Berita Terkini
Trending Tags

Modal Rp200 Ribu, Pemuda Magetan Raup Jutaan Rupiah dari Selada Hidroponik di Lahan Bekas Kebun Ketela

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Modal Rp200 ribu, kini raup omzet jutaan rupiah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Siapa sangka, modal awal hanya Rp200 ribu mampu mengubah lahan pekarangan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber penghasilan jutaan rupiah. Hal itu dibuktikan Rudi Saputra (27), pemuda asal Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang sukses mengembangkan budidaya selada hidroponik dengan sistem rumah kaca (greenhouse).

Berbekal kemauan belajar secara otodidak melalui berbagai konten di media sosial, Rudi mulai merintis usaha hidroponik pada awal Mei 2025. Ketertarikannya terhadap pertanian modern muncul secara tidak sengaja saat mencari referensi budidaya tanaman di internet.

Dengan modal terbatas, Rudi membeli perlengkapan bekas berupa tiga batang pipa paralon berdiameter 2,5 inci, satu pompa akuarium, serta tandon nutrisi berkapasitas 100 liter. Dari instalasi sederhana tersebut, ia mulai menanam selada jenis Caipira.

Perlahan namun pasti, usahanya berkembang. Kini, kebun hidroponik miliknya telah memiliki tujuh meja instalasi dengan total sekitar 1.400 lubang tanam atau masing-masing 200 lubang tanam di setiap meja. Seluruh instalasi berada di dalam greenhouse berukuran 8 x 11 meter yang berdiri di atas lahan bekas kebun ketela.

“Lahan ini dulunya untuk menanam ketela sebagai pakan ternak. Karena dinilai kurang produktif, akhirnya saya manfaatkan untuk budidaya sayuran hidroponik,” ujar Rudi.

Menurutnya, penggunaan greenhouse dipilih karena mampu menjaga kualitas tanaman. Selain lebih bersih, metode tersebut juga membuat tanaman lebih terlindungi dari serangan hama sehingga penggunaan pestisida dapat diminimalkan.

“Lebih bersih dan bebas dari hama. Perawatannya juga sebenarnya cukup mudah, yang penting sabar dan telaten,” katanya.

Dalam waktu sekitar dua bulan, kebun hidroponiknya mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram selada segar. Setiap meja instalasi dapat menghasilkan rata-rata 40 kilogram selada sekali panen.

Hasil panen dipasarkan kepada tengkulak, restoran, hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain memenuhi kebutuhan pasar di Magetan, selada milik Rudi juga dipasarkan hingga Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Harga jual mengikuti kondisi pasar. Saat ini selada dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram untuk pasar lokal, sedangkan pasokan ke luar daerah dapat mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah sudah beberapa kali memasok ke dapur MBG. Permintaan cukup ramai, meski saat libur panjang biasanya sedikit menurun,” ungkapnya.

Dari hasil budidaya tersebut, Rudi mampu membukukan omzet sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta setiap dua bulan. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih yang diperoleh berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap kali panen.

Musim kemarau yang identik dengan menurunnya produktivitas pertanian justru menjadi keuntungan tersendiri bagi usaha hidroponik miliknya. Sistem budidaya dalam greenhouse membuat kebutuhan air lebih efisien, sementara kualitas tanaman tetap terjaga meski curah hujan rendah.

Keberhasilan Rudi menjadi bukti bahwa keterbatasan modal bukan penghalang untuk memulai usaha. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana, belajar secara mandiri, dan mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif, ia mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan pasar terhadap sayuran segar berkualitas. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Sinergi, Polres Madiun Kota dan Media Bagi Takjil ke Masyarakat

    Membangun Sinergi, Polres Madiun Kota dan Media Bagi Takjil ke Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota terus membangun sinergi bersama media massa. Salah satunya dengan kegiatan bagi takjil kepada masyarakat di Jalan Pahlawan Kota Madiun pada Kamis (13/3/2025). Kegiatan ini serentak dilakukan jajaran Polri bersama awak media di Indonesia. “Dengan ini kami berharap sinergitas dan kolaborasi Polri dengan awak media bisa bermanfaat bagi […]

    Bagikan
  • Seleksi Sekda Magetan Masih Sepi Peminat, Penutupan Tinggal Dua Hari

    Seleksi Sekda Magetan Masih Sepi Peminat, Penutupan Tinggal Dua Hari

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hingga memasuki pertengahan Agustus 2025, seleksi terbuka pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Magetan belum diminati. Padahal, proses pendaftaran sudah dibuka sejak 4 Agustus lalu dan akan berakhir pada 17 Agustus mendatang. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Magetan, Masruri, mengungkapkan sampai 10 Agustus belum ada satu […]

    Bagikan
  • Dinas Sosial Siagakan 42 Petugas SLRT, Turun ke Rumah Warga Penerima Bansos

    Dinas Sosial Siagakan 42 Petugas SLRT, Turun ke Rumah Warga Penerima Bansos

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dinas Sosial ( Dinsos) Kabupaten Madiun mengumpulkan puluhan petugas Sistem Layanan Rujukan Terpadu atau SLRT untuk menyamakan persepsi penanganan bantuan sosial. Para petugas ini akan menjadi garda terdepan dalam pendataan dan verifikasi warga penerima manfaat di lapangan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menegaskan pentingnya kesamaan persepsi agar seluruh petugas memiliki […]

    Bagikan
  • “Sarapan Pecel” Resmi Diluncurkan, Layanan Adminduk Madiun Kian Cepat, Gratis, dan Dekat

    “Sarapan Pecel” Resmi Diluncurkan, Layanan Adminduk Madiun Kian Cepat, Gratis, dan Dekat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan inovasi layanan publik bertajuk “Sarapan Pecel” yang langsung menyita perhatian masyarakat. Program ini resmi diperkenalkan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto di Pendopo Muda Graha, Senin (27/4/2026), dengan tujuan memangkas birokrasi dan mendekatkan layanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat desa. Turut hadir Wakil Bupati Madiun, PLT Sekda sekaligus […]

    Bagikan
  • Kepergian Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tinggalkan Duka Mendalam di Kalangan Seniman

    Kepergian Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tinggalkan Duka Mendalam di Kalangan Seniman

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Duka mendalam menyelimuti dunia seni dan budaya Ponorogo atas wafatnya Bikan Gondo Wiyono, maestro Reog yang dikenal sebagai pelestari sejati kesenian tradisional Ponorogo. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga kalangan seniman dan budayawan. Seperti yang dirasakan oleh Sudirman, budayawan sekaligus seniman Ponorogo, yang mengaku tak kuasa […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Terima Aduan Aliansi Masyarakat Sadar Hukum Terkait Koperasi DMS

    DPRD Ponorogo Terima Aduan Aliansi Masyarakat Sadar Hukum Terkait Koperasi DMS

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – DPRD Kabupaten Ponorogo menerima audiensi dari warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sadar Hukum (AMSH) terkait dugaan praktik rente oleh Koperasi Dana Makmur Santoso (DMS). Pertemuan di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ponorogo turut dihadiri Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) untuk mediasi. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, […]

    Bagikan
expand_less