Belasan Emak-Emak Sambangi Pemukiman Terpencil di Ponorogo, Salurkan Bantuan Sembako
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Kepedulian terhadap warga di wilayah terpencil ditunjukkan belasan emak-emak yang tergabung dalam sebuah komunitas di Kabupaten Ponorogo. Mereka mendatangi Dukuh Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Sabtu (1/8/2026), untuk membagikan bantuan sembako kepada masyarakat setempat.
Medan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Pemukiman warga berada di kawasan perbukitan dengan kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan biasa. Untuk mencapai lokasi, komunitas tersebut menggandeng Offroader Reyog 4×4 menggunakan kendaraan jeep.
Koordinator kegiatan, Tita Riana, mengatakan kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari agenda sosial yang rutin dilakukan komunitasnya. Selama ini, kegiatan mereka antara lain membagikan nasi setiap Jumat serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penerima manfaatnya pun beragam, mulai dari pasien rumah sakit, warga lanjut usia, pondok pesantren, tukang becak, marbot masjid hingga guru madrasah.
“Kali ini kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda. Selain refreshing, kami juga ingin tetap berbagi. Akhirnya kami memilih datang ke daerah ini, dan Alhamdulillah kegiatannya sangat menyenangkan,” ujarnya.
Dukuh Sukun dipilih karena keberadaannya yang cukup jauh dari pusat permukiman. Menurut Tita, kondisi akses jalan membuat wilayah tersebut tidak mudah didatangi, termasuk untuk kegiatan penyaluran bantuan.
“Daerah ini jarang mendapat bantuan karena orang cukup sulit masuk ke sini. Dengan kendaraan jeep, kami bisa healing sambil berbagi. Kami juga sempat terkejut ternyata di daerah seperti ini masih ada warga yang tinggal. Kami membayangkan bagaimana sulitnya jika harus membawa material atau kebutuhan sehari-hari ke sini,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Tita berharap kegiatan sosial serupa bisa kembali digelar. Selain membantu memenuhi kebutuhan warga, kunjungan tersebut diharapkan menjadi bentuk perhatian kepada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas.
“Insyaallah kami ingin kembali lagi ke sini, karena masyarakat di daerah ini cukup jauh untuk mendapatkan kebutuhan hidup,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua RT 24 RW 04 Dukuh Sukun, Nurhadi. Ia menyambut baik kepedulian komunitas yang secara langsung datang ke wilayahnya dan memberikan bantuan kepada warga.
“Atas nama RT 24 RW 04 Dukuh Sukun dan Pemerintah Desa Sidoharjo, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu-ibu yang telah memberikan bantuan sembako kepada warga kami. Semoga bantuan ini bermanfaat dan para donatur selalu mendapat ridho Allah serta rezeki yang berkah dan melimpah,” tuturnya.
Nurhadi menyebut jumlah warga di wilayahnya relatif sedikit. Tercatat ada 14 kepala keluarga dengan total 36 jiwa yang tinggal di Dukuh Sukun.
Menurutnya, bantuan sosial ke wilayah tersebut belum terlalu sering diterima. Salah satu kendalanya adalah kondisi akses menuju permukiman yang cukup sulit.
“Biasanya bantuan datang saat ada kegiatan tertentu. Sebelumnya pernah ada dari Polres Ponorogo saat Hari Bhayangkara, kemudian menjelang hari raya ada bantuan dari SMAN 1 dan Polres. Bantuan seperti ini sangat membantu warga,” katanya.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi warga Dukuh Sukun, tetapi juga membuka perhatian lebih luas terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses.
Aksi berbagi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk mendatangi langsung masyarakat yang selama ini relatif sulit tersentuh bantuan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez




