Berita Terkini
Trending Tags

Harga Bahan Impor Melonjak, Industri Kulit Magetan Kian Tertekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga bahan impor naik, industri kulit Magetan kian tertekan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pelaku industri penyamakan kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tengah menghadapi tekanan berat seiring kenaikan harga bahan baku impor. Situasi ini terjadi saat kondisi pasar masih cenderung lesu, sehingga memperberat beban produksi yang terus meningkat.

Lonjakan harga terutama terjadi pada bahan pembantu, seperti krom, zat pewarna, dan pelembut kulit, yang naik sekitar 20 hingga 50 persen. Kenaikan juga terjadi pada bahan plastik yang bahkan mencapai dua kali lipat atau sekitar 100 persen lebih.

Sembunyikan kutipan teksKetua Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Magetan, Basuki, mengungkapkan tingginya ketergantungan terhadap bahan impor membuat industri sulit menghindari dampak kenaikan tersebut. “Kenaikan paling terasa ada di bahan pembantu, karena hampir seluruhnya masih bergantung pada impor,” ujarnya saat ditemui di lokasi usaha.

Meningkatnya harga bahan baku berimbas langsung pada biaya produksi. Namun, pelaku usaha belum dapat serta-merta menaikkan harga jual. Kondisi pasar yang belum stabil membuat mereka harus menahan harga agar tidak semakin menurunkan minat beli konsumen.

“Secara hitungan memang seharusnya harga jual ikut naik. Tapi karena pasar masih lesu, kami memilih menahan. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan pembeli justru berkurang,” jelas Basuki.

Namun demikian, pelaku usaha mengingatkan bahwa tekanan terhadap industri bisa semakin besar apabila kenaikan harga bahan baku dan kondisi pasar yang lemah terus berlangsung dalam waktu dekat.

Meski berada dalam tekanan, pelaku industri tetap berupaya mempertahankan usaha mereka. Mereka meyakini produk berbahan kulit masih memiliki daya tarik tersendiri dan belum mudah tergantikan oleh bahan lain.

“Produk kulit itu punya karakter khusus, jadi tetap ada pasarnya,” tambahnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Ponorogo Tegas Atasi Masalah Knalpot Brong!

    Polres Ponorogo Tegas Atasi Masalah Knalpot Brong!

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Malam pergantian tahun menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Namun kadang kala ada yang merayakan secara berlebihan seperti berkonvoi dan memakai knalpot brong. Hal itulah yang akan diantisipasi jajaran Polres Ponorogo pada malam pergantian tahun nanti. “Knalpot brong atau knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek) kan jelas dilarang. Tidak hanya saat malam […]

    Bagikan
  • Didik Haryono Secara Aklamasi Pimpin Golkar Magetan, Targetkan 7 Kursi di Pemilu Mendatang

    Didik Haryono Secara Aklamasi Pimpin Golkar Magetan, Targetkan 7 Kursi di Pemilu Mendatang

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar akhirnya menutup proses pemilihan ketua DPD Magetan dengan keputusan aklamasi. Dalam agenda yang digelar di Surabaya pada Senin (08/12/2025), Didik Haryono resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Magetan periode 2025–2030. Dalam keterangannya, Didik mengungkapkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar yang kini ia emban. […]

    Bagikan
  • Bursa Ketua DPC PDIP Magetan Makin Panas, 14 Nama Masuk Penjaringan

    Bursa Ketua DPC PDIP Magetan Makin Panas, 14 Nama Masuk Penjaringan

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinamika politik internal PDI Perjuangan Kabupaten Magetan memasuki babak baru. Setelah rapat pengurus anak cabang (PAC) dan pelaksanaan tes psikologi secara daring, sebanyak 14 nama resmi terjaring dalam proses penjaringan calon ketua DPC. Wakabid Kaderisasi dan Ideologi DPC PDIP Magetan, Parmin, menegaskan bahwa pihaknya hanya bertugas menyampaikan hasil keputusan PAC. Menurutnya, […]

    Bagikan
  • Tak Mau Ambil Risiko Saat Mudik, KAI Daop 7 Madiun Periksa Jalur KA Talun–Tulungagung

    Tak Mau Ambil Risiko Saat Mudik, KAI Daop 7 Madiun Periksa Jalur KA Talun–Tulungagung

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan kesiapan sarana dan prasarana perjalanan kereta api. Salah satu langkah yang dilakukan adalah inspeksi jalur menggunakan lori dresin dari Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung. Kegiatan cek lintas tersebut dipimpin langsung Vice President Daop 7 Madiun, […]

    Bagikan
  • Pemberhentian Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, Dinsos Magetan Belum Terima Data Resmi

    Pemberhentian Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, Dinsos Magetan Belum Terima Data Resmi

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Temuan 690 penerima bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Magetan yang terindikasi terlibat praktik judi online berdampak pemberhentian sementara penyaluran bantuan oleh pemerintah pusat, bagi penerima yang tercatat dalam daftar tersebut. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan Parminto Budi membenarkan adanya laporan dari pemerintah pusat terkait data penerima Bansos yang terindikasi aktivitas judi […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, dan Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, masih dalam penyelidikan kepolisian. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengungkapkan hingga kini sudah 41 orang diperiksa. Mereka terdiri dari korban, pihak terkait, hingga pengusaha katering yang menyediakan makanan. Selain itu, polisi juga […]

    Bagikan
expand_less