Berita Terkini
Trending Tags

Dari Tanah ke Rabat Beton untuk Masa Depan Petani di Desa Kembangan Lereng Gunung Lawu

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • visibility 69
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Upacara pembukaan TMMD ke-126 di Lapangan Desa Kembangan. Foto: Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Kembangan adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan. Desa ini berpenduduk 3.443 jiwa dengan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.

Seperti halnya desa-desa lain di lereng Gunung Lawu, Kembangan juga dianugerahi tanah yang subur dan cocok untuk pertanian. Namun, di balik potensi alam tersebut, desa ini masih memerlukan percepatan pembangunan, terutama dalam sektor infrastruktur pendukung pertanian.

Akses jalan menuju area persawahan warga kondisinya masih berupa tanah liat. Saat musim penghujan, jalan-jalan itu menjadi licin dan sulit dilalui, sehingga aktivitas pertanian pun kerap terganggu.

“Kondisinya memang banyak jalan di area persawahan warga yang saat ini masih berupa tanah liat. Ini juga yang kerap dikeluhkan para petani di sini. Terlebih kalau saat musim panen yang bebarengan dengan musim penghujan, warga kesulitan dalam mengangkut hasil panennya,” ungkap Kades Kembangan Yani Maryadi ditemui usai upacara pembukaan TMMD ke-126 di Lapangan Desa Kembangan, Rabu (08/10/2025).

Meski demikian, pertanian di Desa Kembangan diakuinya cukup maju dan memiliki berbagai komoditas pertanian unggulan, seperti padi, tebu, jagung, dan kacang tanah. Melihat kondisi itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengapresiasi pemilihan sasaran rabat jalan usaha tani sepanjang 1.400 meter yang dilakukan dalam TMMD ke-126 Kodim 0804/Magetan di Desa Kembangan. Ia menilai, keberadaan akses jalan yang layak diperlukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kalau kita ingin meningkatkan produktivitas pertanian, tentunya kita harus mampu mendukung apa yang dibutuhkan oleh para petani. Salah satunya dengan akses jalan yang layak untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari,” kata Pamen TNI AD jebolan Akmil 1998 itu di lokasi rabat jalan usaha tani.

Image Not Found
Rabat jalan untuk usaha tani. Foto: Magetan -Kusnanto

Sebagai salah satu akses penghubung dari Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro menuju Desa Temboro, Kecamatan Karas, sasaran rabat jalan itu diharapkannya juga mampu untuk menggerakkan perekonomian warga.

“Disadari atau tidak, ketika jalannya bagus, maka kegiatan masyarakat akan lebih lancar, sehingga perekonomian warga juga dapat berjalan dengan baik. Stimulus seperti inilah yang tentunya kita harapkan bersama,” jelasnya.

Tak hanya rabat jalan usaha tani, TMMD ke-126 di Desa Kembangan juga menyentuh berbagai pembangunan infrastruktur lainnya. “Kita juga ada sasaran pembangunan talud di 3 titik berbeda sepanjang 217 meter, renovasi masjid 1 unit, dan pembangunan 2 unit Poskamling. Juga ada pula program unggulan Kasad berupa pembangunan 7 unit sumur bor, renovasi 15 unit Rutilahu, serta penghijauan melalui penanaman 1.000 bibit pohon produktif,” sebut Dandim 0804/Magetan Letkol Inf Hasan Dasuki.

Ditambahkannya, sebagai upaya menyeluruh, pada TMMD yang akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan itu juga dilakukan sasaran nonfisik dalam bentuk kegiatan bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, pencegahan stunting, dan berbagai macam penyuluhan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selaku Dansatgas TMMD, ia pun mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bergotong royong melaksanakan kegiatan TMMD yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Magetan.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti berterima kasih kepada TNI yang telah menghadirkan TMMD ke-126 di wilayahnya. Ia mengaku, program ini sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya banyak mengucapkan terima kasih, khususnya kepada TNI yang telah berkolaborasi dengan warga masyarakat dalam kegiatan TMMD. Ini sangat membantu sekali bagi warga masyarakat,” ujarnya.

