
Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mulai menunjukkan titik terang. Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi, mengungkapkan bahwa lahan yang diusulkan di wilayah Kecamatan Karangrejo telah memenuhi persyaratan hasil survei dari Kementerian PUPR.
“Dari hasil survei, luasan lahan sudah sesuai syarat minimal, yakni sekitar enam hektare lebih. Kami sudah mengusulkan dan saat ini masih menunggu hasil resmi yang disampaikan ke pusat,” terang Parminto.
Ia menambahkan, setelah survei rampung, akan ada tahap paparan di tingkat pusat. Dalam agenda tersebut, Bupati Magetan dipastikan hadir untuk memberikan penjelasan kesiapan daerah.
“Insyaallah Ibu Bupati juga sangat peduli dengan program ini. Beliau menyiapkan lahan, bahkan bersedia untuk proses pematangan lahan karena kondisi masih agak rendah dan perlu diuruk. Proses penyatuan sertifikat juga sudah disiapkan melalui Badan Aset,” jelasnya.
Jika sesuai rencana, pembangunan Sekolah Rakyat di Magetan akan dimulai pada akhir tahun 2026. Menurut Parminto, pemerintah daerah telah siap berkoordinasi penuh dengan pusat.
“Semua pelaksanaan akan ditangani pusat, termasuk anggarannya yang kemungkinan masuk pertengahan 2026. Namun, Dinas Sosial Magetan sudah siap mendukung,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Kementerian Sosial mendorong setiap kabupaten di Jawa Timur memiliki Sekolah Rakyat. Program ini ditargetkan menjadi wadah pendidikan yang merata dan terjangkau bagi masyarakat.
Kusnanto – Sinergia