Berita Terkini
Trending Tags

Nikmatnya Nasi Menok, Kuliner Warisan Raja yang Kini Jadi Santapan Rakyat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 317
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang pelanggan tengah membeli nasi menok, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Dahulu menjadi menu santapan para raja Mataram, kini Sego Menok justru menjadi favorit masyarakat di sudut pelataran Pasar Penampungan Sayur Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Adalah Mbah Rubinah, seorang nenek berusia 83 tahun, yang mempertahankan kuliner klasik ini agar tetap hidup dan akrab di lidah rakyat.

Setiap sore, Mbah Rubinah menjajakan dagangannya secara lesehan tanpa papan nama, tanpa spanduk. Hanya beralaskan tikar, tapi dari tangannya, ratusan bungkus makanan ludes dalam hitungan jam.

“Dalam sehari saya bisa jual antara 300 sampai 400 bungkus. Tapi nasi menok-nya sendiri cuma sekitar 100 bungkus. Yang lainnya lauk pauknya seperti bothok, pelas, dan urap,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (10/06/2025).

Nasi menok dikenal dengan cita rasa gurih yang khas, berkat olahan santan dan rempah-rempah tradisional. Menu ini dulunya dikenal sebagai makanan favorit raja-raja Islam dari Kerajaan Pajang hingga Mataram di Surakarta.

Kini, dengan harga hanya Rp5.000 per bungkus, siapapun bisa menikmati menu bersejarah ini. Nasi menok disajikan bersama pelengkap seperti bothok teri, pelas kedelai hitam, dan urap sayur, menjadikannya pilihan murah meriah nan bergizi.

“Dulu ini makanan keraton, tapi sekarang alhamdulillah masih bisa dinikmati banyak orang. Rasa dan cara masaknya tetap seperti dulu,” ujar Mbah Rubinah.

Mbah Rubinah mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul resep yang diwariskan kepadanya. Namun, ia menyebut kedua orangtuanya berasal dari Surakarta dan membawa resep tersebut saat pindah ke Magetan.

“Kata orang tua saya, resep ini dulu dibawa oleh juru masak keraton yang mengungsi waktu zaman perang. Dari mereka, turun ke orang tua saya, lalu ke saya,” katanya.

Dulu, masih ada beberapa penjual nasi menok lainnya di kawasan tersebut. Tapi kini, hanya Mbah Rubinah yang tersisa. Ia menyayangkan tak ada generasi muda yang tertarik meneruskan usaha ini.

“Anak-anaknya mungkin lebih pilih kerja lain. Sekarang tinggal saya sendiri yang masih jualan,” tuturnya pelan.

Sego menok kini menjadi santapan sehari-hari para pedagang pasar, buruh angkut, dan sopir truk yang hilir mudik di sekitar Pasar Plaosan. Meski bukan lagi bagian dari jamuan bangsawan, sego menok tetap menyimpan rasa otentik dan nilai sejarah.

Lebih dari sekadar makanan, bagi Mbah Rubinah, nasi menok adalah warisan keluarga, simbol ketekunan, dan cinta pada tradisi.

“Selama masih ada yang mau beli, saya akan tetap masak. Ini bukan cuma soal jualan, tapi juga menjaga resep peninggalan orang tua,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soft Launching MPP Kota Madiun, Pemkot Tegaskan Perizinan Mudah Tanpa Calo

    Soft Launching MPP Kota Madiun, Pemkot Tegaskan Perizinan Mudah Tanpa Calo

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun resmi melakukan soft launching Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Madiun pada Selasa (19/5/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun di gedung MPP yang berada di Jalan Trunojoyo, bekas kantor Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB. Keberadaan MPP tersebut ditujukan untuk mengintegrasikan berbagai […]

    Bagikan
  • Penggiat Lingkungan di Madiun Olah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

    Penggiat Lingkungan di Madiun Olah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sampah plastik masih menjadi persoalan lingkungan yang belum tuntas di berbagai daerah, termasuk di Kota Madiun. Namun, sejumlah warga tetap menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu ini. Salah satunya datang dari komunitas penggiat lingkungan yang berada di Jalan Mayjend Sungkono, Gang Bulu 1, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. Titik Roesmiati, salah […]

    Bagikan
  • Bikin Panik ! Gerobak Motor Pedagang Terbakar di Depan Sekolah

    Bikin Panik ! Gerobak Motor Pedagang Terbakar di Depan Sekolah

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebakaran gerobak pada motor pedagang sempolan menggegerkan warga di depan SDN 1 Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan pada Senin (20/10/2025). Kepulan asap tebal dan kobaran api dari kendaraan membuat panik para guru dan warga sekitar. Dalam video yang beredar luas di media sosial dengan durasi sekitar 30 detik memperlihatkan api membesar […]

    Bagikan
  • Jalan Santai Dies Natalis ke-22 PNM, Direktur Ajak Sivitas Akademika Terus Kuatkan Semangat Sinergi, Inovasi dan Kebersamaan

    Jalan Santai Dies Natalis ke-22 PNM, Direktur Ajak Sivitas Akademika Terus Kuatkan Semangat Sinergi, Inovasi dan Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Politeknik Negeri Madiun menyelenggarakan kegiatan jalan santai sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis ke-22. Acara ini menjadi ajang kebersamaan bagi seluruh sivitas akademika sekaligus sarana menjaga kesehatan tubuh melalui olahraga yang berlangsung Sabtu, (01/11/2025) pagi. Kegiatan jalan santai itu mengambil start dan finish di Kampus II Politeknik Negeri Madiun. Tercatat […]

    Bagikan
  • Ibu di Madiun Meninggal Mendadak saat Cari Kayu Bakar, Diduga Alami Sakit Jantung

    Ibu di Madiun Meninggal Mendadak saat Cari Kayu Bakar, Diduga Alami Sakit Jantung

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, digemparkan oleh penemuan jasad seorang perempuan di kawasan hutan milik Perhutani, tepatnya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bulu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngadirejo, pada Kamis (29/05/2025) siang. Peristiwa tersebut diketahui setelah seorang anak kecil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. […]

    Bagikan
  • SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tinggal empat hari lagi, sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun masih belum memenuhi kuota siswa. Salah satunya di SDN 01 Wayut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun tetap optimis kuota akan terpenuhi. Kepala Disdikbud Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
expand_less