Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Bendungan Gonggang Surut, Dasar Waduk Jadi Daya Tarik Wisata Baru

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • visibility 111
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pengunjung menikmati panorama Bendungan Gonggang dari dasar waduk. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Musim kemarau panjang berdampak pada menyusutnya sejumlah cadangan air di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Salah satunya terjadi di Bendungan Gonggang yang berada di Kecamatan Poncol.

Saat ini, volume air di bendungan tersebut diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan kondisi ketika waduk terisi penuh. Penyusutan itu membuat sebagian dasar bendungan yang biasanya terendam kini terlihat jelas.

Hamparan bebatuan berukuran besar yang muncul di tengah waduk bahkan memberikan pemandangan berbeda. Kondisi tersebut oleh sejumlah pengunjung disebut menyerupai kawasan pantai, sehingga menarik perhatian warga untuk datang dan menikmati suasana Bendungan Gonggang dari sisi yang berbeda.

Pemandangan dasar waduk yang mengering juga sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah salah satu unggahan mengenai kondisi Bendungan Gonggang menarik perhatian dan viral di kalangan warganet.

Surutnya air juga dimanfaatkan para pemancing. Mereka turun hingga ke bagian dasar waduk untuk mencari ikan yang sebelumnya berada di kawasan yang tertutup air ketika volume bendungan masih tinggi.

Image Not Found
Dasar Bendungan Gonggang terlihat setelah air waduk menyusut. Foto : Kus-Sinergia

Salah seorang warga, Hari, mengatakan penyusutan air di Bendungan Gonggang sudah cukup signifikan. Menurutnya, kondisi air saat ini hanya tersisa sekitar 20 hingga 30 persen.

“Airnya menyusut banyak sekali, tinggal paling 20 sampai 30 persen. Orang mancing sekarang sudah sampai ke dasar, yang biasanya berada di atas, sekarang airnya jauh turun ke bawah,” ujar Hari.

Menurut Hari, penyusutan air merupakan kondisi yang biasa terjadi setiap musim kemarau. Bendungan Gonggang memang memiliki fungsi utama untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian, khususnya saat pasokan air berkurang pada musim kemarau.

Meski demikian, kondisi waduk yang surut justru menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Sejumlah pengunjung datang bukan sekadar untuk melihat dasar bendungan, tetapi juga berolahraga sekaligus menikmati panorama alam.

Sindi Fatika Sari, salah seorang pengunjung asal Sampung, Ponorogo, mengaku baru pertama kali turun hingga ke bagian dasar Bendungan Gonggang ketika air surut seperti sekarang.

Ia biasanya datang saat kondisi air masih tinggi. Namun, musim kemarau kali ini membuat bagian dasar bendungan dapat dijangkau dan memperlihatkan bebatuan yang selama ini berada di bawah permukaan air.

“Saya baru pertama kali turun ke bawah karena musim kemarau. Kalau musim hujan tidak bisa sampai ke sini karena airnya naik. Di sini bisa foto-foto, melihat dasar waduk, dan ternyata banyak batu-batu. Banyak juga orang yang memancing,” kata Sindi.

Pengunjung lainnya, Eva Ainul Nur Istiqomah dan Nadin Nisrina Salsabila Rahmadhani, memilih datang karena tertarik melihat perubahan pemandangan Bendungan Gonggang ketika air surut.

Menurut mereka, kondisi tersebut membuat dasar waduk terlihat lebih luas dan menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan saat bendungan dipenuhi air. Selain menikmati pemandangan, keduanya juga kerap memanfaatkan kawasan tersebut untuk berolahraga pada sore hari.

“Kalau sedang surut pemandangannya bagus karena bisa melihat dasarnya. Biasanya sore juga untuk olahraga. Enak, pemandangannya ada dan hawanya sejuk,” ujar keduanya.

Bagi masyarakat sekitar, surutnya Bendungan Gonggang menjadi penanda berkurangnya cadangan air pada musim kemarau. Namun bagi pengunjung, kondisi tersebut sekaligus menghadirkan lanskap baru yang sebelumnya tersembunyi di bawah permukaan air.

