Sabtu, 10 Okt 2026
Trending Tags

Atlet Muda Berlatih Ski Air di Sarangan, Wisatawan Dapat Tontonan Baru

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 32
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aksi atlet ski air menjadi tontonan baru wisatawan Sarangan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kini memiliki daya tarik baru. Tak hanya menawarkan wisata perahu dan panorama alam pegunungan, telaga andalan Magetan ini mulai diramaikan aktivitas olahraga ski air yang menjadi bagian dari persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 di Ngawi.

Di tengah udara sejuk dan hamparan air telaga, sejumlah pelajar tampak berlatih menjaga keseimbangan di atas papan ski yang ditarik perahu motor. Beberapa kali terjatuh ke air tak menyurutkan semangat mereka untuk kembali mencoba. Bagi sebagian atlet, ski air bahkan menjadi pengalaman olahraga baru yang menantang sekaligus membuka peluang meraih prestasi.

Pengurus Cabang Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Magetan, Imam Subeki, mengatakan latihan tersebut difokuskan untuk mempersiapkan atlet menghadapi Popda 2026. Dalam jangka panjang, pembinaan juga diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.

“Untuk jangka pendek, kami mempersiapkan anak-anak agar bisa bertanding di Popda 2026 di Ngawi. Jangka panjangnya, nanti menuju Porprov 2027 di Surabaya,” ujar Imam.

Menurut dia, Telaga Sarangan dipilih karena memiliki kondisi perairan yang mendukung untuk latihan ski air. Dukungan komunitas perahu serta keberadaan sejumlah atlet yang pernah mengikuti kejuaraan juga menjadi modal penting dalam mengembangkan olahraga tersebut di Magetan.

Selain menjadi tempat pembinaan, pelatihan ini diharapkan dapat memperkenalkan ski air kepada masyarakat sekaligus menambah pilihan atraksi wisata di Telaga Sarangan.

Imam mengungkapkan, kehadiran para atlet saat berlatih mulai menarik perhatian pengunjung. Wisatawan yang biasanya menikmati telaga dengan berkeliling menggunakan perahu kini memiliki tontonan baru berupa aksi atlet yang berusaha meluncur di atas air.

“Wisatawan penasaran karena ternyata Magetan juga punya olahraga ski air. Jadi, selain untuk latihan, kegiatan ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Sarangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari paguyuban perahu di Telaga Sarangan. Dukungan itu diharapkan dapat menunjang kelancaran latihan sekaligus menciptakan ruang bagi pengembangan olahraga air di kawasan wisata tersebut.

Image Not Found
Atlet muda Magetan berlatih ski air di Telaga Sarangan. Foto : Kus-Sinergia

PSAWI Magetan menyiapkan sembilan atlet dari sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK. Para pelajar tersebut memiliki latar belakang kemampuan yang berbeda. Sebagian sudah pernah mengikuti kejuaraan tingkat provinsi, sementara lainnya baru mengenal ski air.

Perbedaan pengalaman itu menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembinaan. Para atlet harus beradaptasi dengan teknik meluncur, menjaga keseimbangan tubuh, mengendalikan posisi tangan, serta mempertahankan kestabilan saat ditarik perahu.

Dalam persiapan kompetisi, pelatih juga akan mengarahkan atlet sesuai nomor yang dipertandingkan, antara lain slalom, trick, dan wakeboard, termasuk nomor overall serta kategori individu maupun beregu sesuai ketentuan lomba.

Imam mengatakan, pemetaan kemampuan dilakukan agar setiap atlet mendapatkan latihan yang sesuai dengan potensinya. Dengan begitu, peluang untuk bersaing dalam kejuaraan diharapkan semakin terbuka.

Bagi para pelajar yang baru mencoba, tantangan terbesar bukan sekadar keberanian masuk ke air. Mereka juga harus mengatasi rasa takut, menjaga keseimbangan, dan membangun kekuatan tangan agar mampu bertahan di atas papan ski.

Kanaya Widi Aprila, Virial Aqila Nawa Kanzafani, dan Ata Calya Aderatna, para atlet pelajar yang mengikuti latihan, mengaku tertarik mencoba ski air karena ingin merasakan pengalaman olahraga yang berbeda.

Mereka tak menampik sempat merasa takut, terutama khawatir tenggelam atau kesulitan mengendalikan tubuh ketika ditarik perahu. Namun, pengalaman terjatuh berkali-kali justru menjadi bagian dari proses belajar yang ingin mereka lalui.

“Kesulitannya menjaga keseimbangan dan kekuatan tangan. Awalnya takut tenggelam, tetapi tidak kapok. Ingin terus mencoba,” ungkap mereka.

Latihan dilakukan melalui dua tahapan, yakni latihan kering untuk meningkatkan kondisi fisik dan latihan basah langsung di telaga. Pada tahap awal, atlet belajar dari posisi jongkok sebelum berusaha berdiri dengan stabil di atas papan.

