Jelang Mudik Lebaran, Dinkes Jatim Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Kawasan Terminal serta Stasiun Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di sejumlah fasilitas transportasi umum menjelang arus mudik Lebaran. Seperti yang terpantau di kawasan Stasiun Madiun dan Terminal Tipe A Purboyo Madiun pada Selasa (10/3/2026). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan lingkungan tetap aman dan sehat bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum.
Sanitarian Dinkes Jawa Timur, Yenni Dwi Kurniawaty, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang Lebaran. “Kami melakukan inspeksi kesehatan lingkungan yang di dalamnya meliputi pengukuran kualitas udara, air, dan pangan,” ujarnya.
Petugas melakukan pengukuran kualitas udara serta pengecekan air yang digunakan di fasilitas umum tersebut. Meski demikian, alat yang digunakan dalam pemeriksaan lapangan merupakan alat uji cepat sehingga hasilnya masih bersifat sementara dan perlu konfirmasi lebih lanjut jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian.

“Kalau untuk hasil cepatnya, kondisi udara masih memenuhi karena di Terminal Madiun jumlah bus tidak terlalu banyak dan lokasinya cukup terbuka sehingga ventilasi udara masih terjaga,” katanya.
Yenni menambahkan, kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Madiun, tetapi juga di seluruh wilayah Jawa Timur. Dinkes Jatim telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah untuk melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan di fasilitas transportasi umum di daerah masing-masing.
“Kami sudah memberikan surat arahan kepada 38 kabupaten/kota. Teman-teman di daerah melaksanakan kegiatan serupa di terminal dan stasiun dengan sumber daya yang mereka miliki,” ungkapnya.
Hasil dari inspeksi tersebut nantinya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pengelola terminal maupun stasiun agar dapat meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Kami memiliki formulir dan baku mutu yang harus dipenuhi. Hasil pemeriksaan akan kami sampaikan kepada pengelola terminal sebagai pemilik lokasi agar ditindaklanjuti,”jelasnya.
Ia menambahkan, tindak lanjut dari rekomendasi tersebut bisa dilakukan secara langsung apabila masalah yang ditemukan bersifat ringan. Namun, jika permasalahan tergolong besar, maka diperlukan waktu dan proses lebih lanjut untuk melakukan perbaikan. Dengan adanya inspeksi kesehatan lingkungan ini, diharapkan masyarakat dapat menggunakan fasilitas transportasi umum dengan aman dan tetap sehat selama momen Lebaran. (krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







