Berita Terkini
Trending Tags

Nikmatnya Nasi Menok, Kuliner Warisan Raja yang Kini Jadi Santapan Rakyat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 235
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang pelanggan tengah membeli nasi menok, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Dahulu menjadi menu santapan para raja Mataram, kini Sego Menok justru menjadi favorit masyarakat di sudut pelataran Pasar Penampungan Sayur Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Adalah Mbah Rubinah, seorang nenek berusia 83 tahun, yang mempertahankan kuliner klasik ini agar tetap hidup dan akrab di lidah rakyat.

Setiap sore, Mbah Rubinah menjajakan dagangannya secara lesehan tanpa papan nama, tanpa spanduk. Hanya beralaskan tikar, tapi dari tangannya, ratusan bungkus makanan ludes dalam hitungan jam.

“Dalam sehari saya bisa jual antara 300 sampai 400 bungkus. Tapi nasi menok-nya sendiri cuma sekitar 100 bungkus. Yang lainnya lauk pauknya seperti bothok, pelas, dan urap,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (10/06/2025).

Nasi menok dikenal dengan cita rasa gurih yang khas, berkat olahan santan dan rempah-rempah tradisional. Menu ini dulunya dikenal sebagai makanan favorit raja-raja Islam dari Kerajaan Pajang hingga Mataram di Surakarta.

Kini, dengan harga hanya Rp5.000 per bungkus, siapapun bisa menikmati menu bersejarah ini. Nasi menok disajikan bersama pelengkap seperti bothok teri, pelas kedelai hitam, dan urap sayur, menjadikannya pilihan murah meriah nan bergizi.

“Dulu ini makanan keraton, tapi sekarang alhamdulillah masih bisa dinikmati banyak orang. Rasa dan cara masaknya tetap seperti dulu,” ujar Mbah Rubinah.

Mbah Rubinah mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul resep yang diwariskan kepadanya. Namun, ia menyebut kedua orangtuanya berasal dari Surakarta dan membawa resep tersebut saat pindah ke Magetan.

“Kata orang tua saya, resep ini dulu dibawa oleh juru masak keraton yang mengungsi waktu zaman perang. Dari mereka, turun ke orang tua saya, lalu ke saya,” katanya.

Dulu, masih ada beberapa penjual nasi menok lainnya di kawasan tersebut. Tapi kini, hanya Mbah Rubinah yang tersisa. Ia menyayangkan tak ada generasi muda yang tertarik meneruskan usaha ini.

“Anak-anaknya mungkin lebih pilih kerja lain. Sekarang tinggal saya sendiri yang masih jualan,” tuturnya pelan.

Sego menok kini menjadi santapan sehari-hari para pedagang pasar, buruh angkut, dan sopir truk yang hilir mudik di sekitar Pasar Plaosan. Meski bukan lagi bagian dari jamuan bangsawan, sego menok tetap menyimpan rasa otentik dan nilai sejarah.

Lebih dari sekadar makanan, bagi Mbah Rubinah, nasi menok adalah warisan keluarga, simbol ketekunan, dan cinta pada tradisi.

“Selama masih ada yang mau beli, saya akan tetap masak. Ini bukan cuma soal jualan, tapi juga menjaga resep peninggalan orang tua,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Renovasi 221 RTLH, Pemkab Madiun Targetkan Peningkatan Kesejahteraan Warga

    Resmikan Renovasi 221 RTLH, Pemkab Madiun Targetkan Peningkatan Kesejahteraan Warga

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memulai program renovasi besar-besaran terhadap 221 rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari inisiatif peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut secara resmi diluncurkan pada Jumat (23/05/2025) di Dusun Doragan, Kecamatan Wungu, dengan seremoni peletakan batu pertama pembangunan rumah milik seorang warga, Tanem. Peluncuran ini menandai dimulainya […]

    Bagikan
  • Hujan Deras Guyur Magetan, Lima Desa dan Lahan Persawahan Tergenang Banjir

    Hujan Deras Guyur Magetan, Lima Desa dan Lahan Persawahan Tergenang Banjir

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Magetan pada Jumat (18/04/2025) menyebabkan sejumlah ruas jalan utama terendam banjir. Seperti yang terpantau di Jalan penghubung Ngariboyo – Parang dan Ngariboyo – Plaosan, terutama di kawasan Kecamatan Ngariboyo. Genangan air tidak hanya menutupi jalan, tapi juga meluap hingga masuk ke rumah warga. Sejumlah pengguna […]

    Bagikan
  • Kopdes Merah Putih di Magetan Jalan dengan Swadaya, Modal Pemerintah Masih Ditunggu

    Kopdes Merah Putih di Magetan Jalan dengan Swadaya, Modal Pemerintah Masih Ditunggu

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Di atas kertas, ratusan Koperasi Desa Merah Putih di Magetan digadang-gadang jadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Namun di lapangan, ceritanya berbeda. Salah satunya dialami Kopdes Merah Putih Desa Mategal, yang berjalan dengan modal seadanya dari anggota. Ketua koperasi, M. Rifai Arissandi, menyebut jumlah anggota saat ini baru sekitar 25 orang. “Untuk […]

    Bagikan
  • Pembangunan Rest Area Saradan Masih Tahap Kajian, KAI Daop 7 Madiun Tunggu Hasil Teknis

    Pembangunan Rest Area Saradan Masih Tahap Kajian, KAI Daop 7 Madiun Tunggu Hasil Teknis

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan rencana pembangunan rest area di kawasan perbatasan Madiun–Nganjuk, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, masih dalam tahap kajian teknis dan perencanaan. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, mengatakan proses awal pembangunan telah dimulai melalui survei lapangan […]

    Bagikan
  • Satlantas Polres Madiun Kota Panggil 30 Perusahaan Otobus

    Satlantas Polres Madiun Kota Panggil 30 Perusahaan Otobus

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satlantas Polres Madiun Kota memanggil 30 perusahaan otobus (PO) dalam Forum Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kesla) di TMC Satlantas setempat, Selasa (04/02/2025). Pembahasan utama dalam forum ini yakni jalur-jalur yang dilalui maupun yang dilarang dilewati bus umum. Forum ini pun juga dihadiri oleh jajaran Satlantas, Kepala Jasa Raharja […]

    Bagikan
  • Terisolasi Bertahun-Tahun, Warga 4 RT di Sidoharjo Menanti Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

    Terisolasi Bertahun-Tahun, Warga 4 RT di Sidoharjo Menanti Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harapan baru muncul bagi warga di empat RT di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses. Rencana pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah tersebut diharapkan menjadi solusi bagi mobilitas masyarakat yang selama ini harus menyeberangi sungai setiap hari. Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, mengatakan kondisi keterbatasan […]

    Bagikan
expand_less