Dinsos PPPA Kota Madiun Gencarkan Sosialisasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
- account_circle Kriswanto
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- visibility 11
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP-PA) Kota Madiun terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seperti dalam sosialisasi yang difokuskan kepada para pelajar dengan tema utama pencegahan bullying pada Kamis (13/11/2025) di aula UPTD PP-PA Jalan Srindit Kota Madiun. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Kanit PPA Satreskrim Polres Madiun Kota, IPDA Aris Yunandi.
Penyuluhan ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat terkait maraknya kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak. Ia menyebut, banyak kasus yang tidak terungkap karena korban atau saksi takut melapor.
“Di Madiun Kota, ketika kami mendapatkan laporan, kami selalu melayani dengan baik – baik ketika anak menjadi korban, saksi, maupun pelaku. Kami berupaya melindungi hak-haknya,” jelas Aris.
Menurutnya, berbagai persoalan kerap muncul di lingkungan anak, mulai dari menjadi korban, saksi, hingga pelaku kekerasan. Rasa takut melapor disebut sebagai salah satu hambatan terbesar.
“Kami terus memberikan edukasi agar anak-anak tidak takut melapor ketika melihat atau mengalami kekerasan. Selain itu, kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalisir bullying dan perundungan,” tambahnya.
Ia juga memaparkan langkah preventif yang dilakukan Polres Madiun Kota, mulai dari penyuluhan rutin di sekolah hingga patroli malam di titik rawan kriminalitas.

“Harapan ke depan, Kota Madiun semakin menjadi kota ramah anak, sehingga mereka bisa beraktivitas dengan aman tanpa menjadi korban kekerasan fisik maupun psikis,” ujarnya
Sementara pada Rabu (19/11/2025) menggandeng akademisi dari Universitas Widya Mandala (WIMA), Agnes Adhani sebagai pemateri untuk para perempuan dengan topik Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik.
“Saya diminta untuk menjelaskan bagaimana NPD itu muncul, apa ciri-cirinya, dan bagaimana membedakan mana sifat narsis yang masih wajar dan mana yang sudah menjadi gangguan,” kata Agnes.
Agnes menjelaskan bahwa perilaku narsistik berlebihan dapat berkembang menjadi gangguan kepribadian yang berdampak pada lingkungan sekitar. Faktor keturunan, pola asuh yang menyanjung berlebihan, atau kritik yang ekstrem dapat menjadi pemicu.
“Kadang orang tidak sadar bahwa dirinya narsis berlebihan. Sifat ini bisa berkembang menjadi masalah serius jika lingkungan tidak mendukung, bahkan bisa berujung pada gangguan kejiwaan,” terangnya.
Ia juga mencontohkan bahwa gangguan kepribadian seperti NPD tidak selalu tampak secara fisik, namun dapat memberikan pengaruh besar pada hubungan sosial dan perilaku seseorang.
“Gangguan kepribadian itu tidak tampak jelas seperti gangguan fisik, tetapi dampaknya besar. Contohnya artis Michael Jackson yang memiliki kecenderungan NPD dan akhirnya mengalami tekanan mental berat,” jelas Agnes.
Agnes berharap edukasi ini dapat meningkatkan kepedulian perempuan agar mampu mengenali gejala NPD serta lebih sadar dalam melindungi diri maupun anak-anak dari potensi gangguan mental dan kekerasan.
Heri Suwartono, Kepala Dinsos PP-PA Kota Madiun mengungkapkan pihaknya berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat soal isu ini. Hal itu agar masyarakat dapat lebih memahami dan peduli terhadap keamanan perempuan dan anak.
“Kami memiliki layanan Puspaga Harmonis sebagai media konsultasi jika ada permasalahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Jika ada korban kekerasan kami dampingi untuk memulihkan, khususnya psikisnya,” terangnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, Dinsos PPPA Kota Madiun berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan kekerasan. Selain itu juga mampu mengenali tanda-tanda gangguan kepribadian yang dapat berdampak pada kehidupan sosial dan perkembangan anak. (Sur/Krs).
- Penulis: Kriswanto

