Berita Terkini
Trending Tags

Bendungan Gonggang Surut, Dasar Waduk Jadi Daya Tarik Wisata Baru

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengunjung menikmati panorama Bendungan Gonggang dari dasar waduk. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau panjang berdampak pada menyusutnya sejumlah cadangan air di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satunya terjadi di Bendungan Gonggang yang berada di Kecamatan Poncol.

Saat ini, volume air di bendungan tersebut diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan kondisi ketika waduk terisi penuh. Penyusutan itu membuat sebagian dasar bendungan yang biasanya terendam kini terlihat jelas.

Hamparan bebatuan berukuran besar yang muncul di tengah waduk bahkan memberikan pemandangan berbeda. Kondisi tersebut oleh sejumlah pengunjung disebut menyerupai kawasan pantai, sehingga menarik perhatian warga untuk datang dan menikmati suasana Bendungan Gonggang dari sisi yang berbeda.

Pemandangan dasar waduk yang mengering juga sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah salah satu unggahan mengenai kondisi Bendungan Gonggang menarik perhatian dan viral di kalangan warganet.

Surutnya air juga dimanfaatkan para pemancing. Mereka turun hingga ke bagian dasar waduk untuk mencari ikan yang sebelumnya berada di kawasan yang tertutup air ketika volume bendungan masih tinggi.

Image Not Found
Dasar Bendungan Gonggang terlihat setelah air waduk menyusut. Foto : Kus-Sinergia

Salah seorang warga, Hari, mengatakan penyusutan air di Bendungan Gonggang sudah cukup signifikan. Menurutnya, kondisi air saat ini hanya tersisa sekitar 20 hingga 30 persen.

“Airnya menyusut banyak sekali, tinggal paling 20 sampai 30 persen. Orang mancing sekarang sudah sampai ke dasar, yang biasanya berada di atas, sekarang airnya jauh turun ke bawah,” ujar Hari.

Menurut Hari, penyusutan air merupakan kondisi yang biasa terjadi setiap musim kemarau. Bendungan Gonggang memang memiliki fungsi utama untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian, khususnya saat pasokan air berkurang pada musim kemarau.

Meski demikian, kondisi waduk yang surut justru menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Sejumlah pengunjung datang bukan sekadar untuk melihat dasar bendungan, tetapi juga berolahraga sekaligus menikmati panorama alam.

Sindi Fatika Sari, salah seorang pengunjung asal Sampung, Ponorogo, mengaku baru pertama kali turun hingga ke bagian dasar Bendungan Gonggang ketika air surut seperti sekarang.

Ia biasanya datang saat kondisi air masih tinggi. Namun, musim kemarau kali ini membuat bagian dasar bendungan dapat dijangkau dan memperlihatkan bebatuan yang selama ini berada di bawah permukaan air.

“Saya baru pertama kali turun ke bawah karena musim kemarau. Kalau musim hujan tidak bisa sampai ke sini karena airnya naik. Di sini bisa foto-foto, melihat dasar waduk, dan ternyata banyak batu-batu. Banyak juga orang yang memancing,” kata Sindi.

Pengunjung lainnya, Eva Ainul Nur Istiqomah dan Nadin Nisrina Salsabila Rahmadhani, memilih datang karena tertarik melihat perubahan pemandangan Bendungan Gonggang ketika air surut.

Menurut mereka, kondisi tersebut membuat dasar waduk terlihat lebih luas dan menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan saat bendungan dipenuhi air. Selain menikmati pemandangan, keduanya juga kerap memanfaatkan kawasan tersebut untuk berolahraga pada sore hari.

“Kalau sedang surut pemandangannya bagus karena bisa melihat dasarnya. Biasanya sore juga untuk olahraga. Enak, pemandangannya ada dan hawanya sejuk,” ujar keduanya.

Bagi masyarakat sekitar, surutnya Bendungan Gonggang menjadi penanda berkurangnya cadangan air pada musim kemarau. Namun bagi pengunjung, kondisi tersebut sekaligus menghadirkan lanskap baru yang sebelumnya tersembunyi di bawah permukaan air.

