Bulog Madiun Salurkan 18 Ribu Liter MinyaKita per Minggu, Pedagang Dapat Jatah 10 Karton
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Perum Bulog Madiun rutin mendistribusikan MinyaKita ke sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun. Total pasokan yang disalurkan mencapai sekitar 18.000 liter per minggu untuk menjaga ketersediaan minyak goreng subsidi di tingkat pedagang dan masyarakat.
Distribusi MinyaKita salah satunya dilakukan di Pasar Tradisional Pagotan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Selasa (6/10/2026). Pada pendistribusian kali ini, Bulog menyalurkan sekitar 9.000 liter MinyaKita ke Pasar Pagotan dan Pasar Dolopo.
Salah satu pedagang Pasar Pagotan, Lailatul Qodarwati, mengaku terbantu dengan adanya distribusi MinyaKita dari Bulog. “Senang banget, bisa membantu rakyat kecil. Kalau bisa seterusnya,” ujar Lailatul.
Lailatul mengatakan distribusi MinyaKita yang diterimanya sudah berlangsung sekitar enam hingga tujuh kali. Dari 10 karton yang diterima, stok biasanya habis terjual dalam waktu kurang dari satu minggu, tergantung kondisi keramaian pasar.
“Kadang kurang (dari seminggu). Tergantung pasarnya ramai atau sepi. Yang jelas seminggu kurang,” katanya.
Menurutnya, pembeli MinyaKita didominasi rumah tangga. Namun, minyak tersebut juga banyak dibeli pelaku usaha kecil, seperti pedagang gorengan, kaki lima, hingga angkringan.
“Rata-rata orang rumahan. Untuk goreng-goreng. Yang jualan gorengan, kaki lima, angkringan,” jelasnya.
Kepala Bulog Madiun Agung Sariyanto menjelaskan, distribusi tersebut merupakan bagian dari penyaluran rutin MinyaKita di sejumlah pasar di Kabupaten Madiun.

“Alhamdulillah siang hari ini kami dari Perum Bulog mendistribusikan MinyaKita sejumlah 9.000 liter untuk Kabupaten Madiun. Hari ini kami salurkan di Pasar Pagotan dan Pasar Dolopo,” kata Agung.
Tercatat distribusi pasokan MinyaKita yang disalurkan Bulog di Kabupaten Madiun mencapai sekitar 18.000 liter setiap pekan.
Setiap pedagang penerima mendapatkan alokasi 10 karton MinyaKita. Mekanismenya, pedagang melakukan pembayaran, kemudian barang langsung diantar ke pasar.
“Sepuluh karton. Langsung bayar, kemudian barang kami antar. Barangnya langsung datang ke pasar,” ujarnya.
Bulog memastikan ketersediaan MinyaKita masih aman. Setelah dilakukan distribusi pada Selasa, stok yang tersimpan di gudang Bulog di wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi masih mencapai sekitar 300.000 liter.
Bulog mengingatkan pedagang agar menjual MinyaKita sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
Dengan distribusi rutin tersebut, Bulog berharap ketersediaan MinyaKita tetap terjaga sekaligus memastikan minyak goreng bersubsidi dapat diterima masyarakat dengan harga sesuai ketentuan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krs/Diez





