Terekam CCTV Dua Kali Curi Sembako di Toko Magetan, Begini Cara Pelaku Perempuan Sembunyikan Tepung dan Gula
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 27
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Aksi seorang perempuan yang diduga mencuri sejumlah bahan kebutuhan pokok di sebuah toko di Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi perbincangan setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV beredar di media sosial.
Perempuan tersebut terekam dua kali mengambil barang dagangan tanpa membayar. Modusnya terbilang mencolok, yakni menyembunyikan barang curian di balik roknya saat pegawai toko lengah.
Dalam rekaman CCTV pertama, Rabu (14/10/2026) siang, perempuan yang mengenakan baju kuning dan jilbab hitam itu datang seorang diri ke toko dengan berpura-pura berbelanja. Ketika situasi dinilai aman, dia terlihat mengambil sebungkus tepung terigu kemasan satu kilogram, kemudian memasukkannya ke dalam rok sambil membelakangi kamera.
Aksi serupa kembali terjadi pada Selasa (27/10/2026) pagi. Perempuan dengan ciri-ciri yang sama datang lagi ke toko tersebut untuk membeli mi instan. Namun, di sela aktivitas belanja, dia diduga mengambil dua bungkus gula pasir, masing-masing seberat satu kilogram, dan menyembunyikannya di balik rok.
Pegawai toko yang mulai mengenali ciri-ciri perempuan itu kemudian menegurnya. Perempuan tersebut disebut mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi aksi serupa.
Pemilik toko akhirnya memaafkan perempuan tersebut. Setelah itu, dia meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor yang menurut keterangan pemilik toko masih baru.
Pemilik toko, Kasni, mengatakan peristiwa itu cukup meresahkan meskipun nilai barang yang hilang relatif kecil. Dia juga menduga perempuan tersebut melakukan aksi serupa di toko lain, meski dugaan itu masih memerlukan pembuktian.
“Datang dua kali dengan baju berbeda. Yang pertama mencuri tepung, kemudian kembali lagi mencuri gula. Barang-barang itu dimasukkan ke dalam roknya. Ini cukup meresahkan,” ungkap Kasni.
Kasni mengaku tidak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi karena kerugian yang dialami tidak seberapa. Namun, rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan pencurian berulang itu akhirnya menyebar luas di media sosial.

Kapolsek Parang AKP Sukarno membenarkan adanya peristiwa tersebut di wilayah hukumnya. Menurut dia, pemilik toko tidak membuat laporan polisi karena menilai kerugiannya relatif kecil.
“Benar, kejadian itu terjadi di wilayah Parang. Namun, korban tidak melapor karena kerugiannya sedikit. Perempuan tersebut memang terlihat memasukkan barang yang diambil ke dalam roknya,” jelas Sukarno.
Polisi masih mendalami informasi dan rekaman video yang beredar. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengalami atau mengetahui dugaan tindak pidana, termasuk pencurian dengan nilai kerugian kecil. Laporan masyarakat dinilai penting untuk membantu polisi menindaklanjuti kejadian serta mencegah dugaan aksi serupa terulang dan merugikan pedagang lainnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Krz/Diez





