KAI Daop 7 Ajak Media Madiun Jajal LRT Jabodebek, Kereta Beroperasi Otomatis Tanpa Masinis
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 55
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun mengajak awak media wilayah Madiun mengikuti media tour ke sejumlah layanan perkeretaapian di Jakarta dan Bandung pada 20–21 Oktober 2026. Salah satu layanan yang dikenalkan ialah LRT Jabodebek, yang beroperasi secara otomatis tanpa masinis.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Raditya Mardika, menjelaskan bahwa layanan tersebut menggunakan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) dengan tingkat otomatisasi Grade of Automation (GoA) Level 3.
“Perjalanannya sudah menggunakan sistem otomatis. Namun, tetap ada pendampingan train attendant,” ujar Raditya.
Train attendant bertugas memantau perjalanan dan membantu penumpang. Jika terjadi gangguan atau kondisi yang membutuhkan penanganan khusus, petugas dapat mengoperasikan kereta secara manual sesuai prosedur. Kecepatan maksimal LRT Jabodebek mencapai 80 kilometer per jam.
LRT Jabodebek melayani dua lintas utama, yakni Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia–Jatimulya di Bekasi dan Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia–Harjamukti di Depok. Pada hari kerja, layanan ini melayani sekitar 430 perjalanan per hari, sedangkan pada akhir pekan jumlahnya sekitar 270 perjalanan.
Salah satu hal yang diperkenalkan dalam media tour adalah integrasi LRT dengan transportasi publik lainnya. Stasiun Dukuh Atas terhubung dengan Transjakarta, KRL Commuter Line melalui Stasiun Sudirman, kereta bandara, dan MRT Jakarta. Sementara itu, Stasiun Cikoko terhubung dengan Transjakarta dan Stasiun KRL Cawang.

“Tarif LRT Jabodebek dimulai dari Rp 5.000 dengan tambahan Rp 700 per kilometer. Tarif maksimal pada hari kerja pukul 06.00–09.00 WIB dan 16.00–20.00 WIB mencapai Rp 20.000. Di luar jam sibuk, termasuk akhir pekan dan hari libur nasional, tarif maksimal sebesar Rp 10.000,” tambah Raditya.
LRT Jabodebek menyediakan gerbong paling belakang khusus perempuan pada hari kerja. Kereta ini juga memiliki kursi prioritas berwarna merah bagi lansia, ibu hamil, serta orang tua yang membawa balita. Sementara itu, kursi berwarna biru dapat digunakan seluruh penumpang.
Fasilitas lainnya mencakup ruang untuk pengguna kursi roda serta ketentuan membawa sepeda dan skuter listrik. Pada akhir pekan dan hari libur nasional, sepeda non lipat juga diperbolehkan dengan pembatasan jumlah sesuai aturan yang berlaku.
Raditya mengimbau penumpang untuk mengantri di dalam kotak kuning di depan Passenger Screen Door dan mendahulukan penumpang yang turun. Kursi prioritas boleh digunakan penumpang lain saat tidak dibutuhkan, tetapi harus diberikan kepada pengguna prioritas ketika diperlukan.
LRT Jabodebek juga menyediakan pin prioritas dan pin ibu hamil secara gratis di loket dengan menunjukkan persyaratan yang berlaku.
“Untuk mengantisipasi kondisi darurat, setiap stasiun dilengkapi pos kesehatan. Jika ada penumpang yang sakit di dalam kereta, train attendant bersama petugas keamanan akan membantu menurunkannya di stasiun terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama,” tegas Raditya.
Melalui media tour ini, KAI Daop 7 Madiun berharap awak media dapat mengenal perkembangan layanan perkeretaapian sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kemudahan perjalanan dengan transportasi publik yang saling terintegrasi. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Diez