Dengan munculnya dasar waduk, aktivitas warga pun bergeser. Dari sekadar menikmati panorama bendungan, kini sebagian pengunjung turun ke dasar untuk berfoto, berjalan-jalan, berolahraga, hingga memancing.

Meski menjadi daya tarik tersendiri, penyusutan air tetap menjadi perhatian karena Bendungan Gonggang memiliki fungsi penting untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian. Karena itu, kondisi cadangan air dan pemanfaatannya perlu terus diperhatikan seiring berlangsungnya musim kemarau. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia Truk ODOL di Ponorogo, Sopir Tinggalkan Kendaraan karena Takut Ditilang

    Razia Truk ODOL di Ponorogo, Sopir Tinggalkan Kendaraan karena Takut Ditilang

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Polsek, dan Koramil menggelar razia terhadap truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di wilayah Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Razia ini digelar sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait maraknya truk tambang yang melintas dengan muatan berlebih dan berpotensi merusak jalan. […]

    Bagikan
  • Persiapan Haji Magetan Capai 90 Persen, Pemberangkatan Dijadwalkan 26 April

    Persiapan Haji Magetan Capai 90 Persen, Pemberangkatan Dijadwalkan 26 April

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Tahapan persiapan ibadah haji bagi jemaah asal Kabupaten Magetan telah mencapai sekitar 90 persen. Hingga pertengahan April, seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala berarti, meski masih ada beberapa kelengkapan yang belum dibagikan. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Magetan, Ida Dwi Martini, menjelaskan bahwa salah satu yang masih ditunggu adalah distribusi […]

    Bagikan
  • Ikhlas Honor Terbatas, Kisah Intan Relawan Guru SDN di Kabupaten Madiun

    Ikhlas Honor Terbatas, Kisah Intan Relawan Guru SDN di Kabupaten Madiun

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di sebuah ruang kelas sederhana di Salah satu SDN di Kabupaten Madiun, suara anak-anak membaca dan bertanya menjadi penguat langkah Intan Nopita Sari (26). Di tengah keterbatasan status dan honor, Intan tetap memilih bertahan sebagai guru relawan—profesi yang telah ia impikan sejak kecil. Intan saat ini berstatus sebagai relawan mengajar, bukan […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Bongkar 10 Kasus Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

    Polres Magetan Bongkar 10 Kasus Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Operasi Tumpas Semeru 2025 yang digelar Polres Magetan membuahkan hasil signifikan. Dalam kurun Agustus hingga September 2025, jajaran Satresnarkoba berhasil mengungkap 10 kasus penyalahgunaan narkotika dengan total 11 tersangka. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyampaikan hasil pengungkapan tersebut dalam konferensi pers di Gedung Pesat Gatra, Senin (22/09/2025). Dari 11 […]

    Bagikan
  • Nyaris Baku Hantam di Terminal Caruban, Dua Kru Bus yang Bersitegang Berebut Penumpang

    Nyaris Baku Hantam di Terminal Caruban, Dua Kru Bus yang Bersitegang Berebut Penumpang

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ketegangan sempat memuncak di Terminal Caruban, Kabupaten Madiun, usai dua kru bus nyaris terlibat baku hantam pada Sabtu pagi (19/07/2025). Insiden tersebut terekam dalam video amatir dan tersebar di media sosial, memicu reaksi beragam dari publik. Video berdurasi singkat itu memperlihatkan sejumlah orang berusaha melerai dua kelompok yang terlibat adu […]

    Bagikan
  • Disbudpar Magetan Angkat Bicara Terkait Keluhan Wisatawan Soal Harga Tak Wajar di Sarangan

    Disbudpar Magetan Angkat Bicara Terkait Keluhan Wisatawan Soal Harga Tak Wajar di Sarangan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan angkat bicara soal ramainya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik “getok harga” oleh sejumlah pedagang di kawasan wisata Telaga Sarangan. Fenomena tersebut sempat memicu perdebatan hangat di media sosial setelah beberapa wisatawan mengaku dikenai tarif makanan dan minuman yang dinilai jauh dari kewajaran. Kepala Bidang […]

    Bagikan
expand_less