Berita Terkini
Trending Tags

Geger! Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Sungai Dam Kedungputri Ngawi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 311
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penemuan jasad perempuan tanpa identitas di aliran sungai Dam Kedungputri Ngawi, (29/3/2026), Foto : Istimewa

Sinergia | Ngawi – Warga Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi digegerkan dengan penemuan jasad perempuan tanpa identitas di aliran sungai Dam Kedungputri, Minggu (29/3/2026) siang. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan tersangkut di rumpun bambu di tengah aliran sungai.

Peristiwa ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.30 WIB, setelah tercium bau menyengat dari arah sungai. Rasa curiga mendorong warga untuk melakukan pengecekan hingga akhirnya menemukan sesosok tubuh dalam posisi tengkurap.

Salah satu warga, Ali Nur Wakhid, mengaku awalnya diminta memastikan sumber bau tidak sedap tersebut. Ia pun kaget saat mengetahui bau berasal dari jasad manusia.

“Saya diminta warga mengecek karena baunya menyengat. Setelah saya lihat, ternyata benar ada mayat perempuan, kondisinya hanya mengenakan celana dalam,” ujarnya.

Laporan warga langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian yang datang ke lokasi dan memasang garis polisi. Tim gabungan dari BPBD dan Damkar Kabupaten Ngawi kemudian melakukan proses evakuasi.

Petugas BPBD Ngawi, Masduki, menjelaskan proses evakuasi cukup terkendala karena kondisi sungai yang dalam dan arus yang cukup menyulitkan.

“Kami menerima laporan dari warga, kemudian langsung ke lokasi. Kedalaman sungai sekitar 4 sampai 5 meter, sehingga evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati meski peralatan terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan ciri fisik, korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun.

Sementara itu, Kapolsek Paron AKP Muh Nur Haris menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.

“Jenazah sudah kami evakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk visum. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait identitas dan penyebab kematian korban,” terangnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak kepolisian.

“Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga, kami harap segera melapor ke Polsek Paron untuk membantu proses identifikasi,” tambahnya.

Saat ini, jasad korban telah dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap misteri di balik kematian perempuan tanpa identitas ini. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat photo_camera 3

    Jembatan Ponorogo–Trenggalek Putus, Warga Bertaruh Nyawa di Atas Kereta Gantung Darurat

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Deru arus Sungai Jabak yang mengganas usai hujan lebat pada awal Januari 2026 menjadi saksi runtuhnya harapan warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo. Jembatan penghubung utama antara Ponorogo dan Trenggalek yang selama puluhan tahun menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, ambruk diterjang banjir pada 2 Januari 2026 lalu. Jembatan sepanjang […]

    Bagikan
  • Plt Wali Kota Madiun Minta Target Pembangunan Tidak Melenceng dari Rencana

    Plt Wali Kota Madiun Minta Target Pembangunan Tidak Melenceng dari Rencana

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun memberikan peringatan keras kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Salah satunya terkait pemahaman terhadap arah pembangunan daerah hingga tingkat paling bawah. Hal itu ditegaskan, Bagus dalam Apel Kerja Pejabat dan ASN di halaman Balai Kota Madiun pada […]

    Bagikan
  • Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    Hujan Deras, Jalan Sikatan Gang Gereja Kota Madiun dan Rumah Warga Terendam

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun pada Senin sore (27/1/2025) menyebabkan banjir di beberapa titik, salah satunya di Jalan Sikatan Gang Gereja RT 16 RW 05. Banjir ini merendam sekitar 17 rumah warga. Banjir mulai menggenangi kawasan itu usai terjadi hujan lebat dengan ketinggian air mencapai sepaha di Gang Gereja […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kepadatan di Libur Nataru

    Polres Magetan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kepadatan di Libur Nataru

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Magetan mematangkan langkah pengamanan, termasuk penerapan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah jalur rawan kemacetan. Pengamanan ini menjadi bagian dari Operasi Lilin Semeru 2025, untuk menjaga keamanan dan kelancaran pergerakan masyarakat selama libur panjang Nataru. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun […]

    Bagikan
  • MBG Kembali Beroperasi, Harga Wortel dan Mentimun Melonjak, Tomat Anjlok

    MBG Kembali Beroperasi, Harga Wortel dan Mentimun Melonjak, Tomat Anjlok

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Beroperasinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Magetan. Dalam sepekan terakhir, harga wortel dan mentimun di tingkat petani melonjak cukup tajam. Di sisi lain, harga tomat justru anjlok hingga membuat sebagian petani memilih membiarkan hasil panennya membusuk di lahan. Pantauan di […]

    Bagikan
  • Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    Disnaker Tegaskan THR Pekerja Wajib Dibayar Penuh Paling Lambat 7 Hari Sebelum Lebaran

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah memastikan pekerja swasta di Kota Madiun akan menerima tunjangan hari raya (THR) menjelang Hari Raya Idul Fitri. Perusahaan diwajibkan membayarkan THR secara penuh paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran dan tidak diperbolehkan mencicil pembayaran. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnaker-KUM) Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, menegaskan […]

    Bagikan
expand_less