Berita Terkini
Trending Tags

Harga Bahan Impor Melonjak, Industri Kulit Magetan Kian Tertekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 111
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga bahan impor naik, industri kulit Magetan kian tertekan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pelaku industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat seiring kenaikan harga bahan baku impor. Situasi ini terjadi saat kondisi pasar masih cenderung lesu, sehingga memperberat beban produksi yang terus meningkat.

Lonjakan harga terutama terjadi pada bahan pembantu, seperti krom, zat pewarna, dan pelembut kulit, yang naik sekitar 20 hingga 50 persen. Kenaikan juga terjadi pada bahan plastik yang bahkan mencapai dua kali lipat atau sekitar 100 persen lebih.

Sembunyikan kutipan teksKetua Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Magetan, Basuki, mengungkapkan tingginya ketergantungan terhadap bahan impor membuat industri sulit menghindari dampak kenaikan tersebut. “Kenaikan paling terasa ada di bahan pembantu, karena hampir seluruhnya masih bergantung pada impor,” ujarnya saat ditemui di lokasi usaha.

Meningkatnya harga bahan baku berimbas langsung pada biaya produksi. Namun, pelaku usaha belum dapat serta-merta menaikkan harga jual. Kondisi pasar yang belum stabil membuat mereka harus menahan harga agar tidak semakin menurunkan minat beli konsumen.

“Secara hitungan memang seharusnya harga jual ikut naik. Tapi karena pasar masih lesu, kami memilih menahan. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan pembeli justru berkurang,” jelas Basuki.

Namun demikian, pelaku usaha mengingatkan bahwa tekanan terhadap industri bisa semakin besar apabila kenaikan harga bahan baku dan kondisi pasar yang lemah terus berlangsung dalam waktu dekat.

Meski berada dalam tekanan, pelaku industri tetap berupaya mempertahankan usaha mereka. Mereka meyakini produk berbahan kulit masih memiliki daya tarik tersendiri dan belum mudah tergantikan oleh bahan lain.

“Produk kulit itu punya karakter khusus, jadi tetap ada pasarnya,” tambahnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    Dishub Kota Madiun Tertibkan Parkir di Sekitar Sunday Market Bantaran

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sunday market bantaran Kota Madiun menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat untuk mengisi akhir pekan. Hal itu berdampak dari banyaknya kendaraan bagi roda 2 maupun roda 4 yang parkir tidak sesuai tempatnya. Seperti memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Madiun. ‘’Sesuai UU 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Komitmen Nol Stunting di Setiap Kelurahan

    Pemkot Madiun Komitmen Nol Stunting di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka stunting. Kamis (25/09/2025), digelar rapat koordinasi (rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kecamatan Manguharjo yang dihadiri seluruh lurah se-Kota Madiun dan Tim Penggerak PKK. Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa pemerintah serius menargetkan angka stunting di wilayahnya segera tuntas. Saat […]

    Bagikan
  • Stok LPG di Kota Madiun Dipastikan Aman Menjelang Lebaran, Pertamina Tambah 23.520 Tabung

    Stok LPG di Kota Madiun Dipastikan Aman Menjelang Lebaran, Pertamina Tambah 23.520 Tabung

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang hari raya Idul Fitri, stok LPG di wilayah Karisidenan Madiun, khususnya Kota Madiun, dipastikan dalam keadaan aman. Hal ini disampaikan oleh Gatot Subroto, SBM Kediri VI Gas Pertamina (Patra Niaga) saat meninjai sejumlah pangkalan LPG pada Kamis (27/03/2025). Dijelaskannya, bahwa suplai LPG dari Surabaya menuju Madiun berjalan lancar setiap […]

    Bagikan
  • Sertijab Wali Kota Madiun, Maidi-F.Bagus Panuntun Bakal Tancap Gas

    Sertijab Wali Kota Madiun, Maidi-F.Bagus Panuntun Bakal Tancap Gas

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Serah terima jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun resmi dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun pada Senin (3/3/2025). Dari Penjabat (Pj) Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto kepada Wali Kota Madiun, Maidi dan Wakil Wali Kota F. Bagus Panuntun. Sertijab yang digelar di Gedung Paripurna ini dipimpin […]

    Bagikan
  • Diterjang Banjir Pondasi Jembatan Wates Terkikis hingga Sayap Jembatan Ambles

    Diterjang Banjir Pondasi Jembatan Wates Terkikis hingga Sayap Jembatan Ambles

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sebuah jembatan  di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo menambah daftar jumlah jembatan rusak akibat terjangan banjir di musim hujan yang terjadi beberapa bulan terakhir. Tingginya debit air sungai Klitik mengakibatkan sayap Jembatan Wates bagian selatan ambles sekitar 10 meter.  Pantauan dilapangan pondasi jembatan terkikis hingga menyebabkan keretakan pada pilar penyangga jembatan. […]

    Bagikan
  • Waduh ! Kasus HIV pada Calon Pengantin dan Ibu Hamil di Magetan Meningkat

    Waduh ! Kasus HIV pada Calon Pengantin dan Ibu Hamil di Magetan Meningkat

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan mencatat temuan kasus HIV/AIDS pada kelompok calon pengantin (Catin) dan ibu hamil. Data tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan dan pemeriksaan kesehatan sejak sebelum menikah. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agus Yudi Purnomo, mengungkapkan bahwa terdapat 18 calon pengantin yang […]

    Bagikan
expand_less