Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026 Dorong Sinergi Enam Daerah dan Penguatan Ekonomi Kreatif
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Paguyuban Pawitandirogo yang terdiri dari Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo menggelar Sarasehan Kemerdekaan di Hotel Mercure, Jumat (21/8/2026).
Mengusung tema “Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi”, sarasehan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antar daerah sekaligus membahas potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota I Pimpinan BPK RI sekaligus Pembina Paguyuban Pawitandirogo Nyoman Adhi Suryadnyana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Teuku Riefky Harsya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta para Bupati, Wali Kota dan Forkopimda wilayah Pawitandirogo.
Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo tahun ini merupakan pelaksanaan tahun kedua. Forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai unsur dari enam kabupaten/kota agar dapat membangun kolaborasi yang lebih kuat.
Menurutnya, keberadaan Paguyuban Pawitandirogo tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi. Lebih dari itu, paguyuban diharapkan mampu menjadi ruang untuk membangun gagasan bersama dan menghasilkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sarasehan ini adalah sebagai bentuk bagaimana seluruh warga di enam kabupaten ini melakukan sinergi, melakukan kolaborasi. Sinergi dan kolaborasi yang tujuannya adalah untuk membangun daerah masing-masing, sekaligus membangun kewilayahan untuk menunjang pembangunan nasional,” ujarnya.
Nyoman menilai kolaborasi menjadi kebutuhan penting karena setiap daerah memiliki potensi dan keterbatasan masing-masing. Jika potensi tersebut dikembangkan secara sendiri-sendiri, menurutnya, keunggulan yang dihasilkan belum tentu maksimal.
Menurut Nyoman, keunggulan kompetitif kawasan harus dibangun melalui kerja sama yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, hingga pemerintah pusat.
“Competitive advantage ini tentu harus dibangun. Membangunnya dengan sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama adalah ekonomi kreatif. Sektor ini dinilai mampu menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
“Salah satu bidang yang sangat penting dan sekarang menjadi penggerak utama baru dalam pembangunan nasional adalah bidang ekonomi kreatif. Tentunya kolaborasi ini ke depan agar semakin menghasilkan energi positif, menghasilkan bentuk nyata bagaimana sinergi dari seluruh masyarakat di enam kabupaten ini,” katanya.
Tak hanya antardaerah, kolaborasi juga diharapkan terbangun antara enam daerah tersebut dengan pemerintah pusat. Dengan demikian, potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah dapat memperoleh dukungan lebih luas.
“Dan juga sinergi dari enam kabupaten ini dengan pusat, menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih baik, penciptaan taraf hidup yang lebih baik. Harapan ini selaras dengan apa yang diamanatkan oleh pemerintah saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, bahwa pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Nyoman menyadari upaya membangun kawasan tidak mudah. Berbagai tantangan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun perkembangan geopolitik internasional, dapat mempengaruhi kondisi ekonomi dan pembangunan daerah. Namun, ia optimistis tantangan tersebut dapat dihadapi apabila seluruh pihak memiliki semangat yang sama dan mampu menentukan fokus pembangunan yang ingin dikerjakan.
“Dengan bersinergi, berkolaborasi, kita memberikan fokus kepada bidang apa yang mau kita kerjakan, dan yang paling penting adalah semangat bersama untuk maju,” lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Teuku Riefky Harsya mengapresiasi pelaksanaan Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026. Menurutnya, forum tersebut penting karena dapat menjadi momentum untuk membangkitkan perekonomian daerah sekaligus memperkuat jejaring masyarakat asal Pawitandirogo yang berada di berbagai wilayah.
“Tentu kami mengapresiasi Sarasehan Keanekaragaman Pawitandirogo 2026. Karena acara ini tentu untuk membangkitkan perekonomian dari lima kabupaten/kota yang tergabung di dalamnya,” kata Teuku Riefky.
Ia juga menyoroti keberadaan diaspora Pawitandirogo yang banyak berkiprah di tingkat nasional. Menurutnya, potensi tersebut dapat dikolaborasikan untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Teuku Riefky menyebut sejumlah tokoh asal kawasan tersebut kini menduduki posisi strategis di pemerintahan. Jejaring tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mengembangkan potensi daerah.
