Polda Jatim Siagakan 2.580 Personel Amankan Madiun dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Polda Jawa Timur menyiagakan 2.580 personel dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026. Hal ini untuk mengantisipasi potensi konflik antarperguruan pencak silat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya.
Ribuan personel tersebut terdiri atas 1.090 personel Polda Jatim dan 1.490 personel gabungan dari sejumlah polres. Operasi berlangsung selama dua hari, 25–27 September 2026.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jatim Kombes Pol Jhoni Iskandar mengatakan, pengamanan difokuskan pada cipta kondisi serta pencegahan potensi gesekan dan konflik antarperguruan pencak silat.
“Jumlah personel yang disiagakan untuk Polda Jatim sebanyak 1.090 personel, kemudian gabungan polres ada 1.490 personel. Jadi total sekitar 2.580 personel yang disiagakan selama Operasi Aman Mataraman Semeru,” ujar Jhoni usai memimpin apel pasukan di Lapangan Loh Duwur, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Kamis (24/9/2026).
Menurut Jhoni, peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat menjelang agenda besar salah satu perguruan pencak silat di Kota Madiun menjadi salah satu perhatian dalam pengamanan wilayah Mataraman.
Wilayah pengamanan meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, dan daerah sekitarnya.
“Kita prosedurnya adalah keselamatan manusia merupakan hukum yang tertinggi. Jadi, kita amankan kegiatan untuk menjaga keselamatan yang ada di wilayah Madiun sekitarnya,” katanya.
Jhoni menyebut Polres Madiun Kota bersama jajaran polres sekitar telah melakukan penyekatan sejak tiga hari sebelum pelaksanaan operasi. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan di sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
Dalam pelaksanaan pengamanan, personel diminta mengedepankan langkah preventif, persuasif, dan humanis. Polisi juga meningkatkan komunikasi serta koordinasi dengan unsur TNI, pemerintah daerah, pengurus perguruan pencak silat, dan tokoh masyarakat.

Pengamanan tersebut berkaitan dengan agenda lima tahunan Musyawarah Besar atau Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 2026 dari kubu pimpinan Muhammad Taufiq yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026 di Padepokan Agung Madiun, Jalan Merak. Namun, agenda tersebut tidak mendapatkan izin untuk diselenggarakan di wilayah Kota maupun Kabupaten Madiun. Keputusan itu diambil Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat dengan pertimbangan menjaga keamanan dan ketertiban umum di tengah adanya dualisme kepemimpinan di tubuh PSHT.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung





