
Sinergia | Kab. Madiun — Sebanyak 262 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Madiun mengikuti bimbingan manasik haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun yang berlangsung sejak Rabu (16/4/2025) hingga Kamis (17/4/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian persiapan pemberangkatan ke Tanah Suci yang dijadwalkan dimulai pada Mei mendatang.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama Kementerian Agama dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh CJH, termasuk 86 jemaah kategori prioritas lanjut usia (lansia).
“Kami telah menyiapkan berbagai kebutuhan guna mendukung kelancaran proses pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya juga kami jadikan acuan agar perjalanan ibadah haji kali ini berjalan lancar. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur,” ujar Bupati usai membuka bimbingan manasik, Rabu lalu.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Irfan Alkhaidari, mengungkapkan hingga 15 April 2025, sebanyak 346 CJH telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dari total 382 jemaah yang dinyatakan istitoah dan berhak melunasi biaya haji.
“Kami masih menunggu 36 jemaah lainnya untuk segera menyelesaikan pelunasan sebelum batas akhir pada 25 April mendatang. Mudah-mudahan dalam waktu yang tersisa semua bisa terpenuhi,” jelas Irfan.
Selain menyiapkan proses pelunasan, Kemenag Kabupaten Madiun juga telah memulai distribusi perlengkapan haji seperti koper, serta mendampingi jemaah dalam bimbingan manasik, baik mandiri maupun massal, sebagai bagian dari tahapan pemberangkatan.
Irfan menambahkan, Kabupaten Madiun tahun ini dijadwalkan masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan. Namun, kepastian terkait pembagian kelompok terbang (kloter) masih menunggu informasi resmi.
“Untuk gelombang pertama, jadwal keberangkatan dimulai pada 1 Mei nanti. Kami masih menunggu kepastian kloter untuk jemaah dari Madiun,” ujarnya.
Dalam daftar calon jemaah haji tahun ini, tercatat nama Febriani Ayu Rahmawati, 24 tahun, warga Desa Slambur, Kecamatan Geger, sebagai CJH termuda. Sedangkan jemaah tertua adalah Suparlan, 89 tahun, asal Desa Tempursari, Kecamatan Wungu.
Tova Pradana – Sinergia