Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Nikmatnya Nasi Menok, Kuliner Warisan Raja yang Kini Jadi Santapan Rakyat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 476
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang pelanggan tengah membeli nasi menok, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Dahulu menjadi menu santapan para raja Mataram, kini Sego Menok justru menjadi favorit masyarakat di sudut pelataran Pasar Penampungan Sayur Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Adalah Mbah Rubinah, seorang nenek berusia 83 tahun, yang mempertahankan kuliner klasik ini agar tetap hidup dan akrab di lidah rakyat.

Setiap sore, Mbah Rubinah menjajakan dagangannya secara lesehan tanpa papan nama, tanpa spanduk. Hanya beralaskan tikar, tapi dari tangannya, ratusan bungkus makanan ludes dalam hitungan jam.

“Dalam sehari saya bisa jual antara 300 sampai 400 bungkus. Tapi nasi menok-nya sendiri cuma sekitar 100 bungkus. Yang lainnya lauk pauknya seperti bothok, pelas, dan urap,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (10/06/2025).

Nasi menok dikenal dengan cita rasa gurih yang khas, berkat olahan santan dan rempah-rempah tradisional. Menu ini dulunya dikenal sebagai makanan favorit raja-raja Islam dari Kerajaan Pajang hingga Mataram di Surakarta.

Kini, dengan harga hanya Rp5.000 per bungkus, siapapun bisa menikmati menu bersejarah ini. Nasi menok disajikan bersama pelengkap seperti bothok teri, pelas kedelai hitam, dan urap sayur, menjadikannya pilihan murah meriah nan bergizi.

“Dulu ini makanan keraton, tapi sekarang alhamdulillah masih bisa dinikmati banyak orang. Rasa dan cara masaknya tetap seperti dulu,” ujar Mbah Rubinah.

Mbah Rubinah mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul resep yang diwariskan kepadanya. Namun, ia menyebut kedua orangtuanya berasal dari Surakarta dan membawa resep tersebut saat pindah ke Magetan.

“Kata orang tua saya, resep ini dulu dibawa oleh juru masak keraton yang mengungsi waktu zaman perang. Dari mereka, turun ke orang tua saya, lalu ke saya,” katanya.

Dulu, masih ada beberapa penjual nasi menok lainnya di kawasan tersebut. Tapi kini, hanya Mbah Rubinah yang tersisa. Ia menyayangkan tak ada generasi muda yang tertarik meneruskan usaha ini.

“Anak-anaknya mungkin lebih pilih kerja lain. Sekarang tinggal saya sendiri yang masih jualan,” tuturnya pelan.

Sego menok kini menjadi santapan sehari-hari para pedagang pasar, buruh angkut, dan sopir truk yang hilir mudik di sekitar Pasar Plaosan. Meski bukan lagi bagian dari jamuan bangsawan, sego menok tetap menyimpan rasa otentik dan nilai sejarah.

Lebih dari sekadar makanan, bagi Mbah Rubinah, nasi menok adalah warisan keluarga, simbol ketekunan, dan cinta pada tradisi.

“Selama masih ada yang mau beli, saya akan tetap masak. Ini bukan cuma soal jualan, tapi juga menjaga resep peninggalan orang tua,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perayaan Natal Jemaat GKJW di Madiun Lebih Awal, Tunjukkan Toleransi Beragama dan Solidaritas Sosial

    Perayaan Natal Jemaat GKJW di Madiun Lebih Awal, Tunjukkan Toleransi Beragama dan Solidaritas Sosial

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Puluhan jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Pepanthan Golang, Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merayakan Natal lebih awal pada Sabtu (20/12/2025). Perayaan yang mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” ini berlangsung penuh khidmat, dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang agama […]

    Bagikan
  • Tarekat Syattariyah Magetan Baru Shalat Idul Fitri Hari Ini

    Tarekat Syattariyah Magetan Baru Shalat Idul Fitri Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jemaah Tarekat Syattariyah di Kabupaten Magetan baru melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah, Selasa (01/04/2025). Jemaah tersebut melakukan Shalat Idul Fitri di sejumlah masjid dan musala terdekat tempat tinggal mereka, salah satunya di Masjid Nurul Hudaa di Desa Pingkuk Kecamatan Bendo Magetan. Penetapan dan perayaan Idul Fitri pada hari […]

    Bagikan
  • Dua Anak Tewas Usai Mobil Sayur Tabrak Kerumunan Balap Liar di Magetan

    Dua Anak Tewas Usai Mobil Sayur Tabrak Kerumunan Balap Liar di Magetan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Aksi balap liar kembali memakan korban. Sebuah mobil pick up bermuatan sayur menabrak kerumunan, diduga penonton balapan liar di Jalan Raya Kawedanan, Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Sabtu (14/1/2026) dini hari. Dua anak tewas, sementara lima lainnya dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, […]

    Bagikan
  • Gelandangan dan Pengamen Merebak di Caruban saat Ramadan, Satpol PP Tindak Tegas nan Humanis

    Gelandangan dan Pengamen Merebak di Caruban saat Ramadan, Satpol PP Tindak Tegas nan Humanis

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Fenomena maraknya pengamen, gelandangan, dan anak jalanan di sejumlah titik keramaian kembali terlihat selama bulan suci Ramadan di wilayah Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kondisi ini mendorong aparat melakukan langkah penertiban guna menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menertibkan delapan gelandangan dan […]

    Bagikan
  • Ini Identitas Perampok Minimarket di Maospati Magetan, Dua Pelaku Buron

    Ini Identitas Perampok Minimarket di Maospati Magetan, Dua Pelaku Buron

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Identitas para pelaku perampokan minimarket 24 jam di Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap dua dari empat pelaku komplotan spesialis perampok minimarket lintas kota. Dua tersangka yang sudah diamankan adalah HK, warga Kabupaten Demak, dan SD, warga Kabupaten Cirebon. Keduanya ditangkap di wilayah Depok, Jawa Barat, setelah polisi […]

    Bagikan
  • Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Antusiasme masyarakat terhadap program Balik Gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjelang arus balik Lebaran 2026 sangat tinggi. Kuota yang disediakan untuk ratusan penumpang bahkan langsung habis dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pendaftaran dibuka. Program yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun itu mulai membuka pendaftaran pada Kamis […]

    Bagikan
expand_less