Kajari Kabupaten Madiun Warning Para Kades Soal Anggaran BKK : Iki Amanah Jangan Sak Enakmu Dewe
- account_circle Mandor
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 56
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab Madiun – Anggaran negara yang masuk dan dikelola pemerintah desa termasuk Bantuan Keuangan Khusus ( BKK) menjadi sorotan tajam Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun. Apalagi Pemkab Madiun sudah memiliki payung hukum terbaru Perbup Nomor 18 tahun 2026 tentang pengelolaan anggaran BKK.
Kajari Ahmad Hariyanto Mayangkoro bahkan mengingatkan jangan ada lagi niat jahat.
“Niat jahat bentuknya apa? fraud. Mungkin teman KPK juga menemukan kondisi itu. Makanya saya sering bilang iki amanah lho ya ojo sak menakmu dewe,” tegas Kajari, Kamis (15/10/2026)
Dijelaskan negara saat ini dalam kondisi fiskal yang terbatas. Maka dari itu, dana BKK harus digunakan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Kajari, sebaik apapun aturan dan regulasi yang dibuat akan menjadi mubazir jika pelaksanaan di lapangan masih ada niat jahat dari pelaksananya.
Kajari mengaku tidak bosan-bosannya terus mengingatkan pemerintah desa agar amanah dalam menjalankan BKK. Namun semua aturan itu akan kalah jika sudah ada niat jahat.
Ia meminta agar pemerintah desa harus terbuka pada publik dan jangan anti kritik. Mindset harus dirubah karena tidak ada artinya program tanpa ada komitmen bersama bahwa anggaran adalah amanah yang harus bermanfaat untuk publik.
Aparat Penegak Hukum (APH) baik Polisi, KPK, dan Kejaksaan menjalankan fungsi pencegahan. Oleh karena itu, transparansi sangat penting dalam setiap penggunaan anggaran.
Kajari juga meminta agar masyarakat desa dilibatkan mulai dari tahap perencanaan hingga pekerjaan selesai. Keterlibatan masyarakat menjadi kontrol sosial yang efektif.
“Kita ada namanya jaga desa. Monitoring kami sebatas administrasi dan kami tidak masuk ke dalam ranah teknis,” katanya.
Saat ditanya temuan KPK terkait BKK tahun 2024-2025 lalu, Kajari tidak menyangkal. Bahkan mengaku BKK tahun berjalan ini jangan sampai terulang kejadian serupa.
“Kita tidak kurang kurang lho ya turun ke desa. Sekali lagi percuma saja kalau niat jahat selalu saja muncul. Harus dirubah pelaku dan SDM nya,” tegas Kajari. (Ndor).
- Penulis: Mandor
- Editor: Buyung





