Kebakaran Hutan Gunung Butak Ngawi Sepekan Belum Padam, Api Mendekati Permukiman
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kebakaran hutan pinus di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum padam selama sepekan terakhir. Api bahkan dilaporkan semakin mendekati permukiman warga di Desa Sumbersari, Kecamatan Sine, pada Minggu (4/10/2026) siang.
Kondisi tersebut membuat warga panik. Selain menghadapi kobaran api, warga juga harus berhadapan dengan sejumlah pohon pinus yang rawan tumbang akibat terbakar. Jalur penghubung Desa Sine menuju Desa Sumbersari pun untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan.
Dalam video yang direkam warga sekitar pukul 13.00 WIB, kobaran api terlihat menjalar di kawasan hutan dan mendekati jalan yang menjadi akses warga. Sejumlah warga berupaya menghalau api dengan peralatan seadanya untuk mencegah kobaran menjalar lebih dekat ke permukiman.
Kebakaran diketahui terjadi di kawasan Petak 2A1, Petak 2A2, dan Petak 2B, yang masuk wilayah RPH Salam, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu dan sekitarnya. Luas kawasan hutan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 60 hektare.
Camat Sine Agus Dwi Narimo mengatakan, kepanikan warga meningkat setelah api mulai mendekati kawasan permukiman. Pemerintah kemudian mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu mengendalikan kobaran api.
“Karena kepanikan warga, dua unit pemadam kebakaran kita kerahkan ke lokasi. Kebakaran hutan pinus ini sudah berlangsung sekitar sepekan dan sekarang mendekati permukiman warga sehingga jalan juga terputus,” ujar Agus.
Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas harus menghadapi medan hutan pinus yang luas, ditambah embusan angin kencang yang berpotensi membuat api kembali menjalar.
Petugas pemadam juga harus mengevakuasi atau memotong sejumlah pohon yang dinilai rawan tumbang. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka akses sekaligus mengurangi risiko pohon tumbang menimpa petugas maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Petugas Damkar Kabupaten Ngawi Wahyu Ageng Wibowo mengatakan, karakteristik hutan pinus membuat proses pemadaman membutuhkan waktu. Petugas harus menangani titik-titik api satu per satu agar kobaran tidak kembali meluas.
“Api sulit dipadamkan karena yang terbakar hutan pinus. Kita harus memadamkan titik api satu per satu. Saat ini api sudah mendekati permukiman dan akses jalan juga terputus,” kata Wahyu.
Sementara itu, warga mengaku khawatir karena kebakaran berlangsung cukup lama dan kobaran api terus bergerak mendekati kawasan yang dihuni masyarakat.
Warga Desa Sumbersari, Suwarni, mengatakan sejumlah warga sempat berlarian untuk berupaya menghalau api. Namun, kondisi jalan yang dipenuhi pohon rawan tumbang membuat akses warga harus ditutup demi keselamatan.
Hingga Minggu sore, proses pemadaman masih berlangsung. Jalur penghubung Desa Sine dan Desa Sumbersari belum dapat dilalui kendaraan karena tertutup sejumlah pohon pinus yang tumbang.
Petugas gabungan masih berupaya mengendalikan api agar tidak semakin mendekati permukiman. Kondisi angin serta banyaknya material mudah terbakar di kawasan hutan menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





