KADIN Pacitan Kunjungi Madiun, Belajar Produk UMKM hingga Industri Benih Padi
- account_circle Sinergia Mediatama
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pacitan melakukan kunjungan ke Kota Madiun selama dua hari, Jumat-Sabtu (18-19/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang bertukar pengalaman sekaligus melihat secara langsung potensi usaha dan ekonomi kreatif di wilayah Madiun.
Rombongan KADIN Pacitan yang berjumlah 15 orang didampingi pengurus Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Madiun. Kunjungan diawali dengan mendatangi Wahyu Tumurun di Jalan Timbangan, Kelurahan Banjarejo, Kota Madiun.
Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung proses produksi makanan khas Madiun, mulai dari pembuatan, pengemasan hingga pemasaran madumongso dan sambal pecel.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda melihat proses produksi. APMISO Madiun juga mengajak KADIN Pacitan berdiskusi mengenai program kerja serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
APMISO Madiun yang diketuai Toni Darminto membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha. Meski selama ini menjadi wadah bagi pelaku usaha mie dan bakso, APMISO menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai bidang.
Memasuki hari kedua, rombongan KADIN Pacitan bersama APMISO Madiun melanjutkan kunjungan ke D’Craft Nusantara yang berada di Jalan Dwijaya X Nomor 16, Perum Dumai Indah, Kota Madiun.

Di tempat tersebut, anggota KADIN Pacitan melihat beragam produk kerajinan yang dihasilkan para pelaku ekonomi kreatif di wilayah Madiun. Kunjungan ini memberikan gambaran mengenai potensi industri kreatif sekaligus ragam produk lokal yang dapat dikembangkan.
Agenda kunjungan kemudian ditutup dengan mendatangi pabrik benih padi di wilayah Banjarsari, Tiron, Kabupaten Madiun. Rombongan melihat secara langsung aktivitas usaha yang bergerak di bidang perbenihan padi.

“Tentunya senang sekali dengan kedatangan dari KADIN Pacitan. Ini bisa menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha,” jelas Toni.
APMISO, lanjutnya, tidak hanya ingin menjadi wadah bagi pedagang mie dan bakso, tetapi juga berupaya merangkul pelaku usaha dari berbagai sektor untuk bersama-sama mendorong kemajuan UMKM di wilayah Madiun.
Kunjungan KADIN Pacitan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bertukar pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan usaha.
“Yang jelas melalui pertemuan antarpelaku usaha dari dua daerah ini pastinya juga membuka peluang terbentuknya jejaring dan kolaborasi baru dalam pengembangan UMKM,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, APMISO Madiun menunjukkan keterbukaannya untuk membangun kerja sama lintas sektor. Semangat kolaborasi diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mendorong pelaku usaha lokal agar semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. (Diez)
- Penulis: Sinergia Mediatama
- Editor: Diez





