Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah 2025 di Kota Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
  • visibility 222
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ilustrasi zakat fitrah dan Fidyah

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama Baznas, MUI, dan Kemenag Kota Madiun menetapkan besaran zakat fitrah dan fidyah jelang Ramadhan 1446 Hijriah. Hasil mufakat yang telah disepakati, zakat fitrah ditetapkan sebesar 3 kilogram beras, yang jika diubah dalam bentuk uang, setara dengan Rp45.000. Sementara itu, fidyah yang berdasarkan hadis yang sahih ditetapkan dengan 7 ons beras, yang setara dengan uang sebesar Rp 25.000.

Keputusan ini akan segera disampaikan oleh Pemerintah Kota Madiun melalui surat edaran yang akan diberikan kepada seluruh jajaran pemerintahan dan instansi terkait, dengan harapan dapat menjadi pedoman bagi umat muslim dalam membayar zakat fitrah dan fidyah.

“Keputusan ini kami tetapkan dengan berbagai pertimbangan untuk kemaslahatan umat Muslim di Kota Madiun. Nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk dipedomani,” terang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Madiun, Budi Wibowo di Ruang 13 Balai Kota Madiun.

Sementara, Ketua Pelaksana BAZNAS Kota Madiun, Sukamto menjelaskan besaran zakat fitrah dan fidyah yang telah ditetapkan itu sudah melalui pertimbangan berbagai aspek. Termasuk, harga komoditas beras saat ini dan perkiraan kenaikannya beberapa hari ke depan.

“Kami juga asumsikan jika ada kenaikan hingga 10 persen ke depan. Karena kalau disesuaikan dengan harga sekarang dan nanti ternyata ada kenaikan harga, kami takutkan zakatnya menjadi tidak sah,” jelasnya.

Tidak hanya zakat, untuk fidyah pun anggota rapat menyepakati besarannya Rp 25 ribu dengan mempertimbangkan lauk pauk sebagai pendamping nasi.

“Untuk zakat fitrah dengan uang, sesuai rencana akan kami belikan beras untuk disalurkan. Kalau untuk fidyah akan disalurkan dalam bentuk makanan siap santap. Kami tetap salurkan sesuai syariatnya,” pungkasnya.

D. Kris – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanah Gerak Putus Akses Kecamatan Pudak–Sooko, Dua Rumah Terancam

    Tanah Gerak Putus Akses Kecamatan Pudak–Sooko, Dua Rumah Terancam

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pergerakan tanah di Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur, memutus total akses jalan alternatif yang menjadi penghubung antar Kecamatan Pudak dan Sooko. Fenomena geologi ini juga menimbulkan retakan besar yang kini mengancam dua rumah warga yang berada di kawasan terdampak. Tanah gerak tersebut telah terpantau dan tanda-tandanya bahkan sudah mulai muncul […]

    Bagikan
  • Jembatan Permanen Dibangun, Warga Desa Krisik di Blitar Tak Perlu Lagi Was-Was

    Jembatan Permanen Dibangun, Warga Desa Krisik di Blitar Tak Perlu Lagi Was-Was

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar yang dilaksanakan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menjadikan pembangunan jembatan sebagai salah satu sasaran pokok. Dalam pengerjaan jembatan tersebut, para prajurit TNI bersama warga setempat saling bergotong royong dan bahu-membahu dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama […]

    Bagikan
  • Berkas Perkara Wali Kota Madiun Nonaktif, Maidi Segera Rampung, KPK Siapkan Dakwaan

    Berkas Perkara Wali Kota Madiun Nonaktif, Maidi Segera Rampung, KPK Siapkan Dakwaan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, telah memasuki tahap akhir. Kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2026 itu kini berada dalam tahap penyiapan dakwaan sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan lembaga […]

    Bagikan
  • Viral Rumah Dibongkar Ekskavator di Ngawi, Ternyata Imbas Gagal Nikah

    Viral Rumah Dibongkar Ekskavator di Ngawi, Ternyata Imbas Gagal Nikah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Sebuah video yang memperlihatkan pembongkaran rumah menggunakan alat berat jenis ekskavator di Kabupaten Ngawi ramai beredar di media sosial. Rekaman yang diunggah akun TikTok @Ari_plafon_ngawi itu memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi. Dalam video tersebut, tampak sebuah rumah permanen diratakan hingga hampir rata dengan tanah. Unggahan itu disertai keterangan singkat […]

    Bagikan
  • Relokasi 100 KK Korban Bencana di Kabupaten Madiun Baru Dieksekusi 2027, Terkendala Izin Kawasan Hutan

    Relokasi 100 KK Korban Bencana di Kabupaten Madiun Baru Dieksekusi 2027, Terkendala Izin Kawasan Hutan

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) terus mematangkan rencana relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) dari dua desa menjadi sasaran relokasi, namun pelaksanaan fisiknya diperkirakan baru dapat dimulai pada 2027 karena masih menunggu proses perizinan penggunaan kawasan hutan. Kepala Disperkim […]

    Bagikan
  • Longsor di Kawasan Wisata Telaga Sarangan, Tutup Akses Jalan

    Longsor di Kawasan Wisata Telaga Sarangan, Tutup Akses Jalan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Telaga Sarangan sejak Rabu sore (14/1/2026) hingga Kamis dini hari memicu terjadinya tanah longsor di jalur utama objek wisata tersebut. Peristiwa yang terjadi menjelang subuh itu diduga kondisi tanah tebing sudah jenuh air dan diperparah hembusan angin kencang. Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sarangan, Supriyanto, […]

    Bagikan
expand_less