Nanik juga mengungkapkan alasan dipilihnya Desa Kembangan menjadi lokasi dilaksanakannya TMMD ke-126 di wilayahnya. Ia menilai, Desa Kembangan saat ini masih memerlukan percepatan pembangunan infratruktur, khususnya dalam peningkatan akses jalan menuju area persawahan warga.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Libur Lebaran 2025, Wali Kota Madiun Sidak Stasiun hingga Terminal Purboyo

    Jelang Libur Lebaran 2025, Wali Kota Madiun Sidak Stasiun hingga Terminal Purboyo

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, Wali Kota Madiun Maidi bersama jajaran Forkopimda Kota Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau kesiapan fasilitas umum (fasum) di berbagai titik di Kota Madiun, Selasa (25/03/2025). Seperti meninjau Stasiun Madiun, RSUD Kota Madiun hingga Terminal Tipe A Purboyo Madiun. Sidak ini dilakukan sebagai bagian […]

    Bagikan
  • Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    Dugaan Keracunan MBG di Ngawi, SPPG Kawu Belum Kantongi Sertifikat Laik Higieni

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus dugaan keracunan makanan kembali menimpa puluhan siswa SD dan SMP di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, setelah mereka menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (26/11/2025). Insiden tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait standar kelayakan fasilitas yang menyiapkan ribuan porsi makanan bagi peserta didik. Fokus mengarah pada Satuan Pelayanan […]

    Bagikan
  • Sudah 2 Tahun Tak Punya KP3, Pengawasan Pupuk Subsidi di Madiun Terancam Kacau!

    Sudah 2 Tahun Tak Punya KP3, Pengawasan Pupuk Subsidi di Madiun Terancam Kacau!

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tercatat sudah lebih dari dua tahun tidak memiliki Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Padahal lembaga itu seharusnya memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Ketiadaan KP3 ini diakui oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
  • Sumur Bor Program Pokir DPRD Magetan Mangkrak, Harapan Warga Nikmati Air Bersih Pupus

    Sumur Bor Program Pokir DPRD Magetan Mangkrak, Harapan Warga Nikmati Air Bersih Pupus

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keinginan besar warga Dusun Gangsiran, Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, untuk dapat menikmati air bersih kembali pupus. Proyek sumur bor yang telah dibangun melalui program pokok pikiran (pokir) DPRD Magetan hingga kini belum juga dapat berfungsi. Padahal, awalnya proyek yang diketahui menelan anggaran puluhan juta rupiah tersebut dijanjikan sebagai solusi […]

    Bagikan
  • Trauma Usai Diduga Dirundung Guru, Siswi SMPN 1 Maospati Enggan Sekolah

    Trauma Usai Diduga Dirundung Guru, Siswi SMPN 1 Maospati Enggan Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Dugaan kasus perundungan di lingkungan pendidikan kembali mencuat. Kali ini, peristiwa diduga melibatkan seorang guru di SMP Negeri 1 Maospati, Magetan, yang disebut melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang siswi kelas 8.bPeristiwa yang terjadi dua hari lalu ini meninggalkan luka batin mendalam bagi korban. Saat disambangi di kediamannya, ibu korban […]

    Bagikan
  • Wabah PMK Kembali Merebak Jangkit Puluhan Sapi, DKPP Madiun Gencar Desinfektan dan Vaksinasi 

    Wabah PMK Kembali Merebak Jangkit Puluhan Sapi, DKPP Madiun Gencar Desinfektan dan Vaksinasi 

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menyerang hewan ternak di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sedikitnya 30 ekor sapi dilaporkan terjangkit PMK, dengan rincian 20 ekor di Kecamatan Saradan dan Gemarang sedangkan 10 ekor di Kecamatan Dolopo. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
expand_less