Berita Terkini
Trending Tags

Tragis! Ledakan Petasan Balon Udara Tewaskan Remaja 15 Tahun, Rumah Hancur Porak Poranda

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 190
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi rumah Suminten pasca ledakan petasan, (1/3/2026), Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Ponorogo — Nasib tragis menimpa tiga pemuda di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, saat meracik petasan yang diduga akan diterbangkan menggunakan balon udara tanpa awak untuk persiapan tradisi menjelang Lebaran. Ledakan hebat yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) sore mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar serius.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di rumah milik Suminten (50), warga Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman. Ledakan keras bahkan terdengar hingga radius sekitar dua kilometer dan membuat rumah korban porak-poranda.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Rifai Kurnia Putra (16), pelajar kelas 3 SMP yang merupakan anak ketiga pemilik rumah. Sementara dua korban lainnya, Ahmad Fatoni (20) warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo mengalami luka bakar hingga sekitar 90 persen, dan Hindar Agusta (23) warga Desa Plosojenar mengalami luka bakar sekitar 16 persen. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Harjono Ponorogo.

Saksi mata , Siswanto, mengaku langsung mendatangi lokasi setelah mendengar suara ledakan keras dari rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat kejadian.

“Saya dengar ledakan sangat dahsyat, langsung merapat ke lokasi. Saat sampai, kedua korban masih hidup. Rifai berada di depan rumah didekap ibunya, sedangkan satu korban lain di halaman dengan luka bakar serius. Saya bawa korban yang masih hidup ke rumah sakit menggunakan sepeda motor,” ujar Siswanto.

Menurutnya, kondisi para korban saat ditemukan sangat mengenaskan dengan tubuh berlumuran darah akibat ledakan tersebut.

Dugaan sementara, para korban tengah meracik bahan petasan yang akan dipasang pada balon udara tanpa awak. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah bahan balon udara serta petasan berbagai ukuran di lokasi kejadian.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait jenis bahan yang digunakan dalam peracikan tersebut.

“Dugaan awal korban meracik bahan mercon atau petasan. Namun untuk memastikan apakah itu mesiu atau bahan lain, kami masih berkoordinasi dengan tim Gegana,” jelasnya.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa balon udara ukuran sedang, petasan berbagai ukuran, serta sisa material ledakan dari lokasi kejadian.

AKP Imam Mujali menambahkan, tradisi menerbangkan balon udara disertai petasan memang kerap terjadi di Ponorogo selama bulan Ramadan. Namun pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuat maupun menggunakan petasan karena berbahaya dan telah berulang kali memakan korban.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuat petasan. Tidak ada manfaatnya dan justru merugikan diri sendiri serta membahayakan orang lain,” tegasnya.

Jenazah Rifai langsung dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab pasti kematian. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa tersebut. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Kris/Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Geruduk Balai Desa Badegan Ponorogo, Tuntut Usut Dugaan Pungli PTSL

    Warga Geruduk Balai Desa Badegan Ponorogo, Tuntut Usut Dugaan Pungli PTSL

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Puluhan warga Dusun Kroyo, Desa Badegan, Kecamatan Badegan, menggeruduk Balai Desa Badegan, Selasa (14/01/2025). Aksi ini dilakukan buntut dari dugaan pungutan liar (Pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilakukan oleh Wahyu Widodo, Kepala Dusun Kroyo. Menurut warga, biaya PTSL yang disepakati sebesar Rp 300 ribu per sertifikat. […]

    Bagikan
  • Pasar Hewan Jetis Ditutup Selama Dua Pekan, Pemkab Ponorogo Cegah Wabah PMK

    Pasar Hewan Jetis Ditutup Selama Dua Pekan, Pemkab Ponorogo Cegah Wabah PMK

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo | Pemerintah Kabupaten Ponorogo resmi menutup operasional Pasar Hewan Jetis mulai 8 hingga 21 Januari 2025. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang semakin meluas di wilayah tersebut. Penutupan ini diumumkan melalui surat edaran Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) tertanggal 6 Januari 2025. […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi membuka seleksi terbuka dan kompetitif untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Seleksi ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor: 051/402.201/PANSEL/2026 dan dibuka sejak 13 Januari hingga 28 Januari 2026. Seleksi tersebut digelar sebagai upaya Pemkab Madiun untuk mengisi jabatan strategis Sekretaris Daerah secara […]

    Bagikan
  • Dugaan Kredit Macet Capai Miliaran, Dirut Bank Madiun Buka Suara

    Dugaan Kredit Macet Capai Miliaran, Dirut Bank Madiun Buka Suara

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kredit macet di Bank Madiun menjadi sorotan setelah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Justicia menilai kasus tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga masuk ranah tindak pidana korupsi. Direktur LBH Gema Justicia, Didik Suwito, menyebut kredit perorangan yang disalurkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) milik Pemkab Madiun untuk usaha di Dusun Panggung, […]

    Bagikan
  • Sekcam Barat Magetan Meninggal Usai Kecelakaan Tunggal di Tanjakan Kuren Sarangan

    Sekcam Barat Magetan Meninggal Usai Kecelakaan Tunggal di Tanjakan Kuren Sarangan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi di jalur wisata Telaga Sarangan, tepatnya di tanjakan Kuren, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, Magetan, Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa ini melibatkan sebuah Honda HR-V bernopol AE 1433 NQ yang dikemudikan Prima Suhardi Putra (38), Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Wacanakan Pembangunan Jembatan, Butuh Anggaran Rp. 1 Miliar – Rp. 2 Miliar

    Pemkot Madiun Wacanakan Pembangunan Jembatan, Butuh Anggaran Rp. 1 Miliar – Rp. 2 Miliar

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tengah mengajukan rencana pembangunan sebuah jembatan baru pada tahun anggaran 2026. Infrastruktur tersebut direncanakan berada di kawasan Ring Road Barat, tepatnya di sisi Masjid Al-Kautsar, sebagai akses masuk menuju aset milik Pemerintah Kota Madiun di Kelurahan Manguharjo. Kepala Bidang Bina Marga […]

    Bagikan
expand_less