Jembatan Perintis Garuda Permudah Hidup Warga Desa, Anak Sekolah dan Petani Kini Lebih Mudah Beraktivitas
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) terus berlanjut dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah Madiun Raya. Kehadiran jembatan tersebut menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Salah satu jembatan yang telah dimanfaatkan masyarakat berada di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Warga menyebut keberadaan jembatan tersebut sangat membantu mengatasi kendala akses yang selama ini mereka hadapi.
Kepala Desa Bendosewu, Isnari, mengatakan jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga sehari-hari, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi dan pendidikan anak-anak.
“Jembatan ini sangat penting bagi warga kami. Selama ini akses menjadi kendala utama, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan anak-anak, maupun pengangkutan hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah dan aman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan TNI yang telah mewujudkan pembangunan tersebut. Menurutnya, jembatan itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Manfaat serupa juga dirasakan masyarakat di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Jembatan sepanjang 38 meter yang dibangun di wilayah tersebut kini menghubungkan tiga desa sekaligus, yakni Prigi, Margomulyo, dan Karanggandu.
Salah satu warga, Sugeng Rianto, mengungkapkan bahwa sebelum jembatan dibangun, warga harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas antar desa.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Warga kini dapat beraktivitas dengan lebih cepat untuk bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan,” katanya.
Di Kabupaten Nganjuk, manfaat pembangunan juga dirasakan warga Desa Bagorwetan, Kecamatan Sukomoro. Jembatan Perintis Garuda di wilayah ini menghubungkan Desa Bagorwetan dengan Desa Puhkerep di Kecamatan Rejoso.
Suwito, salah satu warga setempat, mengaku bersyukur karena jembatan baru tersebut menggantikan jembatan lama yang sebelumnya sudah tidak layak digunakan.
“Saya sangat gembira dan bangga dengan dibangunnya jembatan ini. Sebelumnya memang sudah ada jembatan, tetapi kondisinya tidak layak pakai,” ungkapnya.
Kini, menurutnya, jembatan tersebut menjadi jalur penting bagi warga untuk menjalankan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan bahwa Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat mengatasi keterbatasan akses.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya terkait aksesibilitas guna mendukung aktivitas sehari-hari,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).
Ia berharap pembangunan jembatan-jembatan tersebut mampu memberikan dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan aktivitas masyarakat meningkat dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Untoro menambahkan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Korem 081/DSJ akan terus berlanjut pada tahap berikutnya. Saat ini pihaknya masih melakukan peninjauan sejumlah lokasi untuk menentukan titik pembangunan yang memenuhi persyaratan.
“Kami telah meninjau beberapa titik sasaran untuk pembangunan tahap berikutnya. Dari hasil peninjauan, ada beberapa lokasi yang belum memenuhi syarat sehingga akan kami cari dan tetapkan titik sasaran yang baru,” katanya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