Meski masih dalam tahap adaptasi, para atlet mulai melihat ski air sebagai peluang untuk mengukir prestasi. Mereka berharap dapat menguasai teknik dasar dan tampil maksimal saat mengikuti Popda 2026.

Kehadiran latihan ski air juga mendapat sambutan positif dari wisatawan. Rini Gunawati, salah seorang pengunjung Telaga Sarangan, menilai aktivitas tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kunjungan sebelumnya.

Menurut Rini, selama ini wisatawan lebih banyak menikmati pemandangan telaga atau berkeliling menggunakan perahu. Kehadiran atlet ski air menghadirkan tontonan baru yang membuat suasana wisata semakin menarik.

“Biasanya saya ke sini tidak ada tontonan seperti ini. Sekarang ada olahraga ski air, jadi lebih menarik. Saya senang melihat anak-anak berlatih karena olahraga seperti ini jarang saya lihat di Magetan,” tutur Rini.

Ia bahkan mengaku tertarik mencoba olahraga tersebut, meski menyadari ski air membutuhkan keberanian dan kemampuan khusus.

Pengembangan ski air di Telaga Sarangan pun membuka peluang untuk mempertemukan dua potensi sekaligus, yakni pembinaan atlet pelajar dan penguatan daya tarik wisata. Namun, keberlanjutan latihan, peningkatan kemampuan atlet, serta pengelolaan keselamatan di kawasan perairan menjadi faktor penting agar kegiatan ini dapat berkembang.

Dengan persiapan menuju Popda 2026 dan target jangka panjang ke Porprov Jawa Timur 2027, Telaga Sarangan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai salah satu ruang tumbuhnya prestasi olahraga air di Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krs/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Diajak City Tour dan Napak Tilas Haji

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Diajak City Tour dan Napak Tilas Haji

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Mekkah, Arab Saudi – Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama berada di Mekkah, Arab Saudi. Kali ini, jemaah Sindo Wisata akan diajak untuk city tour Mekkah Al Mukarrahmah pada Sabtu (14/06/2025). Seluruh jemaah pun mengikuti city tour ini untuk menikmati suasana Kota Mekkah. Gua Tsur Menjadi Tempat Nabi Muhammad […]

    Bagikan
  • Kebakaran Hutan Pinus Lereng Lawu Magetan, Api Bergerak ke Ngawi akibat Angin Kencang

    Kebakaran Hutan Pinus Lereng Lawu Magetan, Api Bergerak ke Ngawi akibat Angin Kencang

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di kawasan lereng Gunung Lawu, Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai terkendali di sisi Magetan. Namun, pergerakan api ke arah utara akibat tiupan angin membuat petugas gabungan memperluas upaya antisipasi hingga masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Senin (14/9/2026). Pergerakan api terjadi setelah kobaran yang awalnya muncul […]

    Bagikan
  • Kebakaran Rumah Dinas Puskesmas Ponorogo Selatan Hanguskan Arsip dan Alkes

    Kebakaran Rumah Dinas Puskesmas Ponorogo Selatan Hanguskan Arsip dan Alkes

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Rumah dinas milik Puskesmas Ponorogo Selatan yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan arsip dan alat kesehatan terbakar hebat pada Kamis (24/9/2026) dini hari. Bangunan tersebut berada di Jalan Pacar, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan terlihat dari […]

    Bagikan
  • Tekan Inflasi, Pemkab Madiun Hadirkan Pasar Murah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    Tekan Inflasi, Pemkab Madiun Hadirkan Pasar Murah Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kamis (04/12/2025). Kegiatan ini disambut antusias warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Sejak pagi, masyarakat terlihat memadati area […]

    Bagikan
  • Polsek Pulung Bagikan Daging Kurban dengan Bungkus Daun Pisang

    Polsek Pulung Bagikan Daging Kurban dengan Bungkus Daun Pisang

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ada suasana berbeda dalam pembagian daging kurban di Mapolsek Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (28/5/2026). Jika umumnya daging kurban dibagikan menggunakan kantong plastik, jajaran Polsek Pulung justru memilih menggunakan daun pisang sebagai pembungkus alami. Tradisi yang akrab disebut warga sebagai “berkat” itu dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus […]

    Bagikan
  • Gudang Pengolahan Kayu di Ngawi Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Gudang Pengolahan Kayu di Ngawi Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Gudang penyimpanan sekaligus pengolahan kayu di Desa Padas, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ludes terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sore. Kebakaran terjadi saat gudang dalam kondisi kosong karena pemilik dan seluruh karyawan telah meninggalkan lokasi. Kobaran api diketahui sekitar pukul 16.45 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap tumpukan kayu serta […]

    Bagikan
expand_less