Berita Terkini
Trending Tags

Harlah Pancasila, Bupati Madiun Ajak Warga Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
This is a Image Example

Sinergia | Kab. Madiun – Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, berlangsung khidmat, Senin (02/06/2025). Bupati Madiun, Hari Wuryanto bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanat Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi yang dibacakan oleh Bupati, disampaikan bahwa Pancasila bukan hanya dokumen sejarah atau teks hukum. Lebih dari itu, Pancasila disebut sebagai pedoman hidup berbangsa dan landasan moral dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

“Kalau kita benar-benar menjadikan Pancasila sebagai pegangan, insyaallah hidup kita akan damai, tenteram, dan sejahtera,” kata Bupati Madiun saat ditemui usai upacara.

Ia juga menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama soal keadilan sosial. Menurutnya, pembangunan daerah harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat guna menekan angka kemiskinan.

Tak hanya itu, Bupati juga berpesan kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai identitas nasional dan alat pemersatu bangsa.

“Generasi muda harus meyakini bahwa Pancasila adalah satu-satunya dasar negara dan kunci menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Sebagai penutup rangkaian upacara, dilakukan penyerahan bibit belimbing dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Madiun kepada Bupati. Bibit tersebut selanjutnya akan disalurkan ke 15 kecamatan. Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni pencak silat.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur Forpimda mulai dari ASN, TNI/Polri, pelajar, hingga anggota perguruan pencak silat. Hadir pula jajaran Forkopimda, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, Sekda  Tontro Pahlawanto, serta para camat dan kepala desa.

Tova Pradana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buruh Harian Lepas Mengaku Intel TNI, Berujung Damai Usai Dilaporkan

    Buruh Harian Lepas Mengaku Intel TNI, Berujung Damai Usai Dilaporkan

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kasus penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota intel TNI AD mencuat di Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi. Seorang buruh harian lepas berinisial R (37), warga Bantul, dilaporkan keluarga A (21) setelah menikahi korban secara siri. Kapolsek Pangkur, AKP Nur Hidayat, menjelaskan awal mula kasus ini terjadi ketika korban berkenalan dengan R di […]

    Bagikan
  • Mengejutkan, Kepala Desa Taji Magetan Mengajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya

    Mengejutkan, Kepala Desa Taji Magetan Mengajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang tutup tahun 2025, Pemerintahan Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, diguncang kabar mengejutkan. Kepala Desa Taji, Sigit Supriyadi, diketahui mengajukan pengunduran diri secara resmi melalui surat yang ditandatangani pada 19 Desember 2025 di atas materai. Dalam dokumen tersebut, Sigit menyampaikan permohonan izin mengundurkan diri tanpa paksaan pihak mana pun. Ia […]

    Bagikan
  • Menikmati Sajian Aneka Kue dari Ubi Ungu, Kini Diburu Pecinta Kuliner

    Menikmati Sajian Aneka Kue dari Ubi Ungu, Kini Diburu Pecinta Kuliner

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kreativitas mengolah bahan pangan lokal membawa berkah bagi Emi Atikah, seorang ibu rumah tangga asal Jalan Parang Ukel, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Berawal dari melimpahnya ubi ungu di lingkungan sekitar dengan harga yang relatif murah, Emi berhasil menyulapnya menjadi aneka kue bernilai jual tinggi dengan omzet mencapai ratusan juta […]

    Bagikan
  • Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    Cuaca Tak Menentu, Jumlah Pendaki Gunung Lawu Menurun Saat Malam Tahun Baru 2026

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026, aktivitas pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cemorosewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, tampak menurun. Kondisi cuaca yang tak stabil serta padatnya aktivitas pendaki dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi faktor utama. Data Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Selatan menunjukkan penurunan tersebut. Asisten Perhutani (Asper) […]

    Bagikan
  • Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Ketua Paguyuban, Sudardi, menekankan bahwa kasus tersebut tidak mencerminkan perilaku mayoritas pedagang. Sudardi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 500 pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Sarangan. Ia menilai permasalahan harga seperti yang ramai dibicarakan […]

    Bagikan
  • Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    Harga Rajangan Tembakau Merosot, Luas Tanaman Juga Turut Menyusut

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Cuaca tidak menentu pada musim kemarau basah 2025 berdampak langsung pada kualitas tembakau di Kabupaten Madiun. Kondisi ini membuat harga jual tembakau rajangan milik petani di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, turun dari kisaran Rp. 48 ribu menjadi sekitar Rp. 45 ribu per kilogram. Suprawito, salah satu petani setempat, menyebut tembakau […]

    Bagikan
expand_less