Berita Terkini
Trending Tags

Banyak yang Belum Tahu! Surga Alam Ini Ternyata Ada di Tulungagung

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 367
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
suasana danau ranu gumbolo tulungagung di malam hari (foto : ega Patria – Sinergia)

Sinergia | Tulungagung – Ranu Gumbolo di Dusun Bantengan, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit masyarakat. Danau alami yang dikelilingi hutan pinus ini menawarkan suasana sejuk dan pemandangan yang menarik bagi pengunjung.

Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Tulungagung, dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam melalui Jalan Nasional III. Tidak seperti Ranu Kumbolo di Gunung Semeru yang memerlukan pendakian, akses menuju Ranu Gumbolo lebih mudah dan bisa dijangkau oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.

“Saya baru dua kali ke sini. Lokasinya asri dan cocok untuk keluarga. Kalau yang perlu dibenahi mungkin akses jalannya, ya. Masih banyak yang rusak,” ujar Akbar Nafis, pengunjung asal Gresik (11/5/2025).

Image Not Found
keindahan ranu gumbolo yang memanjakan mata ( foto : ega patria – Sinergia)

Saat ini, sebagian fasilitas di area wisata memang belum sepenuhnya pulih. Namun, pengelola tetap membuka kawasan ini untuk umum.

Biaya masuk ke Ranu Gumbolo tergolong terjangkau. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Rp 8.000 per orang, ditambah biaya asuransi Rp 500. Parkir kendaraan dikenai tarif Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

dermaga ranu gumbolo spot favorit wisatawan untuk ber swafoto

“Mungkin saat ini keadaan wisata Ranu Gumbolo seperti ini, sedang dalam perbaikan. Tapi warga tetap bisa berkunjung. Untuk camping hanya dikenai Rp 15 ribu. Kalau lupa bawa tenda, di sini juga tersedia penyewaan,” kata Danu Subroto, salah satu pengelola.

Meskipun beberapa wahana belum beroperasi, kawasan danau ini masih menjadi pilihan warga untuk berwisata sambil menikmati alam.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Bagikan 55 Mobil Siaga Desa, Siap Layani Warga 24 Jam untuk Kebutuhan Mendesak

    Pemkab Madiun Bagikan 55 Mobil Siaga Desa, Siap Layani Warga 24 Jam untuk Kebutuhan Mendesak

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali memperkuat layanan publik di tingkat desa dengan menyerahkan 55 unit mobil siaga desa. Armada tersebut diproyeksikan menjadi kendaraan layanan masyarakat yang beroperasi selama 24 jam, terutama untuk mengantar warga yang membutuhkan penanganan kesehatan maupun keperluan mendesak lainnya. Penyerahan mobil siaga dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Usulkan Tambahan 7.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Kuota NPK dan Organik Belum Mencukupi

    Pemkab Magetan Usulkan Tambahan 7.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Kuota NPK dan Organik Belum Mencukupi

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kembali mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam 2026. Tambahan yang diusulkan mencapai 7.000 ton, terdiri dari 5.000 ton pupuk NPK dan 2.000 ton pupuk organik. Usulan tersebut diajukan menyusul masih terbatasnya kuota pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Magetan […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Rencanakan Skema Normalisasi Saluran, Antisipasi Luapan Saat Musim Hujan

    Pemkot Madiun Rencanakan Skema Normalisasi Saluran, Antisipasi Luapan Saat Musim Hujan

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah kawasan permukiman menjadi perhatian Pemerintah Kota Madiun. Dua titik yang menjadi perhatian yakni kawasan Jalan Anggrek, Kelurahan Oro-Oro Ombo, dan permukiman di belakang SMKN 1 Madiun, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo. Pemkot Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berencana melakukan penanganan […]

    Bagikan
  • Padi Amfibi UGM Panen Hingga 8,5 Ton per Hektare, Petani Madiun Mulai Beralih ke Gamagora 7

    Padi Amfibi UGM Panen Hingga 8,5 Ton per Hektare, Petani Madiun Mulai Beralih ke Gamagora 7

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus mendorong lahirnya inovasi di sektor pertanian melalui pengembangan varietas padi unggul Gamagora 7 (Gadjah Mada Gogo Rancah 7). Varietas yang dijuluki sebagai “padi amfibi” ini diperkenalkan kepada petani Kabupaten Madiun melalui panen raya di lahan demplot Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Jumat (10/7/2026). Panen raya tersebut merupakan […]

    Bagikan
  • Dua Kasus DBD di Patihan, Dinkes Kota Madiun Lakukan Fogging dan Edukasi 3M Plus photo_camera 3

    Dua Kasus DBD di Patihan, Dinkes Kota Madiun Lakukan Fogging dan Edukasi 3M Plus

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun melakukan fogging di wilayah Kelurahan Patihan Kecamatan Manguharjo pada Selasa (10/3/2026). Hal ini setelah ditemukan dua kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di satu lingkungan yang sama. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk memutus rantai penularan penyakit yang disebabkan oleh […]

    Bagikan
  • Intervensi Pasar Telur Mulai Dijalankan, Peternak Nilai Belum Menyentuh Akar Masalah

    Intervensi Pasar Telur Mulai Dijalankan, Peternak Nilai Belum Menyentuh Akar Masalah

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan bergerak cepat merespons anjloknya harga telur ayam ras di tingkat peternak dengan menyiapkan skema penyerapan produksi. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari para peternak yang sebelumnya mengeluhkan ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan pasar. Perwakilan peternak telur Magetan, Surohman, menyampaikan terima kasih atas respons cepat pemerintah daerah yang dinilai terbuka […]

    Bagikan
expand_less