Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Serangan Wereng Meluas, Pemkab Ponorogo Siapkan 320 Liter Pestisida untuk Semprot Serentak

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 247
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani yang sedang mengalami puso atau gagal panen karena hama wereng, Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus berupaya mengendalikan penyebaran hama wereng batang cokelat yang menyerang tanaman padi milik petani di berbagai wilayah. Rembug bersama perwakilan petani digelar di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Selasa (15/07/2025), guna membahas langkah penanganan darurat.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Suprianto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 320 liter pestisida untuk penyemprotan serentak di sejumlah titik terdampak. “Kalau asumsi 1 hektare membutuhkan 1,5 liter, maka bisa menjangkau sekitar 200 hektare,” jelas Suprianto.

Berdasarkan data per 12 Juli, seluas 112,42 hektare lahan padi terserang hama wereng. Dari jumlah itu, 95,66 hektare dikategorikan serangan ringan, 9,96 hektare sedang, 7,15 hektare berat, dan 4,15 hektare mengalami puso atau gagal panen. Sementara itu, total area yang masuk kategori waspada mencapai 875 hektare.

Hama wereng diketahui menyerang tanaman padi di 45 desa yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Ponorogo. Penyemprotan dilakukan menggunakan hand sprayer secara masif, dimulai dari titik-titik paling rawan. “Dari 875 hektare kategori waspada, sudah ada 232 hektare yang disemprot secara sporadis di spot-spot tertentu,” imbuhnya.

Terkait kerugian akibat puso, Suprianto menyebut tidak semua petani terdampak otomatis mendapatkan klaim asuransi pertanian. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan secara rinci. “Asuransi pertanian memang ada, tapi tidak semua petani masuk. Kita cek dulu data by name by address, apakah mereka terdaftar atau tidak,” tegasnya.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • 8 Raperda Masuk DPRD Madiun, Atur Desa hingga Perlindungan Disabilitas

    8 Raperda Masuk DPRD Madiun, Atur Desa hingga Perlindungan Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun dan DPRD Kabupaten Madiun sama-sama mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) non-APBD Tahun 2026. Total terdapat delapan Raperda, terdiri dari lima usulan eksekutif dan tiga Raperda inisiatif DPRD. Lima Raperda dari Pemkab Madiun disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Rabu (16/9/2026). Sementara tiga Raperda […]

    Bagikan
  • Polemik Impor Pick up 4×4 Mengemuka, Pengurus Koperasi Daerah Pertanyakan Kesesuaian Unit photo_camera 3

    Polemik Impor Pick up 4×4 Mengemuka, Pengurus Koperasi Daerah Pertanyakan Kesesuaian Unit

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kebijakan impor kendaraan pick up jenis 4×4 dari India oleh pemerintah pusat kembali menjadi sorotan. Pengadaan yang dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara mencapai 105.000 unit dengan kontrak bernilai Rp24,66 triliun. Dua produsen asal India, Mahindra dan Tata Motors, terlibat dalam penyediaan kendaraan tersebut. Unit-unit itu direncanakan sebagai armada operasional Koperasi […]

    Bagikan
  • Proses PAW Nur Wakhid Rampung di KPU, Menunggu Keputusan Pemprov Jatim

    Proses PAW Nur Wakhid Rampung di KPU, Menunggu Keputusan Pemprov Jatim

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Wakhid (Gus Wahid), telah rampung di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan. Seluruh tahapan verifikasi dinyatakan selesai dan hasilnya telah diserahkan kepada Sekretariat DPRD Magetan. Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide, menegaskan bahwa seluruh proses […]

    Bagikan
  • Jaga Keselamatan Kereta Api, KAI Daop 7 Madiun Rutin Tilik Lintas Pakai Lori Dresin

    Jaga Keselamatan Kereta Api, KAI Daop 7 Madiun Rutin Tilik Lintas Pakai Lori Dresin

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun (Daop 7) terus memperkuat aspek keselamatan dan keandalan operasional dengan melakukan pengecekan sarana dan prasarana secara rutin menggunakan lori dresin. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada agenda Tilik Lintas di petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga Stasiun Blitar. Pengecekan dipimpin langsung oleh Alam Prasetyo […]

    Bagikan
  • Sensasi Petik Anggur Aneka Varietas Di Greenhouse Mas Ari Ponorogo

    Sensasi Petik Anggur Aneka Varietas Di Greenhouse Mas Ari Ponorogo

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah kebun anggur dalam bentuk greenhouse di Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo,Jawa Timur menjadi destinasi wisata edukasi baru bagi masyarakat. Kebun Anggur Mas Ari ini menawarkan pengalaman melihat puluhan varietas anggur dari dalam dan luar negeri. Bahkan, sekaligus mengajak pengunjung belajar langsung cara menanam hingga memetik buah dari pohonnya. Pada Jumat […]

    Bagikan
  • Sungai Gandong Kidul Dipenuhi Sampah, Warga Desak Penertiban

    Sungai Gandong Kidul Dipenuhi Sampah, Warga Desak Penertiban

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi Sungai Gandong Kidul di Dusun Babar, Desa Bulugunung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, kini sangat memprihatinkan. Aliran sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan berubah fungsi layaknya tempat pembuangan sampah. Dari atas Jembatan Kranjang, tumpukan sampah terlihat jelas memenuhi aliran sungai. Mulai dari sisa sayuran, plastik kemasan, karung bekas, hingga limbah rumah […]

    Bagikan
expand_less