“Mulai dari Menko, anggota BPK, kemudian juga Eselon 1, Seskab, Sesmen, dan seterusnya, belum lagi yang di Eselon 2, yang tentu bila dikolaborasikan untuk membangun daerahnya ini juga sangat baik,” jelasnya.
Dari perspektif ekonomi kreatif, Teuku Riefky melihat Pawitandirogo memiliki modal yang kuat. Selain memiliki komunitas kreatif, kawasan tersebut juga kaya akan budaya dan potensi lokal.
“Kami melihat bahwa Pawitandirogo mempunyai potensi ekonomi kreatif yang luar biasa dengan kehadiran komunitas-komunitas yang tadinya mungkin hanya sekadar hobi, tetapi sekarang sudah mengarah untuk bagaimana memberikan nilai ekonomi,” katanya.
Menurutnya, komunitas kreatif tidak lagi sebatas menjadi ruang menyalurkan hobi. Jika dikelola dengan baik, aktivitas tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja. Perkembangan teknologi digital juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dari sektor ekonomi kreatif.
“Kita tahu sekarang banyak sekali mata pencaharian baru di zaman digital yang penghasilannya juga tidak kecil, bahkan bisa di atas UMR,” jelasnya.
Teuku Riefky menilai kekayaan budaya yang dimiliki Pawitandirogo dapat menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk kreatif melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. “Pawitandirogo ini kaya akan budaya. Budaya itu hulunya, ketika turunannya kita beri sentuhan inovasi, teknologi, dan kreativitas, di situlah ekonomi kreatif hadir,” katanya.
Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif siap membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan pelaku ekonomi kreatif lokal. Setelah mampu menembus pasar nasional, pelaku ekonomi kreatif daerah diharapkan dapat berkembang menjadi pemain global.
“Kita akan juga ingin agar para pegiat dan tokoh ekonomi kreatif di daerah ini juga diberikan kesempatan, baik itu kaitannya dengan akses pendanaan, fasilitas akses pendanaan, fasilitasi akses pasar, tentang kekayaan intelektualnya,” katanya.
Ia menilai keberlanjutan menjadi salah satu tantangan penting bagi pelaku ekonomi kreatif. Banyak usaha kreatif mampu berkembang dalam waktu singkat, tetapi kemudian berhenti karena tidak memiliki ekosistem usaha yang kuat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan sejumlah program yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah dan komunitas. Teuku Riefky menyebut terdapat tiga program yang akan didorong mulai semester kedua 2026.
“Pertama, ada kaitan dengan aktivasi Desa Kreatif. Jadi bukan membangun desa kreatif baru, tapi bagaimana kita memperkuat desa-desa kreatif yang sudah dibina oleh Pemda dan komunitas. Yang kedua adalah aktivasi Creative Hub. Bagaimana Creative Hub, baik yang ada di dalam ruangan ataupun yang di luar ruangan yang sudah ada, ini kita aktivasi,” jelasnya.
Program ketiga adalah Creative Buy Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk mempertemukan dan mengembangkan produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Itu yang tadi, bagaimana kita mengkurasi local brand kita untuk naik kelas pasarnya ke tingkat provinsi atau bahkan ke tingkat nasional, bahkan ke tingkat global,” terang Teuku Riefky.
Teuku Riefky menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif daerah juga mendapatkan dukungan melalui Perpres Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif atau Masterplan Ekonomi Kreatif Nasional. Melalui kebijakan tersebut, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan menjadi agenda bersama lintas kementerian dan pemerintah daerah.
“Pada tanggal 2 Juli 2026 yang lalu, Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 37 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif atau Masterplan Ekonomi Kreatif Nasional. Di sini bagaimana Perpres ini mengkolaborasikan atau menugaskan ada sekitar 26 kementerian untuk mendukung pemerintah daerah agar ekonomi kreatif di daerahnya berkembang,” ungkapnya.
Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan. Sinergi enam daerah, pemerintah pusat, diaspora, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Bagi Pawitandirogo, kekuatan kawasan bukan hanya terletak pada potensi masing-masing daerah, tetapi juga pada kemampuan untuk menghubungkan berbagai potensi tersebut menjadi kekuatan bersama. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



