pejabat, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Terjaring OTT KPK

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Usai kabar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), kondisi rumah dinas Pringgitan pada Jumat (07/11/2025) malam tampak lengang. Padahal, siang tadi, Sugiri baru saja melakukan mutasi besar-besaran terhadap 138 jabatan aparatur sipil negara (ASN). Mutasi tersebut menyasar pejabat mulai tingkat Kepala OPD, Sekretaris, […]

    Bagikan
  • Stasiun Madiun Layani 140.200 Penumpang Selama Libur Sekolah 2026

    Stasiun Madiun Layani 140.200 Penumpang Selama Libur Sekolah 2026

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Stasiun Madiun melayani 140.200 penumpang selama masa libur sekolah yang berlangsung pada 19 Juni hingga 12 Juli 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 68.992 penumpang berangkat dan 71.208 penumpang tiba. Secara keseluruhan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat 428.588 penumpang selama periode tersebut, terdiri atas 211.219 […]

    Bagikan
  • Petugas Gabungan Evakuasi Batu Jumbo Timpa Rumah di Slahung

    Petugas Gabungan Evakuasi Batu Jumbo Timpa Rumah di Slahung

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo Minggu (23/2/2025) meninjau batu berukuran jumbo jatuh dari tebing setinggi 50 meter yang longsor menimpa rumah milik Sunarto di Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Sabtu (22/02/2025) kemarin. Batu tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah. Polres dan BPBD Ponorogo kini fokus pada pemecahan batu tersebut […]

    Bagikan
  • Petisi Daring Desak APBD Magetan Lebih Pro Rakyat, DPRD Diberi Tenggat 10 Hari

    Petisi Daring Desak APBD Magetan Lebih Pro Rakyat, DPRD Diberi Tenggat 10 Hari

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dorongan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan berpihak pada masyarakat kecil semakin nyaring terdengar. Sejak 4 September 2025, sebuah petisi daring bertajuk “Kawal Pembahasan Perubahan APBD Magetan untuk Lebih Pro Rakyat” ramai mendapat perhatian publik. Petisi tersebut digagas oleh Agus Pujiono, anggota Forum Rumah Keterbukaan Informasi dan Transparansi […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Geser Penugasan 450 Guru dan PPPK, Jarak Kerja Dipangkas Demi Hemat BBM

    Pemkab Madiun Geser Penugasan 450 Guru dan PPPK, Jarak Kerja Dipangkas Demi Hemat BBM

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai menerapkan kebijakan penugasan yang mendekatkan lokasi kerja dengan domisili bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Langkah ini dilakukan untuk menekan pengeluaran bahan bakar minyak (BBM), meningkatkan kesejahteraan aparatur, sekaligus mendongkrak kualitas layanan pendidikan. Kebijakan tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyerahan surat tugas […]

    Bagikan
expand_less