Dengan munculnya dasar waduk, aktivitas warga pun bergeser. Dari sekadar menikmati panorama bendungan, kini sebagian pengunjung turun ke dasar untuk berfoto, berjalan-jalan, berolahraga, hingga memancing.

Meski menjadi daya tarik tersendiri, penyusutan air tetap menjadi perhatian karena Bendungan Gonggang memiliki fungsi penting untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian. Karena itu, kondisi cadangan air dan pemanfaatannya perlu terus diperhatikan seiring berlangsungnya musim kemarau. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasib Dadan Hindayana Cs, Dicopot dari Jabatan, Kini Kenakan Rompi Tahanan

    Nasib Dadan Hindayana Cs, Dicopot dari Jabatan, Kini Kenakan Rompi Tahanan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Nasib Dadan Hindayana seakan berputar 180 derajat. Dari sebelumnya menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), kini berubah menjadi seorang tahanan. Dadan keluar dari Gedung Kejaksaan Agung dengan menggenakan rompi tahanan berwarna merah muda pada Rabu (3/6/2026). Penahanan Dadan dilakukan usai Kejagung RI melakukan penggeledahan di kantor BGN sejak Rabu dini hari. […]

    Bagikan
  • Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran

    Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga kedelai impor di pasaran memaksa sejumlah perajin tempe di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengurangi ukuran produk mereka. Langkah ini diambil karena para perajin tidak berani menaikkan harga jual di tengah tuntutan pasar dan daya beli masyarakat yang terbatas. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Hadi Prayitno, perajin tempe asal Desa […]

    Bagikan
  • Relokasi Kios ke Dalam Terminal Purboyo Berbuah Manis, Omzet Pedagang Naik 100 Persen

    Relokasi Kios ke Dalam Terminal Purboyo Berbuah Manis, Omzet Pedagang Naik 100 Persen

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Para pedagang di Terminal Tipe A Purboyo Madiun kini bisa tersenyum. Setelah bertahun-tahun berjualan di luar kawasan terminal, kini kios mereka telah direlokasi ke dalam area terminal. Kebijakan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penghasilan para pedagang. Sudah tiga minggu kios-kios baru tersebut berdiri di dalam terminal dan para pedagang […]

    Bagikan
  • Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 36 Perkara, Rokok Ilegal Dominasi Temuan

    Kejari Magetan Musnahkan Barang Bukti 36 Perkara, Rokok Ilegal Dominasi Temuan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kejaksaan Negeri Magetan memusnahkan barang bukti dari 36 perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan terhadap perkara yang ditangani sejak Desember 2025 hingga April 2026. Pemusnahan dilakukan secara terbuka di hadapan aparat penegak hukum dan sejumlah pihak terkait. Barang bukti yang […]

    Bagikan
  • Polres Ngawi Gelar Patroli Besar Kawal Malam 1 Suro, Libatkan TNI dan Instansi Terkait

    Polres Ngawi Gelar Patroli Besar Kawal Malam 1 Suro, Libatkan TNI dan Instansi Terkait

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Menyambut malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, Polres Ngawi menggelar patroli skala besar guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kamis (26/06/2025) hingga Jumat dini hari. Kegiatan diawali dengan apel pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon di halaman Mapolres. Patroli […]

    Bagikan
  • Kepala Bakesbangpol Kab Madiun Ditahan Kejari Perkara Tanah Kas Desa Untuk Lahan Tol

    Kepala Bakesbangpol Kab Madiun Ditahan Kejari Perkara Tanah Kas Desa Untuk Lahan Tol

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun– Penyidik Kejari Kab Madiun menetapkan Kepala Bakesbangpol Pemkab Madiun, Mashudi sebagai Tersangka. Mashudi terjerat perkara tanah kas Desa Cabean Kec Sawahan yang dipakai untuk lahan tol. Saat itu dia sebagai Camat Sawahan. Dia ditahan untuk 20 hari ke depan dititipkan ke Lapas Madiun, Rabu ( 22/01/2025). Kajari Madiun Oktario Hartawan Achmad […]

    Bagikan
expand_less