Berita Terkini
Trending Tags

Modal Rp200 Ribu, Pemuda Magetan Raup Jutaan Rupiah dari Selada Hidroponik di Lahan Bekas Kebun Ketela

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 226
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Modal Rp200 ribu, kini raup omzet jutaan rupiah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Siapa sangka, modal awal hanya Rp200 ribu mampu mengubah lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber penghasilan jutaan rupiah. Hal itu dibuktikan Rudi Saputra (27), pemuda asal Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang sukses mengembangkan budidaya selada hidroponik dengan sistem rumah kaca (greenhouse).

Berbekal kemauan belajar secara otodidak melalui berbagai konten di media sosial, Rudi mulai merintis usaha hidroponik pada awal Mei 2025. Ketertarikannya terhadap pertanian modern muncul secara tidak sengaja saat mencari referensi budidaya tanaman di internet.

Dengan modal terbatas, Rudi membeli perlengkapan bekas berupa tiga batang pipa paralon berdiameter 2,5 inci, satu pompa akuarium, serta tandon nutrisi berkapasitas 100 liter. Dari instalasi sederhana tersebut, ia mulai menanam selada jenis Caipira.

Perlahan namun pasti, usahanya berkembang. Kini, kebun hidroponik miliknya telah memiliki tujuh meja instalasi dengan total sekitar 1.400 lubang tanam atau masing-masing 200 lubang tanam di setiap meja. Seluruh instalasi berada di dalam greenhouse berukuran 8 x 11 meter yang berdiri di atas lahan bekas kebun ketela.

“Lahan ini dulunya untuk menanam ketela sebagai pakan ternak. Karena dinilai kurang produktif, akhirnya saya manfaatkan untuk budidaya sayuran hidroponik,” ujar Rudi.

Menurutnya, penggunaan greenhouse dipilih karena mampu menjaga kualitas tanaman. Selain lebih bersih, metode tersebut juga membuat tanaman lebih terlindungi dari serangan hama sehingga penggunaan pestisida dapat diminimalkan.

“Lebih bersih dan bebas dari hama. Perawatannya juga sebenarnya cukup mudah, yang penting sabar dan telaten,” katanya.

Dalam waktu sekitar dua bulan, kebun hidroponiknya mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram selada segar. Setiap meja instalasi dapat menghasilkan rata-rata 40 kilogram selada sekali panen.

Hasil panen dipasarkan kepada tengkulak, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain memenuhi kebutuhan pasar di Magetan, selada milik Rudi juga dipasarkan hingga Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Harga jual mengikuti kondisi pasar. Saat ini selada dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram untuk pasar lokal, sedangkan pasokan ke luar daerah dapat mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah sudah beberapa kali memasok ke dapur MBG. Permintaan cukup ramai, meski saat libur panjang biasanya sedikit menurun,” ungkapnya.

Dari hasil budidaya tersebut, Rudi mampu membukukan omzet sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta setiap dua bulan. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih yang diperoleh berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap kali panen.

Musim kemarau yang identik dengan menurunnya produktivitas pertanian justru menjadi keuntungan tersendiri bagi usaha hidroponik miliknya. Sistem budidaya dalam greenhouse membuat kebutuhan air lebih efisien, sementara kualitas tanaman tetap terjaga meski curah hujan rendah.

Keberhasilan Rudi menjadi bukti bahwa keterbatasan modal bukan penghalang untuk memulai usaha. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana, belajar secara mandiri, dan mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif, ia mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan pasar terhadap sayuran segar berkualitas. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perampingan OPD di Lingkup Pemkab Madiun Tunggu Persetujuan Kemendagri

    Perampingan OPD di Lingkup Pemkab Madiun Tunggu Persetujuan Kemendagri

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menyiapkan langkah perampingan birokrasi melalui perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK). Kebijakan ini diarahkan untuk menggabungkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya menekan belanja pegawai sekaligus meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Jika […]

    Bagikan
  • Ramai ASN Keluyuran saat Jam Kerja, Bupati Magetan Terbitkan SE Larang Ngopi hingga Belanja

    Ramai ASN Keluyuran saat Jam Kerja, Bupati Magetan Terbitkan SE Larang Ngopi hingga Belanja

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan memperketat pengawasan terhadap kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) selama jam kerja. Kebijakan tersebut diterbitkan setelah aktivitas sejumlah ASN yang masih terlihat nongkrong di warung kopi, makan di restoran, berbelanja hingga menjemput anak saat jam dinas menjadi sorotan. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.5.2/11/403.013/2026 […]

    Bagikan
  • Gudang SDN 2 Bendo Magetan Roboh Diguyur Hujan Deras, Timpa Truk Warga

    Gudang SDN 2 Bendo Magetan Roboh Diguyur Hujan Deras, Timpa Truk Warga

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebuah bangunan gudang milik SDN 2 Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, roboh setelah diguyur hujan deras pada Minggu (12/4/2026) petang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebuah truk milik warga yang terparkir di samping bangunan mengalami kerusakan. Peristiwa robohnya gudang terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, setelah hujan dengan intensitas […]

    Bagikan
  • Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil, Jalur Sarangan – Cemorosewu Tertutup Total

    Pohon Tumbang Timpa Satu Mobil, Jalur Sarangan – Cemorosewu Tertutup Total

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia – Magetan – Cuaca ekstrem kembali berdampak di wilayah Magetan. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup total akses Jalan Tembus Sarangan–Cemorosewu, tepatnya di depan kawasan wisata Lawu Green Forest, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, pada Minggu (11/5/2025) sekitar pukul 14.15 WIB. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, mengatakan pohon jenis kipres […]

    Bagikan
  • Suasana Khidmat Tirtayatra Umat Hindu, Perjalanan Suci Sarat Makna, Harapan dan Perjuangan

    Suasana Khidmat Tirtayatra Umat Hindu, Perjalanan Suci Sarat Makna, Harapan dan Perjuangan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Mojokerto – Di bawah terik matahari yang menyengat, suasana hening menyelimuti pelataran Pura Bala Widya Mandira di kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Bangsal, Mojokerto. Tak ada hiruk pikuk, hanya lantunan doa dan wajah-wajah khusyuk dari puluhan umat Hindu yang datang dari berbagai daerah di eks Karesidenan Madiun juga umat Hindu Mojokerto. Mereka bukan sekadar pelancong […]

    Bagikan
  • Program BST Tamat, Berganti Bahana Bersahaja,  Mbah Tarom : Apalah Arti Sebuah Nama

    Program BST Tamat, Berganti Bahana Bersahaja,  Mbah Tarom : Apalah Arti Sebuah Nama

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Mantan Bupati Madiun, Muhtarom, bereaksi dengan besar hati ketika mendengar bahwa program Bakti Sosial Terpadu (BST) telah berubah nama menjadi Bhakti Harmoni Madiun Bersahaja. Bupati Madiun dua periode itu mengaku tidak masalah dengan perubahan nama tersebut. Menurutnya justru yang terpenting adalah substansi dan dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat. […]

    Bagikan
expand_less