Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Permukiman dan Sawah di Ponorogo

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 372
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Luapan air sungai dampak hujan semalam suntuk merendam sejumlah akses jalan, (1/1/2026), Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Curah hujan tinggi yang mengguyur Ponorogo sejak Kamis (1/1/2026) malam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Luapan air sungai mulai terjadi pada Jumat (2/1/2026) dini hari dan mengganggu aktivitas warga. Di Kecamatan Balong, banjir merendam Desa Ngampel, Balong, Bajang, dan Karangan.

Selain itu, genangan air juga terjadi di Desa Winong, Kecamatan Jetis, serta Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal, berdasarkan hasil pantauan sementara di lapangan. Salah satu warga Desa Ngampel, Andik Dwi Susilo, mengatakan air mulai meluap sekitar pukul 01.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah hingga pukul 04.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur semalaman.

“Air mulai meluap jam satu, dan jam empat pagi sudah setinggi ini. Hujannya deras semalaman,” ujar Andik.

Image Not Found
Luapan air tampak menggenangi area persawahan dan permukiman warga, (1/1/2026), Foto : Ega – Sinergia

Ketua RT 02/01 Dukuh Krajan, Desa Ngampel, Zainul Karim, menyebut banjir merendam akses jalan desa dan halaman rumah warga. Meski tidak sampai masuk ke dalam rumah, sekitar 150 rumah terdampak genangan air.

“Air meluap sampai ke permukiman. Tidak masuk rumah, tapi menggenangi halaman warga. Kurang lebih ada 150 rumah yang terdampak,” jelas Karim.

Dampak banjir juga dirasakan para petani. Gonar Sunardi mengatakan air terus naik sejak dini hari dan merendam lahan pertanian. Tanaman padi berusia sekitar dua bulan terancam rusak dan gagal panen.

“Mulai tadi malam sekitar jam satu air terus naik sampai hari ini makin tinggi dan makin dalam. Banjir ini merendam pertanian,” ungkapnya. Ia memperkirakan luas sawah yang terendam di wilayah tersebut mencapai lebih dari 30 hektare. Warga pun hanya bisa pasrah menghadapi kondisi tersebut dan berharap banjir segera surut agar aktivitas kembali normal dan kerugian tidak semakin meluas. (Ega/Kir).

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto Bicara Soal “Londo Ireng”, Siapa itu ?

    Presiden Prabowo Subianto Bicara Soal “Londo Ireng”, Siapa itu ?

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Wartawan = Londo Ireng Londo Ireng sedang viral, menjadi pemberitaan di media mainstream dan pembahasan di media sosial. Frasa ini tiba-tiba populer saat Presiden Prabowo menyampaikan sebagai kiasan saat pidato pada Harlah PKB di Jakarta Convention Center Jumat (24/7/2026) yang lalu. Presiden menyebut ada orang-orang Indonesia seperti wartawan, jurnalis, pengamat dan LSM yang senang mengabdi […]

    Bagikan
  • Sidang Tipikor Wali Kota Nonaktif Maidi, Saksi Sebut Fee Proyek DPUPR 4 Persen dan 10 Persen Diputuskan Internal

    Sidang Tipikor Wali Kota Nonaktif Maidi, Saksi Sebut Fee Proyek DPUPR 4 Persen dan 10 Persen Diputuskan Internal

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya — Praktik penarikan commitment fee proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Thariq Megah, dan kontraktor Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (16/7/2026). Jaksa Penuntut Umum Komisi […]

    Bagikan
  • KPU Kota Madiun Laksanakan FGD Terkait Laporan Evaluasi Pemilihan Tahun 2024

    KPU Kota Madiun Laksanakan FGD Terkait Laporan Evaluasi Pemilihan Tahun 2024

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kora Madiun – KPU Kota Madiun melaksanakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan untuk menyusun evaluasi tahapan Pilkada Serentak 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data secara kuantitatif, serta memberikan saran dan perbaikan untuk penyelenggaraan Pilkada yang akan datang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perbaikan sistem pemilu di masa […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Penanganan kasus dugaan korupsi atau penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) di lingkungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Ponorogo terus berlanjut. Hingga kini, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo telah memeriksa sebanyak 33 orang saksi. Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, I Komang Ugra Jagiwirata menjelaskan, dari total saksi yang telah […]

    Bagikan
  • Tiga Nama Finalis Sekda Magetan, Siapa Pemilik Kursi Pimpinan Birokrasi Magetan ?

    Tiga Nama Finalis Sekda Magetan, Siapa Pemilik Kursi Pimpinan Birokrasi Magetan ?

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses panjang seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan akhirnya mengerucut pada tiga nama. Dari delapan pejabat yang sebelumnya masuk bursa, kini hanya tiga kandidat yang berpeluang menduduki kursi Sekda secara definitif. Berdasarkan pengumuman resmi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, ketiga nama tersebut adalah Eko Muryanto (Kepala […]

    Bagikan
  • Belasan Tahun Dikurung, Benarkah Ponorogo Kini Bebas Pasung?

    Belasan Tahun Dikurung, Benarkah Ponorogo Kini Bebas Pasung?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Evakuasi Suhananto (45) dan Majid (42), dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Selasa (3/2/2026), menjadi sorotan tajam berakhirnya praktik pemasungan di Bumi Reog. Selama belasan tahun, keduanya hidup terkurung di rumah keluarga  tanpa akses layanan kesehatan jiwa yang layak  sebelum akhirnya […]

    Bagikan
expand_less