Berita Terkini
Trending Tags

Kebakaran Hutan Lereng Gunung Lawu, Diduga Akibat Pembukaan Lahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 113
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. (5/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran melanda kawasan hutan di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026) siang. Api membakar vegetasi hutan hingga mencapai sekitar satu hektare.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB setelah petugas Perhutani yang sedang melakukan patroli melihat kepulan asap dari kawasan hutan di sekitar jalur Plaosan. Titik api kemudian diketahui berada di Petak 72 D, wilayah RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, tepat di depan kawasan Lawu Green Forest (LGF) Magetan.

Api dengan cepat membakar sejumlah tanaman kayu, di antaranya kaliptus, pinus, cemara, dan vegetasi lainnya. Kondisi lahan yang relatif kering diduga turut mempermudah api menjalar.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Perhutani, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan langsung dikerahkan ke lokasi. Dengan menggunakan peralatan pemadaman yang tersedia, petugas berupaya melokalisasi dan memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.

Setelah sekitar dua jam dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui setelah petugas melihat kepulan asap ketika melintas di jalur Plaosan.

Menurutnya, berdasarkan kondisi di lapangan, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Api yang sebelumnya dianggap telah padam diduga masih menyisakan bara sehingga kembali membakar vegetasi di kawasan tersebut.

“Kami saat melintas di jalur Plaosan terlihat kepulan asap. Kami perkirakan titik api berada di dalam kawasan hutan karena seputaran lokasi memang kawasan hutan,” ujar Mulyadi.

Mulyadi menyebut luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Setelah mengetahui adanya titik api, petugas segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pemadaman.

Image Not Found
Api membakar sekitar satu hektare kawasan hutan Pacalan. Foto : Kus-Sinergia

“Kami melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk Kapolsek, Koramil, dan BPBD untuk segera merapat ke lokasi, mengantisipasi dan memadamkan titik api. Alhamdulillah bisa segera teratasi,” katanya.

Lokasi kebakaran secara administratif berada di wilayah pengelolaan RPH Sarangan, BKPH Lawu Selatan, pada Petak 72 D. Namun, menurut Mulyadi, kawasan tersebut saat ini telah beralih pengelolaan menjadi Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) dan dikelola oleh kelompok tani hutan.

Karena itu, Perhutani tidak lagi menjadi pihak yang mengelola langsung kawasan tersebut. Meski demikian, petugas tetap melakukan penanganan ketika menemukan adanya kebakaran untuk mencegah api meluas.

Mulyadi memastikan kondisi terakhir di lokasi telah aman dan api berhasil dipadamkan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kelompok tani hutan (KTH) dan Cabang Dinas Kehutanan untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.

“Kami sangat berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Setelah ini kami akan berkoordinasi dengan KTH dan pihak Cabang Dinas Kehutanan untuk menyosialisasikan kepada masyarakat anggota KTH agar tidak melakukan pembakaran lahan secara liar,” ujarnya.

Sementara itu, petugas masih melakukan penelusuran untuk mengetahui pihak yang melakukan aktivitas pembukaan lahan di kawasan KHDPK tersebut. Identitas penggarap yang diduga menjadi penyebab kebakaran juga masih dalam proses pencarian.

Petugas mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan hutan agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan, terlebih pada kondisi musim kemarau. Api yang ditinggalkan dalam kondisi belum benar-benar padam berpotensi kembali menyala dan dengan cepat menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPR Bank Madiun Serahkan Hadiah Utama Honda Brio Undian Simarmas

    BPR Bank Madiun Serahkan Hadiah Utama Honda Brio Undian Simarmas

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Perumda BPR Bank Madiun menyerahkan hadiah utama program tabungan berjangka Simarmas kepada salah satu nasabahnya, Winarni, warga Desa Ngampel, Kabupaten Madiun. Ia berhak membawa pulang satu unit Honda Brio setelah mengikuti program tersebut melalui 10 rekening aktif. Penyerahan hadiah berlangsung di Kantor BPR Kabupaten Madiun, Jalan Raya Solo–Jiwan, Jumat (21/11/2025). Hadiah […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    Diguyur Hujan Lebat, Rumah Warga Plaosan Longsor

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Bencana tanah longsor menimpa rumah milik Subiyo (55) warga Dusun Tawing RT 10/ RW 2 Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan pada Jumat (7/2/2205) pukul 20.30 WIB. Bangunan rumah beserta pondasi setinggi 3 meter dan lebar 5 meter ini longsor usai selama satu minggu terakhir wilayah di lereng gunung Lawu […]

    Bagikan
  • Satpol PP Magetan Rancang Strategi Baru Berantas Rokok Ilegal

    Satpol PP Magetan Rancang Strategi Baru Berantas Rokok Ilegal

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sebanyak 5 juta batang rokok ilegal dan ribuan liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dimusnahkan Kantor Bea dan Cukai Madiun bersama sejumlah instansi lintas sektor, Rabu (18/06/2025). Pemusnahan dilakukan dalam dua tahap, yakni di halaman Pendopo Wedya Graha dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Barang bukti […]

    Bagikan
  • Libur Sekolah Belum Dongkrak Wisata Telaga Sarangan, Baru 56 Ribu Pengunjung, Ada Apa?

    Libur Sekolah Belum Dongkrak Wisata Telaga Sarangan, Baru 56 Ribu Pengunjung, Ada Apa?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Libur sekolah yang biasanya menjadi momentum peningkatan kunjungan wisata belum sepenuhnya mampu mendongkrak jumlah wisatawan di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Hingga pertengahan masa liburan, jumlah pengunjung tercatat masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan, jumlah wisatawan yang berkunjung […]

    Bagikan
  • Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi baru saja melakukan mutasi terhadap 5 pejabat pimpinan tinggi pratama pada Rabu (07/05/2025). Bahkan, 2 Kepala Dinas masuk “kotak” di posisi Staf Ahli. Rupanya, gerbong mutasi tidak ada berhenti disini saja. Maidi mengungkapkan bahwa perubahan struktur atau “gerbong” pemerintahan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, […]

    Bagikan
  • Penyelidikan Keracunan Massal Jalan Ditempat, Polres Madiun Tunggu Hasil Lab Polda

    Penyelidikan Keracunan Massal Jalan Ditempat, Polres Madiun Tunggu Hasil Lab Polda

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Penyelidikan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari tiga SD negeri di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, hingga kini belum menemukan titik terang. Lebih dari sepekan berlalu, hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang dikirim Polres Madiun masih belum keluar. Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Agus Andi, mengatakan proses pemeriksaan sampel […]

    Bagikan
expand_less